it’s my first love

hqdefault

It’s my first love
Author : sitikhadijah0895@gmail.com / sparkyu0895
Cast : Myungstal,sulli,suzy,yonghwa,seohyun,infinite member , etc
Genre: school life,romance,friendship

Its all author pov

“oppa….!!”teriak seorang gadis saat memasuki ruang musik di sekolahnya membuat pria yang tengah asyik memetik gitarnya mendengus kesal,bukan sepenuhnya kesal hanya saja ia merasa sangat terganggu dengan keagresifan gadis itu. “hemm… kami ke kantin ya” pamit seungyeol mewakili teman2 lainnya saat menyadari kehadiran gadis itu . “siang oppa” sapa gadis itu ramah ke semua anak infinite. “siang, selamat berjuang! Fighting!” ujar sungkyu memberi semangat. si gadis tersenyum riang karena di dukung sahabat si pria. “hemm.. makan yang banyak yah” ujarnya riang sambil melambaikan tangannya.
“oppa kau tak ke kantin?”tanya si gadis polos, si pria mendengus malas menanggapi. “kalau oppa mau sesuatu bilang saja, nanti ku belikan” ujarnya ,si pria menatapnya tajam,tapi gadis itu tetap tersenyum meski tak tau arti tatapan itu. Si pria berjalan ke arah meja di sudut ruangan mengambil sesuatu dari tasnya, bekal makanan. “ternyata oppa bawa bekal, kalau bgitu besok aku juga bawa” ujar soojung tetap riang namun si pria tak menggubrisnya. “oppa, apa kau tahu kalau lusa aku akan ikut pidato b.inggris! Doakan aku yah” ujar si gadis namun si pria tetap diam melahap makanannya. “cup, aku pergi dulu yah! Bye!”si gadis mencium pipi si pria mmbuat si pria mendongak terkejut meski itu bukan yang pertama kalinya. Dan si gadis sepertinya juga tak perduli,dia malah tersenyum riang meninggalkan si pria yang masih bengong.
“kau dari mana?” tanya teman si gadis saat gadis itu tiba di kelasnya. Si gadis tak menjawab ia malah tersenyum sumringah seolah menggambarkan bahwa ia sangat senang hari ini. “huh kau ini! apa tak bosan menghadapi pria es itu!sadarlah soo”ujar tman si gadis yang mengerti benar arti senyuman si gadis. Si gadis tak menggubrisnya dia malah terus tersenyum sambil menghapal beberapa dialog untuk persiapan pidato b. Inggrisnya nanti, yah walaupun gadis itu lahir dan besar di amerika namun gadis itu tetap berlatih giat dan tekun agar bisa membanggakan sekolahnya terutama si pria dengan mata sipit nan tajam itu. Ia tak berharap si pria datang menontonnya,atau memberikan support atau hal lainnya, yang ia harapkan si pria mau menatap matanya saat ia bicara walau teman2nya bilang tatapan si pria seram atau apalah ,baginya tatapan si pria ke dia adalah spirit untuk membuatnya lebih bersemangat meski sampai saat ini dia belum tahu apa arti tatapan si pria padanya yang dia tahu dia senang saat si pria menatapnya.
*****
“myungsoo oppa!! “teriak si gadis memberi dukungan pada si pria yang tengah tampil di sebuah kafe. Gadis itu terus menteriakkan namanya meski tak disahut,meski tatapan sinis dari orang sekitarnya menghujaninya, yang dia tahu dia harus menyemangati si pria,menteriakkan namanya agar si pria mau menatapnya meski dengan tatapan tajam yang tak pernah bisa ia tafsirkan. “soo berhentilah! Kau tak malu!kita dilihatin orang nih” ujar teman si gadis bete karena tatapan yang dihujani ke arah mereka. “kalau kau mau pulang, pulang saja! Aku akan pulang saat mereka selesai menyanyikan lagu paradise” ujar si gadis tak perduli. “hemm baiklah! Aku tunggu disana”ujar temannya menunjukkan kursi di pojokan kafe. Si gadis tersenyum senang,ia tahu temannya itu takkan meninggalkannya sendiri meski ia penat dan bosan. “saat band si pria mulai memainkan lagu paradise, teriakan si gadis semakin kencang!membuat tatapan2 sinis itu kembali menghujaninya bahkan mungkin hampir dari seluruh pelanggan kafe itu. Dan itulah alasan teman si gadis itu meninggalkannya karena dia tahu akan seperti itulah jadinya. Tapi si gadis tak perduli baginya itu malah penambah spirit . usai lagu tersebut di mainkan tanpa di komando gadis itu langsung berjalan ke arah pintu keluar kafe menyusul temannya yang sedari tadi sudah duduk menunggunya disana. “kau puas?” tanya temannya itu. “ehmm…”gumannya dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya.
“soojung sudah pulang! Aneh sekali, dia selalu pulang saat kita selesai memainkan lagu ini” ujar sungkyu bingung. “ehmm iya. baik kita memainkannya di awal pertunjukan atau akhir dia akan menunggunya dan pulang setelah kita memainkannya”sambung hoya. “huh aku jadi malas untuk tampil lagi! “ujar sungjong membuat ia dihadiahi tatapan penuh tanya dari teman2 bandnya. “meski dia meneriaki nama myungsoo! Tapi tak tahu kenapa aku jadi bersemangat sekali mendengarnya” ujar sungjong menjawab tatapan2 teman2nya itu. “kau benar! Teriakannya seperti spirit!”ujar woohyun membenarkan. “ dan wajahnya menyejukkan” ujar hoya menyikut lengan myungsoo yang diam tak perduli dengan obrolan mereka.
*****
“oppa” teriak si gadis mengejar myungsoo yang berjalan di koridor sekolah. “oppa sini biar ku bantu”ujar si gadis mengambil beberapa buku dari tangan si pria.si pria hanya diam seolah hafal dengan tingkah si gadis yang terus mengusiknya. Sesampai di ruang guru pun si gadis tetap tak perduli dia terus saja menempelin si pria dan guru2 tampaknya juga sudah hapal benar tabiat si gadis dan membiarkannya saja, toh bosan mengingatkan gadis itu , ia tetap saja melakukannya. Namun berbeda dengan guru2 lainnya yang tak perduli ada dua orang guru yang memperdulikannya yang satu wali kelas Myungsoo dan Guru seni magang yang tak lain kakak ipar si gadis. Saat si pria selesai mengantar buku2 ke meja wali kelasnya, ia lalu keluar begitu juga dengan si gadis yang masih mengikutinya,namun tangan si gadis di tahan seseorang. Tanpa menoleh pun si gadis tahu tangan siapa. Ia di geret ke ruang seni musik. “soo berhentilah! Apa kau tak malu bertingkah seperti ini! ini memalukan! Kau tak lihat bagaimana teman2 dan guru2 memandangmu! Mereka merendahkan mu!”ujar sang guru panjang lebar tapi si gadis malah tersenyum. “soo, aku tak bercanda! Berhentilah!”ujar guru itu lagi memperingatkannya. “akan aku usahakan ajhuma” ujar si gadis lalu pergi mninggalkan si guru yang jengkel. “huh “dengus sang guru. “hemm adik iparmu itu memang sulit diatur ya!”ujar seorang guru wanita yang tak usah ditanya lagi pasti orang pun tahu dia wali kelas si pria yang suka usil. “maaf guru Cha, tapi sebaiknya anda tak menguping pembicaraan orang lain” ujar kakak ipar gadis itu tambah kesal. “saya tidak menguping! Saya memang ingin masuk ruangan ini, apa salah? Sayakan juga guru seni musik” ujar wali kelas si pria . “baiklah terserah anda saja” ujar kakak ipar si gadis malas beranjak pergi. “ah tunggu guru seo, “ujar guru cha, guru seo membalikkan badannya menatap guru cha malas. “ingatkan adik ipar anda untuk tak mengintili myungsoo lagi! dia sudah kelas 3 jadi butuh ketenangan”ujar guru cha membuat emosi guru seo mulai naik. “akan saya ingatkan,terima kasih” ujar guru seo meneruskan langkahnya namun kembali terhenti. “huh jadi begitu keluarga yang hidup di amerika, mengejar pria! Sungguh murahan” ujar guru cha. “guru cha! Saya menghormati anda sebagai guru senior tapi tolong jangan menghina keluarga saya! Satu lagi don’t judge the book by the cover!” ujar guru seo geram memukul pintu ruang musik keras hingga tangannya memerah. “ternyata selain murahan juga tempramental” dumel si guru cha yang masih bisa di dengar guru seo. Karena kesalnya sudah sampai ubun2 guru seo menghampiri guru cha dan mendorongnya hingga ke dinding. “ini baru namanya tempramental!”ujar guru seo sebal. “oh iya saya juga punya pesan untuk anda selaku wali kelas band infinite ,seharusnya anda mengingatkan mereka untuk tak bernyanyi di kafe saat malam hari! Itu mengganggu waktu belajar mereka! bukankah mereka sudah kelas tiga! Tolong ingatkan” ujar guru seo balas memperingatkan guru cha. Lalu pergi dan benar2 pergi sedangkan guru cha kini terdiam shock tak menyangka guru magang nan lemah lembut itu berani menghardiknya.
****
“oppa bicaralah dengan soojung!”ujar seohyun ke suaminya. “sudahlah biarkan saja, itu hal biasa bagi gadis yang remaja! Bukankah kau juga pernah merasakannya saat mengejarku dulu”ujar sang suami meledeknya. “yak oppa mengapa kau membawa-bawa aku!”marah sang istri.yonghwa si suami pun memeluk si istri yang jengkel. “sayang jangan marah, kau terlihat seperti ajhuma” ledek yonghwa lagi. “yak oppa kau ini keterlaluan! Mengapa kau ikut2an mengejekku ajhuma seperti soojung”marah sang istri lagi. “baiklah, aku akan bicara dengannya”ujar yonghwa mengalah. “oppa bukan aku ingin memprovokasimu untuk marah ke soojung, aku Cuma khawatir dengan keagresifannya! Kau tahu dia bahkan mencium pipi pria itu di depan teman2 band si pria bukankah ini memalukan”jelas seo tak mau yonghwa salah paham. “aku tahu, kau Cuma khawatirkan dengan tanggapan orang ke dia, tapi kau kan tahu dia itu paling tak bisa dinasehtin ,kalau dinaehatin pun itu akan masuk telinga kanan keluar telinga kiri” ujar yonghwa mengerti,seo terdiam karena yang diucapkan yonghwa benar adanya,adik iparnya itu sangat keras kepala. “tapi oppa aku sudah tak tahan lagi dengan sikap guru cha yang terus merendahkan soojung” ujar seo menekuk wajahnya. “sudahlah biarkan saja, nanti dia akan lelah sendiri”ujar yonghwa bijak. “tapi oppa tadi siang aku dan dia bertengkar hebat diruang musik,aku mendorongnya ke tembok”sesal seo. “huh… sampai separah itu! Sepertinya kehamilanmu benar2 mempengaruhi emosimu”ujar yonghwa mengelus perut seo yang masih rata. “ehm”ujar seo mengiyakan. “sabarlah seo,ini bukan yang pertama bagimu kan! Bukankah sica dulu jauh lebih menyeramkan”ujar yonghwa memeluk seo erat. “ yah memang, tapi aku heran mengapa saat adik2mu jatuh cinta aku terus yang kena sasaran” ujar seo menatap yonghwa. “entahlah” ujar yonghwa mencubit hidung seo. “kau selalu saja seperti itu kalau bicara tentang adikmu! Kau memang tak pernah mau menyalahkan mereka” ujar seo melepaskan pelukan yonghwa. “sayang bukan begitu, hanya saja kau tahukan adik2ku itu keras kepala, bahkan sica yang lebih tua darimu saja lebih kekanak-kanakan jadi mengertilah” pujuk yonghwa. “terserah kau saja! Aku lelah” ujar seo menyerah masuk ke kamar dan tidur. “ehm mengapa sejak hamil dia sensitif sekali, rasanya menyesal aku menghamilinya” batin yonghwa. “tapi kalau dia tak hamil,mana mau dia menikah cepat denganku” ujar yonghwa . “huh benar2 serba salah” dumel yonghwa menyusul seo tidur.
****
“myungsoo oppa” teriak soojung saat masuk ke kelas myungsoo. “soojung disini masih sepi tak usah berteriak sekencang itu,myungsoo pasti dengar kok” ujar jiyeon teman sekelas myungsoo kesal. Soojung tak menggubrisnya. “oppa , nanti pukul 10 aku akan lomba pidato b.inggris ,doakan aku yah,bye” ujar soojung beranjak pergi,lalu saat akan keluar kelas myungsoo dia balik lagi. ‘cup’ sojung mencium pipi myungsoo di depan teman2 sekelas myungsoo tanpa malu, seperti biasa myungsoo akan terkejut membulatkan matanya. Setelahnya dia baru benar2 pergi. “huh.. gadis itu benar2”ujar salah satu teman myungsoo. Myungsoo mendengus kesal untuk kesekian kalinya.
*****
“oppa aku menang” teriak soojung menghampiri myungsoo di ruang musik,tapi myungsoo seperti biasa tak menggubrisnya. “oppa pialaku baguskan?”ujar si gadis mengacungkan pialanya,myungsoo menatapnya sebentar lalu kembali fokus ke buku not baloknya. “oppa sedang membuat lirik lagu untuk nada2 ini?”tanya soojung walau ia tahu myungsoo takkan menjawabnya. “please hear me babe, i love you?” guman soojung membaca salah satu baris lirik lagu yang ditulis myungsoo. “oppa bukankah lebih baik kalau listen to me babe, i love you, listen itu kan lebih halus trus maknanya juga baik apalagi ini meminta sesuatu untuk yang disayangi berarti kita juga mau ia perhatikan? Kalau hear itu Cuma minta didengar aja gak minta diperhatiin” ujar soojung, myungsoo menatapnya. “maaf oppa ini hanya saran saja” ujar soojung meninggalkan myungsoo, tanpa mencium pipi myungsoo seperti biasa karena kali ini soojung takut saat myungsoo menatapnya sedikit berbeda dari tatapan biasanya, tatapan itu tajam seperti biasa namun agak aneh tak bisa ia tafsirkan.
***
“kau kenapa?”tanya jinri saat soojung masuk kelas dengan wajah murung. Soojung menggeleng. “myungsoo mengabaikanmu lagi? sudahlah soo berhenti” ujar jinri tak henti2nya mengingatkan sang sahabat. “bukan itu,soal itu biasa” ujar soojung menopangkan kepalanya ke meja. “lalu?”tanya jinri penasaran. “tadi aku kan keruang musik untuk memberi tahu dia kalau aku menang speech english “ujar soojung memulai penjelasanya,jinri mengangguk lalu soojung pun menceritakan apa yang terjadi. “sudahlah soo itu tak salah, kau kan hanya menyarankan saja” ujar jinri menenangkan soojung. “tapi bagaimana kalau gara2 itu dia membenciku” ujar soojung. “huft kau ini! memang selama ini dia menyukaimu apa? Apa kau tahu bagaimana perasaan dia ke kamu? Mengapa kau mengkhawatirkannya? bukankah tatapan tajamnya ke kau saja kau tak tahu artinya?”ujar jinri mencoba menyadarkan soojung.soojung terdiam mencoba mencerna ucapan sahabatnya itu tapi egonya lebih besar, jadi dia hanya menganggapnya angin lalu saja.
*****
“oppa…! infinite gak ngeband lagi di kafe star? Kalian pindah ke kafe mana?” tanya soojung ke myungsoo, saat myungsoo dan temannya sedang makan di kantin, dan seperti biasa myungsoo bungkam fokus ke makanannya. “iya soo kami berhenti ngeband dulu sementara , guru cha menyuruh kami berhenti, bulan 4 nanti kami akan mengikuti ujian akhir dan masuk universitas jadi mulai sekarang harus fokus belajar” jawab hoya memberitahu karena ia tahu temannya itu takkan menjawabnya. “ehmm begitu yah…, huft! “dengus soojung. “tak usah mendengus seperti itu, kalau kau mau dengar lagu paradise lagi datang saja ke ruang musik seperti biasa kami akan memainkannya khusus untuk mu” ujar sungkyu. “really? Waoow its so funtastic!” ujar soojung riang, anak2 infinite tersenyum mendengarnya kecuali myungsoo. “aku akan datang saat jam istirahat, bye2 oppa” pamit soojung yang menyadari waktu istirahat akan berakhir. “sepertinya bel sudah berbunyi,ayo masuk”ajak sungjong mengajak anak2 infinite masuk ke kelas. Mereka pun berjalan ke kelas mereka.
“”aneh sekali soojung hari ini” ujar woohyun. “aneh kenapa?” tanya hoya. “dia tak mencium myungsoo,padahal dari tadi aku menunggu moment itu” ujar dongwoo yang disambut jitakan dikepalanya oleh teman2 ngebandnya itu.
*****
“wah pensi awal tahun? Kita harus ikutan nih” ujar victoria ketua kelas soojung saat membaca pengumuman di mading depan kelas mereka. “iya,kita harus ikut! Kita harus tunjukkan kalau anak2 11 A itu selain berbakat di akademik juga berbakat di bidang seni” sambung Amber. “tapi kira2 kita menampilkan apa yah?”tanya victoria ke teman2 sekelasnya. “kita bernyanyi saja? Bukankah dikelas kita ada luna yang bersuara merdu” usul salah satu teman sekelasnya. “iya kita buat dalam bentuk girlband saja, sekarangkan lagi jamannya girlband” sambung teman yang lainnya. “girlband?siapa yang akan menjadi personilnya?” tanya amber bingung. “soal itu serahkan ke saya saja” ujar guru seo yang masuk ke kelas mereka karena ini memang jam pelajaran seni musik. Semua murid di kelas itupun menyambutnya riang dan jadilah kelas soojung panggung audisi dadakan, satu persatu teman sekelas soojung unjuk kebolehan dan sudah terpilih 4 orang yakni luna,Jinri,victoria,dan amber. “sepertinya kita butuh satu orang lagi! ehm soojung ayo maju ke depan”suruh guru seo,namun soojung tetap di kursinya. “heh kau tak dengar? maju” panggil guru seo sekali lagi dan dengan terpaksa soojung pun maju dan menyanyikan lagu tik-tok ,ia pun terpilih menjadi anggota ke lima untuk girlband yang akan mewakili kelas mereka.
“karena yang tampil sudah terpilih sekarang saatnya kita mnentukan lagu apa yang akan dibawakan oleh kalian”ujar guru seo memandang ke lima gadis itu. “luna sebagai main vokal kau pilih lagunya yah dan bicara kan dengan teman2 mu setelah itu temui saya,permisi” pamit seo karena jam mengajarnya di kelas soojung tlah usai.
****
“acara pentas seninya tinggal satu minggu lagi,jadi kalian fokus berlatih” ujar guru seo memperingatkan anak 11 A. “Huft lelahnya…bu kita istirahatlah dulu”usul salah satu teman sekelas soojung yang akan jadi penari latar. “ehmm baiklah kita istirahat 15menit,tepat pukul 4 nanti kembali ke sini”ujar guru seo memperingatkan. “soo ke kantin yuk,aku haus”ajak jinri. “ehmm..”ujar soojung mengiyakan. “kau kenapa lemas sekali? Apa kau kelelahan? Tak biasanya kau seperti ini”ujar jinri yang dari tadi melihat soojung tak bersemangat. “ehmm..” guman soojung. “heh… sepertinya aku tahu kau lemas karena tak bisa bertemu pangeranmu itukan?”dumel jinri. Soojung tetap diam. “kau ini! apa hebatnya sih pria itu! Malas bicara,sombong,dingin pokoknya aku gak suka dia”dumel jinri yang dihadiahi tatapan tak suka soojung. “ah kau ini selalu saja membelanya! Ayo aku haus”ujar jinri menarik tangan soojung agar cepat berjalan ke kantin. “bu cola 2” pesan jinri. Saat akan kembali ke ruang latihan jinri menarik tangan soojung ke arah ruang musik. “mengapa kau membawaku kesini”ujar soojung bingung karena setaunya ruangan musik ini tak dipakai sejak ada ruang musik yang baru. “sudah masuk saja”ujar jinri mendorong soojung masuk ke dalam,soojung terdorong dan menambrak seseorang hingga ia terjatuh. “aduh maaf” ujar soojung bangkit dan sontak matanya membulat saat menyadari siapa orang yang ditabraknya. “soojung” ujar seseorang di belakang orang yang ditabraknya itu. “wah kami rindu sekali padamu” ujar seseorang yang memegang stik drum. “iya…” ujar soojung malu. “kau baru tahu markas baru kami ini yah! Kami sangat mnantikan kehadiranmu”ujar seseorang yang memegang microfon. “aku tidak tahu, tadi jinri yang mendorongku kemari” ujar soojung mengaku. “jinri, akhirnya dia memberitahumu padahal aku sudah berpesan padanya untuk memberitahu bahwa kami pindah latihan ke sini” ujar sungkyu. “ah itu maaf oppa, jinri tidak memberitahuku lagian aku memang sibuk saat ini” ujar soojung jujur. “sibuk apa? Apa kau akan mngikuti kompetisi lagi?”tanya woohyun kepo. “ah bukan oppa, aku dan teman2 sekelas ku akan ikut pensi minggu depan” jawab soojung. “pensi? Wah kita sepanggung donk! Asyik nanti kau…”ucapan hoya terpotong karena jinri datang dan menggeret soojung pergi. “ini sudah 15 mnit,nanti kita trlambat”ajaknya. “oppa kami permisi dulu yah, myungsoo oppa bye” ujar sojung membalikkan badannya sambil melambaikan tangan. “aku iri sekali!”ujar hoya. “kenapa?” tanya woohyun bingung. “kita yang menyapanya, menyambutnya dengan baik bahkan menampilkan senyum termanis kita tapi yang dia ingat selalu myungsoo” ujar hoya menjambak rambutnya frustasi. “sabar” ujar sungkyu mengelus punggungnya sedangkan myungsoo masih diam terpaku di tempat ia dan soojung bertabrakan tadi.
“baru saja melihatnya kau sudah seceria itu”sindir jinri melepaskan tangannya yang menarik tangan soojung keluar dari ruangan musik itu. Soojung tak menanggapinya ia malah tersenyum terus.” Huh dasar anak ini”omel jinri kesal. Sesampai di ruang latihanpun soojung berlatih dengan semangat. “cinta benar2 membutakannya”guman jinri memperhatikan soojung yng ceria saat berlatih. “siapa yang buta?” tanya amber bingung. “ah kau ini! lupakan!”dumel jinri. “heh ada2 saja tadi berbicara sendiri,ditanggapi malah marah! Aneh!”ujar amber ikutan mendumel.
****
“huh aku gugup”ujar jinri. “gugup itu biasa, tapi percayalah kalian pasti bisa! Semangat!!” ujar guru seo menyemati mereka. “terima kasih guru” ujar mereka serempak. “bersiap2lah setelah ini kalian tampil,ibu keluar dulu! Semangat”ujar guru seo mengepalkan tangannya . “semangat!!”ujar siswa 11A semangat.
“oppa sudah datang”ujar guru seo menghampiri suaminya. “pastinya aku ingin melihat hasil jerih payah istriku yang cantik ini” gombal yonghwa. “gombal! Bilang saja oppa ingin melihat penampilan soojung” ujar guru seo tak percaya. “kau ini,selalu saja cemburu pada adik2ku”ujar yonghwa mencubit pipi seohyun. “guru jung! Apa kabar”sapa guru cha membuat seohyun merengut. “ah guru cha,apa kabar? Anda kelihatan tambah cantik saja”puji yonghwa basa-basi membuat seohyun menatapnya tajam. “anda bisa saja,ah anda pasti ingin melihat penampilan soojungkan?”ujar guru cha. Yonghwa hanya mengangguk karena seohyun mencengkram tangannya kuat. “selamat menikmati,saya permisi dulu”pamit guru cha yang disambut senyuman oleh yonghwa. Setelah guru cha pergi barulah seohyun melepaskan cengkramannya. “aduh sakit”adu yonghwa mengusap tangannya. “oppa ini bagaimana sih! Oppa dia itu guru cha yang sering merendahkan aku dan adikmu soojung” ujar seohyun cemberut. “iya aku tahu sayang, tapi dia tadi menyapaku masa iya aku mengabaikan nya,dia itu temanku mengajar di sma shinwa “ujar yonghwa menjelaskan. “itukan dulu! Sekarang dia sudah tak mengajar disitu lagi jadi abaikan saja”ujar seohyun masih merengut. “oh tuhan…, ada apa dengan malaikatku ini mengapa sangat overprotektif sih”ujar yonghwa mengadahkan matanya ke langit. “oppa”rengek seohyun,yonghwa tertawa.
“wah cantik2 sekali anak2 itu” ujar yonghwa saat kelas 10E turun panggung. “oppa”ujar seohyun menyubit lengan yonghwa,yonghwa terkekeh senang istrinya cemburu.
Tibalah penampilan kelas 11A. Yonghwa langsung bersemangat melihat adiknya berdiri diatas panggung. “humm adikku cantik sekali”puji yonghwa melihat penampilan soojung yang dibalut dress merah. “tentu saja kan aku yang me make upnya” ujar seohyun kesal. “kau ini selalu saja cemburu, aku memuji gadis lain salah,adikku juga salah?”ujar yonghwa. Seohyun merengut. “hemm jaga sikapmu! Kau ini guru lihat disekitarmu ada siswa2mu”ujar yonghwa. Seohyun mengabaikannya dan tetap merengut. “walaupun aku memuji gadis lain kau tetapa gadis yang paling cantik kok dihatiku”ujar yonghwa membuat seohyun tersenyum.
soojung dan teman2 sekelasnya menulai aksinya dengan set dan tata panggung yang apik, mereka memulai dengan tarian yang enerjik lalu menyanyikan lagu baby one more time britney dan mendapat tanggapan berupa tepuk tangan yang meriah. “wah sayang kau hebat,”puji yonghwa seohyun tersenyum sinis. “soojung! I love you”teriak yonghwa. “oppa kau ini guru jg sikapmu”sindir seohyun, yonghwa nyegir gaje menanggapinya. Setelah selesai tampil soojung dan teman2nya turun panggung namun tangan soojung ditarik seseorang ke atas panggung membuat semua mata tertuju pada mereka. “siapa pria itu? Apa itu pria yang dikejar2 soojung? Dia tampan sekali” tanya yonghwa kepo. “bukan itu sehun” ujar seohyun bingung. “untuk apa dia menarik soojung?” ujar seohyun bingung. Sehun bernyanyi sambil memegang tangan soojung,membuat para gadis berteriak riuh karena sehun adalah siswa populer. Dan di akhir penampilannnya sehun mencium punggung tangan soojung membuat soojung dan penonton lainnya bingung. “soo, would you be my girlfriend?”ujar sehun membuat riuh dengan sorak siswa, ada yang menyoraki “terima2”, ada yang “jangan”, soojung diam tak bergeming dia tak menyangka sehun akan menembaknya,karena baginya sehun hanya teman belajarnya saja. “soo,would you be my girlfriend?”tanya sehun lagi, soojung masih bungkam. “wah sepertinya soojung malu” ujar jiyeon yang menjadi mc untuk pensi. “soo..!”ujar sehun menggenggam tangan soojung erat. Soojung mengambil microfon dari tangan sehun. “aku mencintaimu!…”ujar soojung menggantung membuat sehun tersenyum riang ,anak2 infinite yang dibelakang panggung heboh. “bukannya dia menyukai myungsoo”omel sungkyu. “pasti dia lelah dengan myungsoo makanya dia menerima sehun”ujar hoya. Berbagai spekulasi baik dari guru2 dan siswa lainnya bermunculan karena mereka tahu benar soojung itu menyukai myungsoo. “myungsoo oppa!! Saranghae”ujar soojung menitikkan air mata membuat sehun terduduk lemas di atas panggung. “yah…! “ujar beberapa siswa lemas yang menyoraki sehun tak diterima. “aku sudah yakin, habis ada2 saja sih dia sudah tahu soojung menyukai myungsoo”ujar salah satu siswa. “huh sok hebat banget sih dia! Pake acara nolak sehun oppa! Dan nembak myungsoo sunbae lagi! paling dia juga ditolak” ujar salah satu siswa sinis melempar soojung pake botol minuman diikuti siswa lainnya. Soojung menagis.“dasar tak tahu diri” ujar mereka serempak. “teman2 sabar”ujar jiyeon mencoba menenangkan teman2nya. Namun tak di gubris. “dasar tak tahu malu! Kau pikir myungsoo sunbae menyukaimu!beraninya kau menolak sehun oppa” ujar salah satu siswa naik ke atas panggung dan berniat menampar soojung namun tangannya ditahan seseorang. “aku menyukainya” ujarnya lalu mencium soojung membuat pensi kembali ricuh. “yak kau mengapa mencium adikku?”marah yonghwa yang ada di atas panggung karena yonghwa berniat untuk menyelamatkan soojung namun terdahului myungsoo. Yonghwa menarik soojung turun dari atas panggung. membuat suasana pensi hening. Setelah soojung dan yonghwa turun myungsoo pun ikut turun. Dan acara sempat sepi dan terhenti. Namun 15 menit berlalu acara kembali dimulai.
“ah teman2 maaf yah terganggu sebentar! Baiklah mari kita lanjutkan acara kita! Dan yang akan tampil adalah INFINITE”ujar jiyeon mencoba menetralisir suasana agar kembali seperti semula. Saat infinite tampil sorak2 pun kembali ramai. Anak2 infinite tampil sambil senyum2 gak jelas kearah myungsoo.
“hah anak itu! Kau juga” marah yonghwa ke soojung saat mereka ada di parkir. Soojung masih diam,dia shock, benar2 shock bagaimana bisa gadis biasa sepertinya dapat 2 moment yang begitu terbalik.”hah seohyun kemana lagi! “dumel yonghwa mencari-cari istrinya. “kau tunggu disini! Aku mencari seohyun dulu ke dalam” ujar yonghwa sambil memberikan kunci mobil ke soojung.
“ayo pulang sedang apa sih kau?” ujar yonghwa menarik tangan seohyun yang asyik melihat ke atas panggung. “hah itu kan anak kurang ajar itu?” ujar yonghwa menunjuk myungsoo yang memetik gitar diatas panggung. “dia itu myungsoo! Ya sudah ayo pulang” ujar seohyun yang gantian menarik tangan yonghwa tapi yonghwa tetap menatap ke arah panggung menikmati penampilan myungsoo dkk.
****
“kau ini memalukan sekali! Menembak pria diatas panggung” marah yonghwa setibanya mereka dirumah. “oppa sudahlah, soojungkan tadi Cuma menjawab pertanyaan sehun saja” ujar seohyun menenangkan yonghwa. “aku tahu,tapi apa harus dia menembak pria sialan itu, diakan bisa bilang iya atau enggak” marah yonghwa. Soojung diam. “apa kau bisu? Ayo jawab aku? Huh memalukan sekali kau ini,kakak ipar mu mengajar di sma mu tapi bisa2nya kau berciuman di depan umum seperti itu”marah yonghwa. “sudahlah oppa, besok baru kita bicarakan”ujar seohyun mendorong yonghwa ke kamar. “kau juga! Bisa2nya kau membelanya, kau tidak malu apa?”marah yonghwa ke seohyun. “yak oppa kau tenang dulu!”ujar seohyun kesal. “bagaimana aku bisa tenang,adikmu dicium orang diacara pentas seni untuk amal”ujar yonghwa meledak-ledak. “oppa!”teriak soojung. Yonghwa diam,seohyun juga. “kau lihat? Sekarang dia ngambekkn? Lagian bukankah waktu ku beritahu tentang sikap soojung kau bilang itu biasa ?”ujar seohyun kesal. “tapi tidak harus di depan umumkan? Apa dia tak menghargai aku sebagai kakaknya? Berani2nya dia menembak pria di depanku”ujar yonghwa masih emosi. “oppa kau ini benar2 egois! Saat ku bilang aku malu karena soojung sering dibicarakan di sekolah kau bilang itu tak masalah,kau bahkan menyuruhku mengabaikan teguran2 guru yang ditujukan untuk soojung tapi baru saja sekali kau lihat kau langsung marah seperti ini! apa kau tidak berpikir selama 3 bulan ini semalu apa aku?”tanya seohyun tajam, yonghwa terdiam. “kau memang egois tak mau mendengarkan orang lain”ujar seohyun meninggalkan yonghwa yang terduduk lemas di kasur.
****
“tok-tok-tok, soo boleh aku masuk”ujar seohyun mengetuk pintu kamar soojung. soojung membuka pintu dengan mata yang basah. Seohyun memeluk soojung,soojung balas memeluknya erat dan kembali menangis. “tenanglah semuanya akan baik2 saja”ujar seohyun menenangkan. “maafkan aku eonni”isak soojung. Seohyun merenggangkan pelukannya lalu menatap soojung dan menghapus air matanya. “kau tak melakukan kesalahan apa pun! Cinta memang seperti itu! Buta” ujar seohyun lembut. Soojung diam namun air matanya terus mengalir. “sudahlah! Semuanya akan baik2 saja! Bukankah seharusnya kau senang?myungsoo bilang’ aku menyukainya’ ”goda seohyun mencubit hidung soojung,soojung tersenyum namun kembali murung. “tapi oppa benar, aku tak tahu malu! Tak seharusnya aku menembaknya di depan umum”ujar soojung kembali menitikkan air mata. Seohyun memeluk soojung. “tak usah dipikirkan yang terpenting sekarang kau mendapatkannya! Kalau saja insiden itu tak terjadi mungkin sampai kapanpun kita takkan pernah tahu perasaan myungsoo bagaimana?”ujar seohyun membelai rambut soojung. “eonni maaf, kau pasti akan malu karena insiden ini” sesal soojung. “tak usah dipikirkan! Bukankah kau sudah membuatku malu bahkan sejak aku pertama jadi gurumu” canda seohyun,soojung tertawa tipis. “tenanglah semuanya akan baik2 saja, mungkin besok hingga seminggu ini orang2 kan membicarakannya tapi mereka juga akan segera lupa!”ujar seohyun menghapus bulir air mata soojung. “tapi oppa dan kau bertengkar karena aku” sesal soojung. “oppa mu hanya emosi! Besok dia akan baikan! Ayo kita tidur” ujar seohyun menarik soojung ke tempat tidur. “eonni tidur disini?oppa?eonni maaf” tanya soojung lalu kembali menangis. “kau ini selain keras kepala juga cengeng sekali! Eonni memang akan tidur disini malam ini,agar oppa mu bisa merenung! “ujar seohyun berbaring. “eonni aku menyanyangimu”ujar soojung berbaring lalu memeluk seohyun. “aku juga” ujar seohyun balik memeluk soojung.
*****
“dasar gadis tak tahu malu?tak punya harga diri?”ejek salah satu siswa saat soojung ke kantin. “huft murahan ,berciuman di depan umum!” ejek yang lainnya lagi. soojung memegang minumannya erat dan air matanya mengalir deras,jinri yang datang bersamanya memegang pundak soojung mencoba untuk menenangkan gadis itu. “ sayang sekali cantik2 begitu murahan” ejek salah satu siswa pria sinis, membuat air mata soojung kembali menetes. Ia pun berlari meninggalkan kantin diikuti jinri, hingga soojung menabrak seseorang. Soojung dan orang itu saling menatap! Soojung kembali meneteskan air mata. Orang itu menatapnya tajam. Soojung berlari ingin meninggalkan orang itu namun ia merasa tangannya ditahan, soojung menoleh ke si pria lalu pria itu menarik tangannya kembali ke kantin. Soojung menarik tangannya menolak,namun orang itu tetap menariknya, jinri yang dari tadi dibelakang soojung pun tak berani bertindak apa2. Sesampai di kantin suasana kembali riuh mengejek soojung sampai orang itu memukul salah satu meja dan membuat keadaan menjadi hening. Ia menatap ke semua orang2 dengan mata yang tajam sedang soojung menangis dipelukan jinri. “mengapa kalian begitu merendahkan soojung? Bukankah aku yang menciumnya kemarin? Mengapa kalian tak bilang aku yang murahan?mengapa kalian menyalahkannya? Mengapa kalian mengejeknya? Apa sesuci itukah kalian hingga menghinanya seperti itu?”ujar myungsoo dengan tatapan tajam, orang2 di kantin diam bahkan pemilik kantin pun ikut diam, bukan karena takut namun lebih ke terkejut pasalnya pria itu tak pernah bicara sekasar dan sepanjang itu.” Apakah kalian tidak pernah berciuman? dasar munafik!” ujar pria itu lagi. “memangnya apa salahnya kami berciuman? Dia itu kekasihku! kalau aku tahu ada yang menghinanya lagi maka aku takkan membiarkannya” ujar myungsoo meremukkan kaleng minuman soda yang ada dimeja di depannya membuat orang2 bergidik ngeri terlebih tatapan membunuhnya.
“ayo!” myungsoo menarik tangan soojung. Jinri dan anak2 infinite masih terdiam memandangi pemandangan langka itu.
myungsoo membawa soojung ke atap sekolah. Sesampai di atap soojung masih saja diam,begitu juga dengan myungsoo ia bungkam namun tangannya masih menggenggam soojung erat. “maaf, gara2 aku kau seperti ini”ujar myungsoo akhirnya. Soojung menatap myungsoo,air mata masih membasahi pipinya. Myungsoo menghapus air mata soojung lalu tersenyum membuat soojung terdiam karena ini kali pertama ia melihat pria itu tersenyum setelah pertemuan pertama mereka digerbang sekolah saat soojung terlambat datang. “aku tak tahu kalau kau secengeng inii”ujarnya masih dengan senyumnya. Seolah terbius soojung ikut tersenyum. “begitu baru pacarku”ujar myungsoo mencium pipi soojung membuat soojung kembali terdiam. “kau ini!”ujar myungsoo tersenyum malu.soojung masih diam menatap myungsoo tak percaya. “kau kenapa? Apa kau marah? Maaf” ujar myungsoo menekuk wajahnya. Soojung tertawa terbahak-bahak membuat myungsoo mendongakkan wajahnya bingung. “ternyata ini nyata! Ah senangnya” teriak soojung riang membuat myungsoo tersenyum senang. “oppa kau benaran pacarku?”tanya soojung menatap myungsoo intens. Myungsoo terdiam sejenak lalu tersenyum dan mengangguk. “oppa,saranghae” ujar soojung memeluk myungsoo.
_____-
“heh cerita apa ini?”ujar suzy melempar naskah yang di pegangnya ke lantai . “yak kau!! mengapa kau membaca bukuku?” marah krystal melihat perbuatan suzy. “huh kau ini! bagaimana kau bisa diangkat jadi penulis kalau ceritamu sekacangan ini?” ujar suzy meremehkan. “kacangan kau bilang? Beraninya kau” marah krystal. “heh kau ini! tulisanmu kekanak-kanakan mana ada wanita bodoh seperti itu mengejar pria sampai sebegitu malunya?” ujar suzy tetap meremehkn krystal. “perempuan bodoh? Mengejar pria? Hah kau membaca diaryku?”ujar krystal marah. “diary? Jadi ini diarymu? Jadi gadis bodoh itu kau? Hahaha” ledek suzy makin menjadi-jadi. “yak kau ini! sudah membaca diaryku masih saja mengejekku! Dasar tak sopan”marah krystal mengambil buku tersebut dan kembali ke meja kerjanya.”aku mencintamu… aku mencintamu myungsoo oppa” ledek suzy. “yakk kau ini! kau keterlaluan!”marah krystal memukul suzy dengan diarynya tadi. “ah maaf2, aku minta maaf” ujar suzy memeluk krystal. “kau ini! selain keras kepala juga cengeng yah?” ledek suzy lagi. “yak suzy mati kau!!” ujar krystal mengejar suzy yang lari.
******
“ehmm cinta pertama mu unik yah” ujar suzy saat mereka tengah minum kopi di depan kantor mereka. “ehmm”ujar krystal tersenyum mngingat moment itu. “bagaimana kabar pria itu?” tanya suzy. “mungkin baik”jawab krystal tersenyum. “kau ini kenapa sih? Senyum2 dari tadi!apa kau masih mencintai pria itu?” tanya suzy menyeruput kopinya. Krystal tak menjawabnya malah senyumnya semakin merekah. “yak ingat kau sudah punya si L, kau jangan macam2! “ujar suzy kesal,namun krystal tak menanggapinya dan terus tersenyum. “kau ini! L itu sudah sangat baik padamu! Mengantar jemputmu, bahkan terkadang dia juga menemani kita observasi lapangan padahalkan dia juga sibuk dengan tugasnya!”omel suzy lagi namun krystal masih saja tersenyum gak jelas sambil sesekali meniup kopinya lalu menyeruputnya. “kau ini! bukankah kau dulu pernah merasakan bagaimana terlalu menggilai seseorang dan sekarang kau digilai L, seharusnya kau membalasnya dengan baik! Apa kau mau mencium si L nanti saat pameran?” sindir suzy. “hahahaha” soojung tertawa. “hey kau kenapa? Diingatkan malah tertawa” ujar suzy. “hahahah ternyata roda memang berputar” ujar krystal tersenyum. “memang iya, kalau tidak mana ada siang dan malam?”ujar suzy menanggapi ucapan krystal serius. “kau ini!maksudku kisah cintaku” ujar soojung menatap jendela dari kejauhan tampak pria yang tengah berlari di tengah hujan tanpa payung dengan wajah khawatir.”oh itu! Iya kau benar! Dulu kau yang mengejar pria dengan begitu gigih,sekarang kau yang dikejar si L , kau beruntung di kejar fotografer handal sepertinya! Seharusnya kau terima saja,kasihan dia”ujar suzy. “hahaha” krystal kembali tertawa. “kenapa kau tertawa!? Hah itu L kan? Mengapa ia hujan2an seperti itu?”tanya suzy bingung. “muka mu benar2 lucu suzy!” ujar krystal masih tertawa. “yak kau mengapa mengejekku! Kau ini yah!” ujar suzy ingin memukul krystal namun tangannya ditahan L. “kau tak boleh memukul krystalku” ujarnya marah lalu duduk disamping krystal. “yak kau ini! menyesal aku membelamu tadi! Seharusnya ku biarkan saja dia berkhayal tentang cinta pertamanya” dumel suzy. Namun bukannya marah L malah tersenyum memandang krystal, krystal balik menatapnya lalu tersenyum. “yak kau ini! mengapa kau tersenyum seperti itu seharusnya kau khawatir dia itu sedang memikirkan pria cinta pertamanya! Bahkan tadi aku membaca diarynya semua tentang pria itu” ujar suzy ngotot namun L malah melebarkan senyumnya mengusap pipi krystal. “yak kau! Malah bermesraan di depanku” ujar suzy ngambek menyuruput kopinya. “makasih yah sayang! Aku tak menyangka kau masih mengingatnya! Maaf yah waktu itu aku cuek dan membuatmu malu” ujar L memeluk krystal. Krystal tersenyum penuh makna, sedang suzy bingung dengan arah pembicaraan L. L berdiri ,ia memukul meja dan membuat semua mata orang2 di kedai kopi yang saat ini tengah ramai karena hujan deras tertuju ke arahnya. “maaf tuan2,nyonya2 mengganggu waktu anda sebentar!”ujarnya lalu tersenyum ke arah krystal.” Aku ingin mengatakan pada kalian semua kalau aku mencintai seorang gadis” ujar L lantang. “heh pria bodoh” guman suzy geleng2 kepala. “ soojung aku mencintamu, would you marry me?” ujarnya membungkukkan badannya di depan krystal yang duduk anggun sambil mengadahkan sebuah cincin berlian putih membuat seisi kafe ribut dengan sorak2 pengunjung. “terima2” ujar para pengunjung. Krystal berdiri, mengambil cincin tersebut dan memeluk L yang masih dalam keadaan berlutut membuat kafe semakin riuh. L berdiri menatap soojung tajam. “ I would myungsoo oppa” ujar krystal membuat keadaan di situ semakin heboh tapi kecuali suzy yang masih bengong karena dia baru meyadari sesuatu .
-hahahah ternyata roda memang berputar?, makasih yah sayang! Aku tak menyangka kau masih mengingatnya! Maaf yah waktu itu aku cuek dan membuatmu malu, soojung aku mencintamu, would you marry me?, I would myungsoo oppa. “hahaha” suzy tertawa. Membuat orang2 di kafe tsb memandanginya. Sedang L dan krystal tersenyum padanya. “yak kau ini ! pantas saja dari tadi kalian senyum2 saja saat aku mengungkit cinta pertama krystal! Heh ternyata pria itu kau!” dumel suzy. “salah sendiri kau tak menyadarinya” ujar krystal mengejek suzy. Suzy ingin memukul krystal namun lagi2 tangannya ditahan L. “sudah berapa kali ku bilang jangan pukul krystalku” ujar L menatap suzy tajam. “ah jadi ini tatapannya itu! Ehmm krystal apa sekarng kau bisa menafsirkan tatapan myungsoo oppa mu ini?” sindir suzy. “tentu saja bisa, tatapannya ke kau tadi tanda tak suka, kalau ini tandanya dia mencintaku”ujar krystal membalas tatapan L ke dia. “ hahh roda cinta kalian memang berputar” ujar suzy tertunduk lemas.
End

Advertisements

KYUHYUN (SUPER JUNIOR)- IN GWANGHWAMUN (1ST MINI ALBUM)

madewblue

Release Date: 14 November 2014

KYUHYUN 1ST MINI ALBUM

  • Price: $19
  • 1 Random Poster included (while stocks lasts/ 2 designs available)

Tracklist:

1. 광화문에서 (At Gwanghwamun)
2. Eternal Sunshine
3. 뒷모습이 참 예뻤구나 (At close)
4. 이별을 말할 때 (Moment of farewell)
5. 사랑이 숨긴 말들 (One confession)
6. 깊은 밤을 날아서 (Flying, deep in the night)
7. 나의 생각, 너의 기억 (My thoughts, Your memories)

View original post

We Love Each Other

We Love Each Other
Cast : Krystal, Myungsoo,Jiyeon,seungho,Suzy,Minho

Cinta
mencintai itu apa adanya! Kau tak perlu sempurna untuk membuatnya mencintaimu kau hanya perlu ada untuknya maka ia akan mencintaimu karena sesungguhnya cinta itu saling mengisi satu sama lain sama seperti rumah yang diisi manusia agar tak sia2 begitu juga dengan manusia yang menempati rumah agar mereka bisa berlindung dari panas terik dan dinginnya hujan.

Author pov
Lantunan lagu just the way you are dari Bruno Mars tak juga mampu membuat gadis remaja itu memejamkan mata,padahal biasanya ia akan segera terbang ke alam mimpi bersama alunan nada2 merdu dari sang solois terkenal tersebut. Pikirannya terus terusik dengan kata2 yang dilontarkan Jinri. Jinri adalah sahabat gadis remaja yang bernama soojung itu. Sudah seminggu ini sahabatnya itu terus bertanya apakah soojung benar2 mencintai myungsoo pacar soojung. Awalnya soojung mengira itu hanyalah angin lalu namun satu fakta yang dilontarkan sahabatnya itu sontak membuat gadis itu uring2an tak jelas. “aku ragu kau mencintai myungsoo! Bagaimana mungkin kau tak marah, cemburu ke suzy yang terus menempeli pacarmu itu?”tanya jinri awalnya. “entahlah “jawab soojung cuek. “Menurutku kau tak mncintainya, bagimu myungsoo tak lebih dari sahabatmu ,hanyalah pelindung mu saja! Kau dan dia sama2 bodoh kalian mengira karena kalian saling membutuhkan maka kalian pikir itu cinta. Mana ada orang yang berpacaran dari usia 5 tahun? Kalian terus bersama karena kalian merasa sudah terikat satu sama lain.” itu lah kata yang dilontarkan jinri dan menusuk tepat di ulu hati soojung. Karena semua yang dikatakan jinri tepat adanya. baginya myungsoo itu sosok pahlawan yang akan selalu melindunginya,teman ia berbagi suka dan duka,pacar masa kecilnya hingga kini,dan orang yang paling ia butuhkan setelah ibu dan sica kakaknya. Dan ia terus bersama myungsoo karena ia dan myungsoo sama2 percaya bahwa mereka soulmate sehidup semati. Dan ia percaya bahwa ia dan myungsoo saling mencintai tapi itu sebelum jinri mengucapkan dugaannya yang merupakan fakta besar baginya. Ya soojung menyebutnya fakta karena dugaan jinri itu tak hanya ia yang melontarkan bahkan sica kakaknya pernah bertanya hal itu namun waktu itu ia hanya mengira kakaknya bercanda namun kini semua itu terasa nyata. Ia dan myungsoo memang berpacaran namun tak ada yang spesial dari hubungan itu selain kisah kasih yang terjalin dari usia 5 tahun. Tak ada panggilan sayang layaknya pasangan kekasih lainnya,tak ada kencan pada sabtu malam,tak ada hadiah pada anniversary hubungan mereka yang ada hanya hadiah pada ulang tahun masing2 mereka itupun karena memang seharusnya. Selain itu sikap myungsoo yang dingin dan tak banyak bicara serta soojung yang cuek tlah melengkapi hambarnya hubungan mereka. ia bingung,ragu dan cemas. Ia ragukan bukanlah perasaannya ke myungsoo yang bagaimana? Tapi bagaimana perasaan myungsoo padanya?. Apakah myungsoo juga sama seperti dia yang hanya merasa ini sebuah keterikatan saja yang harus terus mereka jalani? Atau myungsoo benar2 mencintainya? .pertanyaan itu terus menghujani pikirannya layaknya tumor akut yang hampir membunuhnya. Ia tak takut bila myungsoo tak mencintainya toh dia juga tak mencintai pria itu. Yang ia takutkan kalau ternyata pria itu mencintainya, ia tahu myungsoo memang tampak dingin,tegar dan kuat namun disisi lain pria itu sangat lemah terlebih setelah kakaknya meninggal. Dan soojung tak mau myungsoo lemah karena patah hati mengetahui fakta yang ia rasakan karena baginya kesedihan myungsoo kesedihannya juga. Dan terasa air mata kini tlah memenuhi pipinya dan selang beberapa detik kemudian gadis itu tertidur pulas karena lelah berperang dengan hati dan pikirannya.
*****
myungsoo pov
Tak tahu kenapa malam ini aku terus mengkhawatirkan kata2 yang dilontarkan sungkyu,kata yang mampu membuatku mati sejenak lalu bangkit kembali. “apa kau mencintai soojung?” tanyanya santai namun tersirat maksud yang tak ku mengerti. Bukan hanya sungkyu saja yang bertanya seperti itu sebelumnya sungyeol dan hoya pun kerap meledekiku seperti itu karena sikapku yang dingin dan tak romantis pada soojung. Semua berawal sejak aku masuk ekstrakurikuler drama dan sejak itu aku dekat dengan suzy. Aku yang biasanya duduk satu meja dengan soojung kini duduk semeja dengan suzy,aku yang biasanya pulang bersama soojung kini dengan suzy,saat ke kantin, ke perpustakaan semuanya terpantri pada suzy namun aku dan soojung tak memasalahkannya karena kami sama2 tahu ini hanyalah kesibukan mejelang kompetisi tahunan drama SMA sekorea. Namun rumor aku dan dia putus kencang terdengar disekolah,terlebih soojung yang masuk kelas musik dan dance dekat dengan minho partnernya di kelas itu, yah mereka di dapuk untuk mengikuti kompetisi dance seSMA tahun ini. intesitas kedekatan mereka pun tak kalah dengan ku dan suzy namun mereka masih sedikit terbatas karena minho dari kelas berbeda dari soojung sedangkan aku dan suzy kami satu kelas jadi setiap ada waktu luang kami selalu menggunakannya untuk membahas drama kami. Karena itulah sungkyu sering menyikut lenganku tiap kali aku ngobrol terlalu serius dengan suzy dan mengabaikan soojung yang memaggilku,atau aku yang fokus memerankan peranku di drama bersama suzy dan mengabaikan soojung yang menontonku. Gadis manja dan cuek itu tak pernah protes ataupun marah,namun sungkyu bilang “ia tak marah bukan berarti dia tak kesal atau marah, dia hanya mencoba mengerti terkecuali ia tak menganggapmu pacarnya ,humm mungkin kalian hanyalah shabat dalam cinta atau memang kalian memang benar2 tak saling mencintai karena ku lihat kalian asyik dengan dunia kalian sendiri dan saling mengabaikan pasangan kalian, mungkin memang benar cinta masa kecil itu hanyalah bualan semata! “. Aku mencoba mencerna ucapan sungkyu dan kini aku stuck di keraguan yang mendalam. Apa benar aku tak mencintai soojung? Apa benar kami berdua hanya terjebak dalam cinta yang ternyata persahabatan? Aku tak perduli jawabannya kalau aku yang tidak mencintai soojung karena aku menyayanginya dan itu cukup bagiku untuk bersamanya. Namun bagaimana bila soojung mencintaku dan ia tahu aku tak mencintainya? Ia akan sangat terluka, gadis manja itu takkan mau terus bersamaku karena dari kecil ia selalu berharap menjadi princess yang bertemu pangeran yang mencintai nya sepenuh hati. Soojung….,ku buka jendela kamarku yang berhadapan langsung dengan jendela kamarnya dan kini lampu kamarnya menyala sepertinya gadis itu belum tertidur,apa ia lupa menaruh mp3nya dimana? Karena aku tahu gadis itu takkan bisa tidur tanpa mendengar alunan suara merdu bruno mars penyanyi favoritnya. Tapi tak berapa lama kemudian lampu kamarnya mati dan itu pertanda ia sudah tidur dan aku harus segera tidur agar tak terlambat pergi ke sekolah bersamanya.
_ _ _
“kring….kring..” bunyi alarm membangunkanku. Aku pun bergegas mandi karena aku tak mau terlambat bertemu soojung aku ingin memastikan apakah aku dan dia saling mencintai atau tidak.
setelah selesai mandi aku segera memakai seragam sekolahku ,lalu melesat ke rumah yang tiga kali lebih besar dari rumahku dan tepat di depan rumahku.
“pagi momy!” sapaku ke ibunya soojung. “myung! Sudah lama tak melihatmu” ujar ibu soojung tampak terkejut dengan kehadiranku. “ah iya mom,aku sibuk! Apa soojung ada?” tanyaku sambil menggaruk kepalaku yang tak gatal. “hahaha kau ini! pastinya dia ada bahkan dia belum bangun! Sudah sana bangunin dan segera turun untuk sarapan” ujarnya geleng2 kepala.tanpa menjawab aku pun segera menuju lantai dua dimana kamar gadis manja itu berada namun langkahku terhenti sesaat mendengar suara ayah soojung. “itu myung?” tanyanya heran. “iya” jawab ibu soojung singkat. “dady kira 2 bulan tak kesini mereka benar2 sudah berakhir! Ternyata cinta masa kecil mereka bertahan lama dari yang dady bayangkan”ujar ayahnya santai namun membuatku kesal. Ya aku kesal mengapa orang2 selalu meremehkan hubunganku dan soojung? Memangnya salah bila aku dan soojung berpacaran dari usia 5 tahun? Dengan jengkel aku masuk ke kamar soojung. Gadis itu masih tertidur pulas dan sayup2 terdengar alunan lagu just the way you are bruno mars. Aku segera mengambil tempat disamping gadis itu dan mencoba membangunkannya dengan cara mnggoyang2kan badannya. Badannya pun bergeliat manja seperti ulat bulu. “hoammm….momy sebentar lagi krystal masih ngantuk” ujarnya manja dengan mata terpejam. Aku terus menggoyang2 tubuhnya tanpa bersuara,dengan sedikit malas soojung pun terduduk,namun matanya membulat sesaat dia melihat aku di depan matanya. “myung?? “ujarnya kaget. “ehhmmm…,cepat mandi dan turun sarapan, aku tak mau terlambat pagi ini “ ujarku cuek berjalan ke arah lemarinya mengambil seragam yang akan ia pakai hari ini,memilih aksesoris yang akan ia kenakan menyusun buku2nya yang berserakan dan memasukkan ke tasnya,ini adalah kebiasaan dua bulan yang lalu sebelum aku sibuk dengan drama romeo julietku. Setelah selesai aku berniat turun ke lantai bawah menunggu soojung selesai dan sarapan bersama keluarganya namun langkahku terhenti saat menyadari gadis itu masih duduk diam diatas ranjang sambil terus memandangiku. “soojung cepatlah mandi! Kalau tidak aku akan meninggalkan mu!” ancamku lalu pergi.
*****
author pov
soojung masih saja bengong setelah myungsoo benar2 hilang dari pandangan matanya. Gadis itu bagai terkena sihir tadi melihat myungsoo melakukan rutinitasnya dua bulan yang lalu sebelum pria itu sibuk dengan dramanya. Ia bengong bukan hanya karena myungsoo tiba2 melakukannya kembali melainkan ia kembali terusik dengan pertanyaan2 tadi malam yang mengganggu tidurnya. “krystal! Kau belum bersiap juga! Myungsoo sudah menunggu di bawah” ujar sica kakak soojung membuyarkan lamunannya. Gadis itu pun segera melesat ke kamar mandi dan bergegas bersiap tak tahu mengapa seperti ada spirit baru yang membuatya semangat hari ini. selesai berdandan gadis itu turun ke lantai satu rumahnya. Di meja makan tlah duduk ayah,ibu,sica dan myungsoo. Ia lalu mengambil tempat duduk di samping myungsoo.
“apa dramamu sudah selesai?”tanya sica ke myungsoo. “belum nunna” jawab myungsoo datar. “ehmm..ku kira sudah selesai karena setahuku sejak kau sibuk dengan kegiatan barumu itu kau mengabaikan adikku dan membuatku repot membangunkan dan menyiapkan kebutuhannya tiap pagi”jawab sica ketus. “sica mengapa kau bicara seperti itu, lagian membangunkan dan meyiapkan kebutuhan adikmu itu adalah tugasmu bukan myungsoo”ujar ibu soojung bijaksana. “ah iya aku tahu,hanya saja ku kira mereka putus” jawab sica santai membuat soojung membulatkan matanya kearah kakaknya yang asal bicara. “yak krystal mengapa kau menatapku seperti itu,aku kan hanya menyampaikan isi kepalaku”ujar sica polos ,lalu pergi. “dady,momy, myung. Aku pergi dulu” pamitnya. Lalu mereka pun melanjutkan sarapan mereka tanpa ada yang berbicara lagi.
****
krystal pov
sesampainya aku dan myungsoo disekolah keadaan menjadi sedikit heboh dimana semua orang tlah berspekulasi bahwa aku dan dia sudah putus. Di kelas kami pun tak kalah hebohnya,terlebih saat myungsoo meminta jinri kembali ke mejanya dan ia duduk semeja denganku seperti awal kami masuk sekolah. Bisik2 tak terelakkan tak hanya dari teman2 tapi juga dari jinri dan sungkyu sahabatku dan sahabat myungsoo namun aku tak perduli dan sepertinya myungsoo juga tak memasalahkannya. Dan saat istirahat pun myungsoo mengikutiku ke kantin bersama,dia juga mengikuti ke perpustakaan. “myung kau tak latihan drama?”tanyaku heran karena setahuku teman2 lain yang terlibat dalamnya sudah pergi berlatih. “ani” jawabnya ktus,fokus pada buku yang dibacanya. “teman2 mu sudah pergi,suzy juga “ ujarku mengingatkan. “aku sudah selesai berlatih,guru park juga memuji aktingku,jd buat apa aku berlatih lagi”jawabnya cuek. “ehmm ya sudah,aku hanya heran saja biasanya kau sangat bersemangat pergi latihan.”ujarku ketus dan kembali fokus ke bukuku.
****
myungsoo pov
sudah seminggu ini aku kembalikan melakukan rutinitasku bersama soojung namun itu tak juga bisa menjawab pertanyaan yang terus terpantri di otak. Apakah aku dan soojung saling mencintai? . yang ada aku semakin bingung,soojung sudah tak semanja dulu lagi,kini ia bisa ke kantin ,perpustakaan, pergi dan pulang sekolah sendiri,ia juga tak membutuhkan aku lagi untuk menemaninya berbelanja dan kini aku sadar aku dan soojung sudah semakin jauh,pantas saja orang2 mengira aku dan dia putus. Dan kini aku harus kembali fokus pada dramaku yang akan tampil dua hari lagi,dan pastinya ini akan membuat aku dan dia semakin jauh.

soojung pov
“soojung apa kau sudah tau jawabannya?”tanya jinri saat aku tengah asyik memakan pie apple pemberian minho. “jawaban apa?”tanya ku heran. “jawaban apakah kau mencintai myungsoo?” tanyanya membuatku diam terpaku. “soojung…,kau belum yakin ya?” tanyanya cemas. “ehmm…,kau benar tapi mengapa kau bertanya seperti ini terus? Apa kau menyukai myungsoo?”tanyaku mulai curiga. “ah itu…aku hanya ingin tahu saja” jawabnya gugup membuatku semakin curiga. “ehmm….,kalau begitu ya sudah”jawabku. “ya sudah apa?”tanyanya penasaran. “ya sudahlah aku malas memikirkannya semakin aku pikirkan semakin pusing”ujarku jujur. “ehmm…urusan cinta memang memusingkan” ujarnya murung. “maksudmu?”tanyaku bingung karena setahuku sahabatku ini tak pernah ada masalah dengan cinta. “ah itu….,aku hanya asal bicara” jawabnya gugup. “ayolah jinri,aku ini kan sahabatmu,aku selalu menceritakan semua masalahku padamu”ujarku membujuknya. “tidak ada yang penting” ujarnya menghindar.”baiklah kalau begitu,kau tak usah berteman lagi denganku! Aku tak mau berteman dengan pembohong” ujarku beranjak pergi pura2 marah, ia menahan tanganku. “iya.. aku akan cerita” ujarnya pasrah. “ya sudah ayo cerita”ujarku menepuk punggungnya. “tapi kau takkan marahkan?”tanyanya ragu. “ehmm..”ujarku mengangguk. “aku menyukai minho”ujarnya menundukkan wajahnya membuatku bingung. “kalau kau menyukai minho mengapa kau menanyakan aku mencintai myungsoo atau tidak inikan tak ada hubungannya?”tanyaku . “iya,tapi ku pikir kau dan minho ada sesuatu” tanyanya murung. “maksudmu?”tanyaku tak mengerti. “apa kau sepolos itu?”tanyanya kesal. “kau ini kenapa sih?”tanyaku ikut kesal. “minho itu menyukaimu” ujarnya kesal mengacak2 rambutnya sendiri. “iya aku tahu dia menyukaiku ,lalu?”tanyaku tak mengerti. “ya ampun soojung,kau ini benar2” ujarnya tambah kesal. “kau kenapa sih?”tanyaku semakin pusing saja. “minho menyukaimu! Kalau kau tak mencintai myungsoo ada kemungkinan kau dan minho menjalin hubungan terlbih belakangan ini kau sangat dekat dengannya” ujarnya murung. “ehmm…itu! kau ini ku kira apa? Minho memang menyukaiku tapikan sebagai partner dance saja” ujarku cuek. “apa kau yakin?” tanyanya lagi. “ya ampun jinri,aku yakin”ujarku yakin. “ehmm,,, syukurlah! Ternyata aku masih ada kesempatan” ujarnya riang. “heh kau ini!”ujarku kesal. “kalau begitu bantu aku dekat dengannya” ujarnya riang. “hah?? “tanyaku .. “aku tidak mau tahu kalau kau memang temanku kau harus bisa mendekatkan ku dengannya” ujarnya mengancamku. “ya sudah,pergi saja kau sana!” ujarku malas. “soojung… kau!”ujarnya memukul2 lenganku. “yak jinri! Mengapa kau memukulku”ujarku marah. “kau kan bukan temanku jadi aku mau membunuh mu” ujarnya kesal. “ya sudah bunuh saja,dan aku akan menghantuimu”ujarku ikut kesal. “soojung” ujarnya memandangku tajam. “ahh…iya2 nanti ku usahakan” ujarku malas. “ehhmmm begitu baru sahabatku”ujarnya senang. “iya tapi gara2 kau aku jadi pusing memikirkan perasaanku ke myungsoo” ujarku kesal. “maaf soojung,tapi itukan salahmu sendiri masa perasaan seperi itu saja sulit sekali bagimu mengetahuinya”ledeknya. “ya kau memang pernah di posisiku?”tanyaku kesal. “aku memang tidak pernah pacaran selama kau 15 tahun! Tapi aku selalu tahu kalau aku itu suka,cinta atau tidak pada pasanganku! Ehmm sepertinya kau benar2 payah”ujarnya pergi meninggalkanku begitu saja.
*****
author pov
saat ini anak kelas drama sedang bersiap2 untuk berangkat menuju tempat kompetisi drama,myungsoo tampak ribet dengan kostum kerajaannya begitu juga dengan pemain yang lain. Soojung tampak disana sedang memperhatikan myungsoo yang kerepotan. “eh soojung, sana bantu myungsoo” tegur jinri .”ah biar sajalah,disanakan banyak orang” jawabnya ketus. “kau ini pacarnya bukan sih?”ujar jinri kesal. “mengapa kau bertanya seperti itu,,ku rasa selain keluargaku dan myungsoo kau lah yang lebih tau” ujarku kesal. “iya aku tahu,tapi kau ini benar2 aneh”ujarnya kesal. “ehmm… ya sudah aku pulang dulu yah”pamit soojung. “heh soojung! Kau tak melihat penampilan myungsoo?” tanya jinri bingung. “aku malas,lagian aku sudah pernah melihat dia berlatih ,aktingnya bagus” ujarnya malas. “ya ampun soojung kau ini pacarnya atau apa sih,bahkan teman2 sekelas kita saja sibuk mau melihat tapi kau…”ujar jinri geleng2 kepala. “baiklah aku pergi, tapi kau harus menemaniku” ujar soojung kesal. “aku memang ingin melihatnya kok” ujar jinri memeletkan lidahnya.
___
“soojung, kau tak membeli bunga” tanya jinri saat akan sampai gedung pertunjukan. “bunga untuk apa?”tanya soojung heran. “ya untuk myungsoo lah” ujar jinri . “myungsoo? Mengapa aku harus memberinya bunga?” tanya soojung pilon. “hehh…. kau ini memang parah! Kau itu pacarnya sudah sepantasnya kau memberikan dia bunga untuk menyemangatinya” ujar jinri kesal menghadapi kepilonan temannya. “ya sudah, ayo kita beli! Pak kita ke toko bunga dulu yah!” ujar soojung ke supirnya.
“jinri ,kita beli yang mana?”tanya soojung bingung. “mana aku tahu,kan pacarnya kau seharusnya kau tahu dia suka bunga apa?”jawab jinri sebal. “ya sudah aku tanya dulu” ujar soojung mengambil ponselnya berniat menghubungi myungsoo. “ehh soojung kau mau apa?”tanya jinri heran. “menelpon myungsoo” ujar soojung polos. “hehh… kau ini! bu kami pesan bunga untuk ucapan selamat “ujar jinri ke penjual bunganya.
_ _ _
satu persatu sekolah tlah menampilkan dramanya dan tibalah penampilan dari sekolah soojung. “soojung itu myungsoo !”ujar jinri menunjuk myungsoo yang sedang tampil di atas panggung memeluk suzy. “ehmm… “jawab soojung cuek.
“soojung,kau tak apa2kan?”tanya jinri khawatir saat diatas panggung myungsoo mencium suzy. “maksudmu?”tanya soojung fokus menonton. “tadi myungsoo mencium suzy?” ujar jinri heboh. “lalu?” tanya soojung menoleh ke suzy. “kau tak cemburu?” tanya jinri bingung. “cemburu untuk apa?”tanyanya sntai dan fokus pada penampilan sekolah berikutnya. “heh… kau dan myungsoo memang perlu dipertanyakan?” ujar jinri kesal. “maksudmu?” tanya soojung bingung. “kau dan dia berpacaran tapi tak seperti berpacaran, kalian aneh!”ujar jinri geleng2 kepala. “ahh berhentilah jinri kau membuatku kembali pusing memkirkan hal itu!” ujar soojung kesal.

“juara pertama di raih oleh Kyunghae high school,juara kedua shinwa high school dan juara ketiga Parang High school(sekolah soojung).
“huh kita hanya meraih juara tiga” dumel jinri. “ehmm” jawab soojung cuek.
“soojung itu myungsoo!”ujar jinri menunjuk myungsoo yang siap2 untuk pulang. “iya aku tahu”jawabnya acuh. “kalau kau tahu mengapa kau tak menyusulnya?”ujar jinri heran. “untuk apa?”tanya soojung sibuk memperhatikan sekitarnya. “ya ampun soojung! Cepat berikan bunganya ,tunjukkan pada semua orang kau itu pacarnya myungsoo,kau tak lihat banyak adik kelas yang menghampirinya”ujar jinri kesal. “oh iya,aku lupa”ujar soojung menepuk kepalanya lalu pergi menghampiri myungsoo dan meninggalkan jinri sendirian. “ehmm…,selalu saja meninggalkanku”dumel jinri menyusul soojung.
“penampilan oppa tadi sangat baik,maaf gara2 aku lupa naskah jadinya kita hanya memperoleh juara 3”sesal suzy yang menyadari dia melakukan kesalahan. “iya”jawab myungsoo kesal karena selama ini dia selalu berusaha membuat drama mereka sukses namun gagal hanya karena suzy lupa naskah. “apa oppa masih marah?”tanya suzy ragu dengan sikap myungsoo. “iya aku maafkan”ujar myungsoo terpaksa. “terima kasih oppa”ujar suzy memeluk myungsoo dan bersamaan dengan tibanya soojung dan jinri di dekat mereka.
“hemm…”jinri berdehem kesal. Suzy yang menyadari ada soojung dan jinri gelagapan dan langsung melepaskan pelukannya. “soojung maaf aku bisa jelaskan” ujar suzy takut soojung salah paham.”kalau kau tak mau orang salah paham mengapa kau memeluk myungsoo”ujar jinri marah. “sudah lah jinri, oh iya ini” ujar soojung memberikan bunga yang dibelinya ke myungsoo. “untuk ?”tanya myungsoo heran. “jinri bilang agar orang2 tau aku pacarmu”ujar soojung polos,walau sudah disikut jinri. “jinri mengapa kau menyikutku sakit tau!” marah soojung mengusap tangannya yang disikut jinri. “oh thanks”ujar myungsoo. “maaf aku permisi dulu” pamit suzy. “kenapa tidak dari tadi saja”ujar jinri ketus. “jinri kau kenapa ketus sekali ke suzy?”tanya soojung yang heran dengan sikap jinri. “kau ini memang! Dia memeluk pacarmu,tentu saja aku kesal! Memang kau tak kesal?” ujarnya tambah kesal. “ayo pulang”ujar myungsoo menarik tangan soojung sebelum soojung menjawab pertanyaan jinri. “yak tunggu aku!”ujar jinri sebal karena ditinggal myungsoo dan soojung.
****
“myungsoo apa kau mencintaiku?”tanya soojung saat ia dan myungsoo sedang duduk santai menbaca buku di bawah pohon mappel di samping rumah soojung. Myungsoo menatap soojung lalu kembali fokus ke bukunya. “ehmm.. kau tak tahu ya…?aku juga bingung! Sebenarnya aku dan kau itu saling cinta tidak sih?”tanya soojung lagi.myungsoo menarik nafas dalam bingung harus menjawab apa karena semua yang dipertanyakan soojung juga ingin dipertanyakan ke soojung. “jinri bilang kau dan aku lebih cocok sebagai sahabat, sica eooni bilang kita itu seperti putri dan pengawalnya, dady bilang aku dan kau seperti kakak adik, teman dance ku bilang…”ucapan soojung terpotong. “aku tak tahu” ujar myungsoo ketus. “mengapa kau marah? Aku kan Cuma bertanya”rajuk soojung. “maaf,aku juga pusing! Sungkyu dan teman2ku yang lain juga bilang seperti itu” ujar myungsoo. “huhh…” soojung menghela nafasnya. “kenapa?” tanya myungsoo. “aku kira kau tahu,aku sudah benar2 pusing sejak sebulan yang lalu gara2 ini!” ujar soojung kesal. “aku juga” ujar myungsoo membenarkan. “kita harus mengetahuinya,tapi bagaimana caranya yah?” ujar soojung garuk2 kepala. Myungsoo diam. Soojung menyikut myungsoo meminta ide,myungsoo menggeleng. “huhh….” keduanya menghela nafas bersamaan karena kesal. dua jam mencoba mencari cara untuk mengetahui perasaan mereka satu sama lain. “myungsoo…,bagaimana?” tanya soojung. “aku tidak tahu!” jwb myungsoo bingung. “apa kita cari di google saja? aku sudah mencobanya tapi sampai sekarang aku tak tahu” ujar soojung kesal. “apa kita tanya orang lain saja,tapi nanti hasilnya malah makin membingungkan! Bertanya ke dady,sica eonni dan teman dance ku saja sudah membuatku tambah pusing”ujar soojung tertunduk lemas. “huh…aku juga kesal,sudah sebulan ini aku berusaha menemukan jawabannya tapi aku tak menemukannya aku malah pusing,sungkyu bilang seperti ini,hoya bilang seperti itu, sungyeol begini, nana bilang begitu” ujar myungsoo ikut pusing. “ehmm…” ujar soojung mengiyakan. “soojung!”teriak jiyeon yang tiba2 muncul ditengah2 mereka. “jiyeon”ucap soojung biasa saja. “yak jung soojung! Kau ini cuek sekali,ini pasti karena kau kebanyakan bermain dengan ice man ini” ujar jiyeon memukul pundak myungsoo,myungsoo mendengus kesal. “hmm kalian sedang apa?”tanya jiyeon heran karena melihat banyak buku tentang cinta disekitar mereka. “kami sedang mencari jawaban” jawab soojung kembali membaca bukunya. “jawaban? Untuk apa?”heran jiyeon mengambil salah satu buku. “ pertanyaan yang menghantuiku dan myungsoo”jawab soojung tetap fokus ke bukunya.”ehmm”ujar jiyeon membuka asal buka yang dipegang dan membacanya.”apa aku mencintai myungsoo? Apa myungsoo mencintaku? Apa kami saling mencintai?”ujar jiyeon membaca secarik kertas yang terselip didalam buku tsb. “hahaha….”tawa jiyeon kemudian karena menyadari itu tulisan hati soojung. “myungsoo sepertinya soojung ragu pada hubungan kalian!”ujar jiyeon menyikut myungsoo. “aku juga” ujar myungsoo ketus.”apa? hahaha jadi ini yang kalian cari jawaban nya ,hahaha” tawa jiyeon semakin kencang. “mengapa kau tertawa, memang ada yang lucu?”ujar soojung kesal. “ya jelas saja lucu, kalian ini,bagaimana mungkin kalian berpacaran 15tahun tapi pertanyaan semudah ini saja tak bisa kalian jawab” ujarnya meledek.“maksudmu?” tanya soojung penasaran. “huh…, apa kau nyaman bersama myungsoo?”tanya jiyeon ke soojung. “iya”jawab soojung yakin. “kau myung?”tanya jiyeon ke myungsoo. “tentu” jawab myungsoo. “ya sudah,ini adalah tanda awal kalian saling menyukai” ujar jiyeon geleng2 kepala. “tanda awal? Memang ada tanda lainnya?” tanya soojung semakin penasaran. “tentu saja,jantung berdebar,rindu,kesal. Cemburu, percaya, marah dan banyak lainnya” ujar jiyeon. “wah jiyeonie apa kau membacanya di internet?” tanya soojung heran karena yang disebutkan jiyeon sma dengan tips yang dibacanya diinternet.” Internet? Enak saja kau!” ujar jiyeon tak terima. “lalu dari mana kau tahu,dari buku?” tanya soojung kepo. “dari pengalaman lah, aku inikan seorang pencinta sejati” ujar jiyeon percaya diri. “aku tidak yakin kaukan bodoh,bagaimana mungkin kau mengerti hal serumit ini aku yang pintar saja bingung” ujar soojung meremehkan jiyeon. “huh kalau tidak percaya ya sudah, tapi satu yang harus kau tahu cinta itu bukan soal pintar,tampan,ganteng ,kaya atau apalah melainkan ini” ujar jiyeon menunjuk dada soojung. “hati?” tanya myungsoo. “ehmm…,hati” ujar jiyeon percaya diri. “kalau begitu beritahu caranya agar kami bisa tahu apakah kami saling mencintai?” ujar myungsoo yang mulai percaya pada jiyeon. “ya myungsoo,kau tak usah percaya pada ulat bulu ini,dia itu hanya membual” ujar soojung mengingatkan myungsoo. “kau ini” marah jiyeon karena diremehkan soojung. “aku percaya padanya!” ujar myungsoo,soojung cemberut. “soojung apa salahnya sih kita mencoba, bukankah yang dikatakan jiyeon sama dengan buku2 yang kita baca” ujar myungsoo yang sudah jenuh mencari jawabannya dari buku. “ya sudah kau saja yang tanya! Aku tidak mau” ujar soojung gambek. “ehmm myungsoo ini juga salah satu tanda kalau soojung menyukaimu” ujar jiyeon . myungsoo menatap soojung dalam. Jiyeon menyikut myungsoo,myungsoo mendelik. “dan tatapan khawatirmu ini menandakan kau juga menyukainya” ujar jiyeon lagi. myungsoo pun semakin yakin pada jiyeon. “baiklah,sekarang beritahu aku apalagi selanjutnya” ujar myungsoo penasaran. “ehmm..”ucpan jiyeon terpotong. “jiyeon…, seunghoo sudah menjemputmu”panggil sica dari pintu. “ah iya eonni, maaf myung lain kali baru kita sambung! Heh sepupuku yang jelek aku pulang dulu yah! Kalau kau ingin tahu juga jangan sungkan bertanya” ujar jiyeon lalu pergi. “eh kalian! Apa tidak bosan dari tadi pagi disitu terus! Cepat makan! Ini sudah pukul 4 sore” marah sica ke soojung dan myungsoo. “jam 4 sore?” tanya mereka bersamaan karena terkejut . “huh kalian ini,sekarang aku percaya kalian ini berpacaran bagaimana mungkin kalian tahan tidak makan dan minum dari pukul 9 tadi “ ujar sica geleng2 kepala. Myungsoo dan soojung saling tatap dan bergegas bangkit menuju meja makan untuk makan.
*****
soojung mondar-mandir dikamarnya bingung. Ia bingung apakah dia harus bertanya ke jiyeon atau tidak! Di satu sisi ia tidak yakin dengan kemampuan sepupunya itu dan disisi lain ia tahu sepupunya itu sudah begitu mahir urusan cinta. Dan dengan setengah hati akhirnya ia menekan tuts hpnya menelpon jiyeon. “halo” ujar gadis diseberang sana.”jiyeon, aku” ujar soojung ragu. “kau kenapa? Cepatlah katakan aku sedang ribet sebentar lagi babyku datang” ujar jiyeon malas. Soojung yang kesal langsung mematikan sambungannya ke jiyeon.
tak berapa lama kmudian jiyeon menelpon soojung namun soojung enggan menjawabnya. Karena kesal atau penasaran akhirnya jiyeon mengirimkan sms ke soojung.
from : Jiyeon Pabo
jungie kenapa sambungannya putus? Apa pulsamu habis? Lalu mengapa kau tak mengangkat telponku?
lalu sms berikutnya masuk lagi
jungie, kau ingin bicara apa sih? Kau membuatku penasaran? Apa kau bertengkar lagi dengan sica eonni?
namun soojung tetap enggan menjawabnya.
mengapa tak kau balas juga? Ya sudah! Jangan hubungi aku lagi,kalau mau besok saja aku mau jalan dengan seungho ku dulu! Bye2
“siapa yang mau menghubungimu? Percaya diri sekali!”dumel soojung kesal.
****
“myung kau sudah tau jawabannya?”tanya soojung saat ia dan myungsoo belajar bersama di rumah myungsoo. “jawabannya ¾” jawab myungsoo santai yang mengira soojung bertanya soal mtk yang mereka kerjakan. “bukan ini!”ujar soojung kesal. “lalu? Ini?” ujar myungsoo menunjuk soal berikutnya. “ah… bukan soal mtk! Semuanya sudah ku jawab! Yang ku tanyakan apa kau sudah tau jawaban pertanyaan kita kemarin”rajuk soojung. “belum”jawab myungsoo datar. “belum? Bukankah kau sudah bertanya ke jiyeon?”ledek soojung. “aku belum bertemu dengannya jadi belum bertanya” ujar myungsoo cuek kembali mengerjakan soal2 mtknya. “mengapa tak kau telepon saja?”usul soojung. “aku tak punya no ponselnya” ketus myungsoo sibuk dengan rumus2 phytagorasnya. “aku punya apa kau mau?”tawar soojung. Myungsoo menatap soojung lalu menggelengkan kepalanya. “kenapa mnggeleng?”tanya soojung kesal. “kau bilang tak usah percaya pada jiyeon tapi mengapa sekarang kau sibuk menyuruhku “ujar myungsoo datar. “kau kan juga bilang tak ada salahnya mencoba”ujar soojung tak kalah ketus. “ehmm baiklah setelah aku selesai nanti ku tanya” ujar myungsoo. “kau lihat punya ku saja! Kau telpon lah dia aku penasaran”ujar soojung memelas. “baiklah mana no nya?”myungsoo mengeluarkan hpnya, soojung pun dengan cekatan menekan no jiyeon ke hp myungsoo.
“halo, park jiyeon disini, siapa disana” ujar jiyeon menjawab telepon dengan mentelnya.
“ini aku myungsoo” ujar myungsoo datar.
“myungsoo? Ada apa?” tanya jiyeon bingung karena tak biasanya pacar sepupunya ini mau menelponnya.
“aku mau bertanya soal yang kemarin” ujar myungsoo,soojung mendekatkan telinganya ke ponsel myungsoo.
“soal kemarin? Apa?” tanya jiyeon lupa.
“tanda2 aku mencintai soojung atau tidak” ujar myungsoo datar.
“hahaha…., jadi soal itu! Hahaha ku kira kemarin itu kalian bercanda!”ujar jiyeon.
“tuh kan sudah ku bilang anak ini tak serius” dumel soojung.
“itu suara soojung yah? Hahaha soojung! Akhirnya kau mengaku kalah juga” ujar jiyeon meledek.
“sudah matikan saja” ujar soojung kesal merebut ponsel dari tangan myungsoo.
“eh soojung tunggu dulu! Jangan kau matikan!” tahan jiyeon.
“kalau kalian ingin bertanya lebih lanjut,minggu depan datanglah ke rumahku akan ku beritahu dengan detail” tawar jiyeon.
“hah sudahlah kami tak percaya” ujar soojung kesal.
“kami akan datang”ujar myungsoo merebut ponsel dari soojung. Soojung menatapnya kesal namun myungsoo tak perduli ia kembali sibuk mengerjakan soal2 bangun ruangnya dengan teliti.
*****
‘ting tong ting tong’ bunyi bel dirumah jiyeon.
“soojung ,myungsoo” ujar jiyeon riang saat menemukan myungsoo dan soojung di depan rumahnya. “ayo masuk” tawarnya membuka pintu lebar lalu setelah mereka masuk dia menutupnya rapat.
“duduklah! Kalau mau minum ambil sendiri” ujarnya santai lalu duduk sambil bergelayut manja pada seungho yang sudah ada di rumahnya.
“bibi mana?” tanya soojung bingung karena tak biasanya rumah sepupunya ini sepi. “apa kau lupa? Eomma dan appa ku sedang berlibur ke hawai” ujar santai. “oh..”ujar soojung. “apa kalian siap!” ujar jiyeon berdiri. “siap?”ujar myungsoo dan soojung saling lirik. “ambil ini, dan jawab pertanyaan yang kami berikan” ujar jiyeon melempar papan tulis kecil dan spidol pada soojung dan myungsoo. “seung baby! “ujar jiyeon menatap seungho manja,seungho tersenyum. “1. apa kelebihan soojung/myungsoo,tulis keduanya” ujar seungho menatap mereka serius,keduanya pun menjawabnya dipapan mereka masing2. “2. Apa kekurangan kalian? Seperti tadi” tanya seungho lagi,keduanya pun menuliskan jawaban mreka serius. “apa hobbi kalian?,makanan favorit, film favorit etc” seungho terus bertanya soojung dan myungsoo menjawab semuanya serius dan baik. “oke mari kita buktikan” ujar seungho berdiri. “ji baby, ambil punya myungsoo” perintah seungho yang sudah mengambil papan soojung. Lalu mereka berdua mencocokkan jawaban soojung dan myungsoo,keduanya saling lirik tak percaya. Mereka pun membalikkan papan ke arah sojung dan myungsoo dan terlihat jelas jawaban yang ditulis myungsoo dan soojung sama persis hanya saja tulisan hanguel soojung lebih jelek. “oke ini baru 10 pertanyaan dasar mari dilanjutkan”ujar seungho dan hingga pertanyaan ke 50 pun mereka selalu menjawab sama sampai ke hal gila yang ditanyakan seungho dan jiyeonpun mereka menjawabnya sama seperti kapan tanggal soojung haid? Mereka serempak menjawab tak tentu sesuai siklus yang pasti 28 hari sekali. Apa merek cd myungsoo pun mereka juga mnjawab sama, membuat seungho dan jiyeon hanya bisa tersenyum bingung. “ huh kalian ini! aku rasa kalian tak perlu meragukan apa kalian saling mencintai atau tidak jelas2 kalian bisa menjawab semua pertanyaan dengan sama persis bahkan suami istri saja belum tentu bisa menjawab sedetail ini” ujar seungho menepuk tangan diikuti jiyeon. “kau hebat myung! Aku saja tak tahu brand sampo jiyeon ,dan kau tahu semuan soal soojung bahkan kapan dia menstruasi” ujar seungho geleng2 kepala. “lalu kalau kami saling tahu! Jawabannya apa?”ujar soojung penasaran. “huh…, kau percaya diri sekali bilang iqku lebih rendah darimu bahkan menyimpulkan hal begini saja kau tak bisa” ledek jiyeon. “apa? Maksudmu kami ini saling mencintai?” ujar soojung tak percaya menatap myungsoo,myungsoo pun melakukan hal yang sama. “ya iyalah hanya saja menurutku kalian perlu sesuatu yang hebat untuk menyadarinya” ujar seungho. “sesuatu yang hebat?” tanya keduanya serempak. “hemm…,” angguk seungho. “apa?” tanya soojung ingin tahu. “kau takkan tahu sekarang sebelum kau mengalaminya! Yang pasti jalanilah hubungan kalian seperti biasa tak usah perdulikan orang lain karena kalian yang merasakannya bukan mereka atau kami” ujar seungho memeluk jiyeon. Keduanya mengangguk. “oh iya, kalian sepertinya juga perlu romantisme sedikit” ujar jiyeon mengecup pipi seungho.keduanya saling tatap lalu garuk2 kepala. “mengapa kalian bengong disitu cepat pulang! Aku dan seungho mau pergi kencan!”usir jiyeon. “iya kami pergi” ujar soojung kesal. “yak soojung! Kau tak berterima kasih pada ku dan seungho” ujar jiyeon kesal. Soojung membalikkan badannya lalu menundukkan badannya 90 derajat. “terima kasih seungho” ujarnya lalu pergi. “terima kasih “ujar myungsoo mengikuti yang dilakukan soojung lalu pergi. “yak soojung kau tak berterima kasih padaku?” rengut jiyeon. “buat apa yang dari tadi berbicarakan seungho kau Cuma diam saja”ujar soojung dari luar pintu. “hehh…”dengus jiyeon kesal,seungho tertawa melihat tingkah jiyeon lalu mengusap kepala jiyeon mesra dan mengecup puncak kepala jiyeon. Jiyeon tersenyum.
****
“myung!”panggil soojung saat myungsoo akan masuk ke rumahnya. Myungsoo membalikkan badannya. “kau ingat kata seungho tadi?” tanya soojung. “yang mana?” ujar myungsoo bingung karena seingatnya seungho banyak bicara tadi. “jalanilah hubungan kalian seperti biasa tak usah perdulikan orang lain karena kalian yang merasakannya bukan mereka atau kami” ujar soojung persis mengcopy yang diucapkan seungho. “oh itu kenapa?” tanya myungsoo malas. “dan kau ingat yang dikatakan jiyeon setelahnya?” tanya soojung lagi. “romantisme” ujar myungsoo datar mengucek2 matanya ngantuk. “kau mengantuk?” tanya soojung. Myungsoo mengangguk. “ya sudah besok saja dibicarakan! Oh iya jangan datang membanguniku lagi besok “ pesan soojung. “heh kenapa?” ujar myungsoo menggaruk2 kepalanya. “aku akan bangun sendiri dan jangan bangun sebelum aku membangunkanmu! Ingat” ujar soojung. “hah? Apa kau gila? Kau mau kita terlambat?” tolak myungsoo. “aku akan bangun awal besok lihat saja! Dan jangan lupa pesan ku kalau tidak awas aku takkan mau bicara denganmu lagi”ancam soojung lalu masuk ke gerbang rumahnya yang sudah terbuka. “heh…”dengus myungsoo masuk ke dalam rumahnya.
*****
“kring..kring” bunyi beker soojung, dengan malas soojung terbangun. “huh berisik sekali sih”ujarnya malas melihat jam bekernya. “hah masih jam 5? Mengapa bisa aku menyetelnya sepagi ini seharusnya kan jam 6” ujarnya berniat kembali tidur, namun saat akan menarik selimutnya. “ah iya! Myungsoo”ujarnya langsung bergegas mandi dan siap2.
‘kring…kring’ bunyi beker myungsoo, ia pun terbangun dan bergegas mengambil handuknya namun matanya tertuju pada foto dirinya dan soojung yang terpajang di dinding kamarnya. “soojung! Aduh aku lupa kalau dia bilang akan membangunkanku! Tapi apa bisa inikan masih pukul setengah 6 tak mungkin dia bisa bangun sepagi ini! biasanya juga pukul 6 atau 7” ujar myungsoo ragu lalu masuk ke kamar mandi namun sedetik kemudian dia keluar. “kalau soojung nanti datang bagaimana? Ah aku balik tidur saja” ujarnya kembali tidur. “tapi bagaimana kalau dia belum bangun? Bisa2 kami berdua terlambat! Mana nanti upacara” ujar myungsoo ragu dan bergegas bangun namun suara di pintu kamar nya membuatnya kembali tidur.
“myung…. jangan bangun dulu aku datang” teriak soojung langsung menerobos masuk kamarnya. “hah… ternyata dia belum bangun” ujar soojung riang. “myung… ayo bangun” ujar soojung lembut menggoyang2kan tubuh myungsoo. Myungsoo pun pura2 bangun sambil mengucek2 matanya. “soojung! Ini jam berapa?” tanya myungsoo pura2. “pukul 05. 40, ah maaf myung aku telat membangunkan mu 10 menit” ujarnya manja. “oh iya tak apa! Aku mandi dulu” ujar myungsoo pergi ke kamar mandi.
“myung.., celana dalammu dimana? Aku tak melihatnya”tanya soojung saat dia menyiapkan keperluan myungsoo seperti yang biasa myungsoo lakukan. Myungsoo yang sedang sikat gigi tersedak, gadis itu bertanya mengenai barang pribadinya. “ah iya, dikamar mandi yah! Haha aku lupa! Myung aku turun ke bawah yah” ujar soojung riang.
“huh… anak itu mengapa bertanya soal celana dalam? Aku kan tak pernah melakukan hal itu padanya lagian ada apa sih dengannya kenapa sok lembut dan perhatian seperti itu” ujar myungsoo kesal.
“myung…, cepat makan nanti kita terlambat” ujar soojung saat myungsoo menuruni anak tangga. “tak biasanya soojung sarapan disini? Apa ada sesuatu?” tanya ibu myungsoo bingung. “tidak ada eomma, tapi mulai hari ini aku akan sarapan disini!”ujar soojung semangat. “oh” ujar ibu myungsoo tersenyum ramah. Mereka pun sarapan bersama bersama ibu dan ayah myungsoo dan setelahnya mereka berdua pergi ke sekolah menaiki bus bersama.
“biar aku yang bayar” cegah soojung saat myungsoo akan membayar ongkos bis mereka. lalu soojung turun dengan riang membuat myungsoo semakin bingung dengan perubahan soojung.
“kau kenapa?” tanya myungsoo menyikut lengan soojung. “aku? Tak ada” ujarnya riang membuat myungsoo menggaruk-garuk kepalanya bingung. “heh mengapa kau seperti ini? ini bukan kau?” ujar myungsoo kesal saat mereka hampir tiba di gerbang sekolah. “seperti ini?” pikir soojung sejenak. “ah itu, aku hanya ingin bertindak sebagai pacarmu saja!”ujar soojung riang lalu melangkah masuk ke sekolah,myungsoo mengikutinya. “maksudmu apa sih? Aku bingung” tanya myungsoo. “myung…, kau dan aku ini berpacaran jadi kita harus bertingkah seperti orang yang pacaran” ujar soojung lembut. “iya aku tahu tapi mengapa kau melakukan hal yang biasa ku lakukan?”ujar myungsoo . “ah itu, jinri pernah bilang padaku bahwa yang seharusnya membangunkan pacarnya itu adalah wanita bukan pria” ujar soojung sambil tersenyum lalu masuk ke kelas. “baik,soal itu aku terima tapi ongkos bis?” tanya myungsoo sinis. “ah itu! Wanita jugakan yang melakukan?” tanyanya yakin. “huh…, soojung dimana2 yang membayar ongkos bis itu pria” ujar myungsoo kesal. “hah yang benar?” tanyanya garuk2 kepala. “iya jadi berhentilah melakukan hal aneh! Ayo kelapangan upacara akan dimulai” ujar myungsoo menarik tangan soojung.
****
“jiyeon!!!”teriak soojung saat mengunjungi rumah sepupunya itu. “yak mengapa kau berteriak di rumahku? Apa kau tak tahu appaku di rumah?”tanya jiyeon kesal. “apa? Appmu di rumah?”tanya soojung terkejut. “hahaha wajahmu lucu sekali! Apa kau lupa appa dan eomma ku sedang pergi ke paris?”ledek jiyon. “yak kau ini!”ujar soojung kesal memukul lengan jiyeon,dan bukannya marah jiyeon malah menambah volume tawanya. “yak jiyeon berhentilah!” marah soojung dan dengan sedikit terpaksa jiyeon pun mengakhiri tawanya. “apa yang kau lakukan di rumahku?”tanya jiyeon bingung akan kehadiran sepupunya yang tak biasa itu selain itu ketidak hadiran myungsoo disamping gadis itu juga membuatnya bingung. “aku ingin menanyakan sesuatu padamu?” ujar soojung ketus. “apa? Ms genius ingin bertanya pada ms idiot?”ledek jiyeon. “yak berhentilah meledekku! Aku janji setelah kau menjawab pertanyaanku ini aku tidak akan pernah memanggilmu idiot lagi”ujar soojung mengangkat kedua jarinya berbentuk v. “ehmm baiklah! Penawaran yang menarik! Kau ingin bertanya apa?” tanya jiyeon duduk di kursi tamu tanpa mmpersilahkan soojung duduk. Soojung meliriknya tajam. “heh kau ini! silahkan duduk ms genius? Mau minum apa?” ujar jiyeon menyadari arti tatapan mata soojung. “aku mau es kosong” jawab soojung ketus. “heh kau ini! minta tolong pun masih saja ketus” ujar jiyeon berjalan ke dapur untuk mengambil minuman untuk soojung. “ini”jiyeon meletakkan botol minuman tepat di depan soojung kasar. “heh kau ini kasar sekali! Cemilannya mana?” ujar soojung. “hah kau ini! kau kan tahu ibuku sudah tak di rumah selama sebulan jadi persedian makanan di kulkas habis!” dumelnya, soojung diam menenguk air minumnya.
“cepatlah kau ingin bertanya apa?”ujar jiyeon kesal karena dari tadi soojung belum mengutarakan apa yang menjadi alasan soojung datang kerumahnya dan menggagalkan acara tidur siangnya yang sudah ia rencanakan untuk memimpikan seungho. “ehmm…. tapi kau jangan mengejekku yah?”ujar soojung mengancungkan jarinya ke muka jiyeon, jiyeon mengangguk. “apa saja yang dilakukan pasangan kekasih?”tanya soojung ragu2. “hahaha….”tawa jiyeon. “yak mengapa kau mentertawaiku” marah soojung memukul lengan jiyeon. “yak lepaskan tanganmu!”ujar jiyeon melepaskan tangan soojung. “hahaha,kau kan bilang jangan mengejekmu bukan mentertawaimu, hahaha” ujar jiyeon memegang perutnya sangking semangatnya tertawa perutnya jadi sakit. “heh kau ini! lalu barusan ini apa! Cepat jawab!!”teriak soojung. “ah maaf, hahaha…, maaf! Yang dilakukan pasangan kekasih jalan2,makan,nonton ”jawab jiyeon. “aku dan myungsoo juga melakukannya”guman soojung. “tentu saja diakan pacarmu! Kecuali kau melakukannya dengan taemin itu baru salah” ujar jiyeon geleng2. “memang apa bedanya?” tanya soojung. “kalau itu kau lakukan dengan myungsoo itu namanya kencan, dan kalau dengan taemin namanya perselingkuhan”jelas jiyeon. “oh..”ujar soojung manggut2. “ehmm lalu apa saja yang biasa dilakukan wanita untuk pacarnya?” tanya soojung lagi. “hey kau ini kenapa sih? Apa kau ada masalah dengan myungsoo?”tanya jiyeon heran. “tidak hanya saja, dia terus mendebatku saat aku melakukan sesuatu yang sering ia lakukan” jawa soojung polos. “ehmm seperti apa?” tanya jiyeon. “saat aku membayar ongkos bis dan makan” ujar soojung. “hahaha ya iyalah itukan memang pria yang melakukannya” ujar jiyeon geleng2 kepala menyadari kepolosan sepupunya yang genius itu. “lalu apa yang harus wanita lakukan?”tanya soojung lagi. “ehmm apa yah?aku juga kurang yakin! Ah iya seungho oppa sangat senang saat aku membawakan bekal buatanku untuknya” ujar jiyeon. “membawa bekal? Apa kau bisa membuatnya ? Ajari aku yah”pinta soojung. “maaf krys,aku tak bisa membuatnya sendiri waktu itu aku dibantu eomma ku”ujar jiyeon. Soojung pun menekuk wajahnya. “ah satu lagi, pria sangat senang saat wanita perhatian padanya!”ujar jiyeon,soojung menatapnya bingung. “huft! Perhatian seperti bertanya apa kau sudah makan? Sudah mandi,tidur yah hal2 seperti itu”jelas jiyeon. “ehmm pria juga senang kalau pasangannya cemburu tapi jangan berlebihan cukup sebagai tanda kalau kau mencintainya” ujar jiyeon dan ia kembali mendapat tatapan sama dari soojung. “cemburu krys! Iri! Marah!”jelas jiyeon kesal. Tapi soojung masih menatapnya penuh tanya. “saat myungsoo bersama wanita lain berpura-puralah kau marah,tapi jangan over” jelas jiyeon. Soojung manggut2. “lalu?”tanyanya lagi. “yak!! Kau kira aku dokter cinta apa?”ujar jiyeon kesal. “kalau kau mau tau tanya saja teman2mu atau sica eonni mereka pasti akan memberikan contoh yang lebih banyak” ujar jiyeon kesal. “ehmm baiklah, aku pulang! Bye” pamit soojung langsung keluar rumah jiyeon tanpa mengucapkan terima kasih. “heh dasar anak itu! Bisa2nya dia menyuruhku bersikap sopan padanya tapi apa yang dia lakukan? Aku sudah memberinya saran tapi berterima kasih pun tidak” ujar jiyeon geleng2 kepala kesal.
*****
“pagi eomma!” sapa soojung saat ibu myungsoo tengah asyik memasak sarapan di dapur. “eomma sedang masak sarapan? Aku bantu yah” ujar soojung. Ibu myungsoo tersenyum. “soojung ini masih pukul 5, mengapa kau datang sepagi ini! myungsoo akan bangun pukul 05.30” ujar ibu myungsoo heran dengan gelagat soojung belakangan ini mulai dari tiba2 datang tiap pagi membangunkan myungsoo serta sarapan di rumahnya padahal sebelumnya anaknya lah yang melakukan itu dan sekarang datang pagi2 buta dan ingin membantunya menyiapkan sarapan. “aku tahu, tapi aku ingin mmembantu eomma! Jiyeon bilang pacar wanita itu membuatkan bekal untuk pacarnya! Karena aku tak bisa membuat bekal jadi aku bantu eomma menyiapkan sarapan untuk myungsoo saja” ujar soojung tersenyum, ibu myungsoo pun tersenyum sebenarnya ingin tertawa tapi ia tak mau pacar anaknya itu malu. “memang krystal bisa membantu apa?”tanya ibu myungsoo bingung karena setahunya gadis cantik itu tak pernah bergulat dengan dapur. “apa yah? Aku juga tak tahu”ujar soojung bingung menggaruk2 kepalanya. “ya sudah bantu eomma cuci sayuran yah!” ujar eomma myungsoo soojung pun bergegas ke arah westafel dan mencuci sayuran namun ia masih saja bingung bagaimana melakukannya, ibu myungsoo pun mengajarinya dengan sabar. “krys, sudah setengah 6! Sana bangunin myung! Anak itu sudah keenakan sekarang karena kau bangunin setiap pagi dan tak mau bangun sendiri” ujar ibu myungsoo yang berkutat dengan omeletnya. “ehmm baik eomma,aku ke atas dulu yah” pamit soojung,ibu myungsoo tersenyum senang melihat pacar anaknya itu karena ternyata gadis itu lebih dari yang dia kira,selama ini dia memang tak membenci gadis itu tapi ia sempat berharap agar anaknya mendapatkan wanita yang lebih baik dari soojung. Tapi melihat soojung yang berusaha menjadi pacar yang baik untuk anaknya membuatnya yakin bahwa cinta masa kecil anaknya itu tak salah.
“myung bangun” ujar soojung menggoyang2 badan myungsoo agar bangun dan tanpa menunggu lama pun myungsoo terbangun karena sebenarnya pria itu sudah bangun hanya saja ia tak mau membuat soojung kecewa jadi dia pura2 tidur. Sebenarnya myungsoo masih tidak percaya dengan tingkah pacarnya itu walaupun itu sudah hampir sebulan ini rutin dilakukan soojung. “myung!”ujar soojung mengibas-ibaskan tangannya di mata myungsoo. “hoamm… ngantuknya” ujar myungsoo pura2. “ehm bangunlah, cepat mandi dan sarapan! Hari ini kita bersepeda ke sekolah” ujar soojung riang lalu keluar dari kamar myungsoo. Yah gadis itu tak lagi mau menyiapkan perlengkapan myungsoo lagi karena pacarnya itu menolaknya melakukan hal itu. “bersepeda? Heh ada2 saja” guman myungsoo lalu melesat ke kamar mandi.
“wah ada kakak ipar ternyata” ledek monsoo yang melihat soojung sibuk mengangkat makanan dari dapur dengan hati2. “yak monsoo, jangan bicara di meja makan” ujar ayah myungsoo.lalu tersenyum ke arah soojung tak mau calon menantunya itu kikuk. “heh…”dengus monsoo menyeruput susu putihnya kesal. Lalu myungsoo turun dan ia terkejut melihat soojung yang begitu canggung meletakkan sayuran yang dibawanya ke meja. “ soo apa yang kau lakukan?” tanya myungsoo heran lalu duduk di depan monsoo tempat ia biasa duduk. Soojung tersenyum kaku. “krystal tadi membantu ibu menyiapkan sarapan untuk kalian” ujar ibu myungsoo menjawab wajah khawatir anaknya. “tapi bu?” sela myungsoo. “myungsoo seharusnya kau senang pacarmu mau menyiapkan sarapan untukmu tanda ia siap menjadi istrimu kelak” ujar ayah myungsoo tersenyum. “tapi ayah dia tak biasa melakukan hal ini?” ujar myungsoo kesal.” Ehmm myung! Appa benar aku memang ingin belajar jadi istri yang baik untuk mu kelak” ujar soojung membuat myungsoo dan monsoo tersedak bersamaan. “apa nun? Kau ingin menikah dengan pria ini? apa kau tak salah? Kalian inikan masih sma?”ujar monsoo tak percaya. Soojung mengangguk yakin membuat ayah dan ibu myungsoo tersenyum. “hah? Kau ini! apa kau tahu kalau dia itu suka kentut? “ ledek monsoo. “aku tahu! Aku bahkan lebih duluan tahu dari kau anak kecil” ujar soojung mengacak2 rambut monsoo membuat monsoo kesal karena ia paling benci di sebut anak kecil meski ia masih berumur 12 tahun. “yak kau ini sok dewasa sekali! Aku itu lebih dewasa darimu! Aku bisa mengurus diriku sendiri sedang kau hanya bergantung pada pelayan di rumahmu”marah monsoo membuat soojung terdiam, ayah myungsoo yang menyadari itupun memukul kepala monsoo dengan koran yang dibacanya. “yak anak kecil! Jangan banyak bicara bukannya appa sudah bilang jangan bicara saat makan! krys ayo makanlah sarapanmu! “ujar ayah myungssoo mencairkan suasana. “iya krys kau tak usah dengarkan anak nakal ini, siapa bilang dia mandiri kau tahu bahkan kemarin dia kencing di celana” ujar ibu myungsoo sontak membuat semuanya tertawa kecuali monsoo. “hahaha… ternyata kau benar2 anak kecil” ujar myungsoo mengusap2 kepala monsoo, monsoo yang kesal menepis tangan myungsoo kasar dan bergegas pergi tanpa pamit. “heh anak itu! Benar2 kekanak-kanakan” guman ayah myungsoo senyum ke soojung, soojung membalasnya walau tidak enak hati karena kepergian monsoo yang kesal karenanya. “sudah jangan kau pikirkan anak kecil itu! Dia memang seperti itu bukankah kau sudah mengenalnya dari kecil” ujar ibu myungsoo menenangkannya,soojung pun tersenyum karena memang benar monsoo memang sangat sensitif apalagi kalau berhubungan dengan soojung.
****
“ayo” ajak myungsoo ke soojung namun gadis itu masih saja tak berkutik. “soo ayo pulang?”ajak myungsoo menarik tangan soojung namun soojung menepisnya membuat myungsoo bingung. “kau tak mau pulang? Ini sudah sore? Aku juga sudah selesai latihan?” ujar myungsoo bingung dengan sikap pacarnya itu. Soojung menatapnya tajam lalu berjalan meninggalkannya, myungsoo yang masih bingung pun berlari mensejajarkan langkahnya dengan soojung. “soo kau kenapa?”tanya myungsoo menahan soojung untuk tak terus berjalan. Soojung memandangnya sambil menghembuskan nafasya berat lalu kembali berjalan. “kau marah karena lelah menunggu yah?”tanya myungsoo,soojung tetap bungkam. “aku kan sudah bilang kau pulang saja duluan tak usah menungguku” ujar myungsoo ikut kesal namun tetap tak digubris. “yak jung soo jung! Kau kenapa sih?”kesal myungsoo. Soojung menatapnya tajam lalu tertawa. “hahaha wajahmu lucu sekali…, hahaha” ujar soojung memegangi perutnya. “yak mengapa kau tertawa?”marah myungsoo. “hahaha” tawa soojung. “kau gila ya? Tadi marah sekarang tertawa, kau knapa sih? “tanya myungsoo bingung. “hahaha… tadi aku memang mau marah karena melihatmu berpelukan dengan suzy tapi aku tak tahan melihat muka kesalmu yang lucu itu” ujarnya dengan tawa yang lebar. “hah? Maksudnya?”myungsoo garuk2 kepala bingung. “kau tahu jiyeon dan sulli bilang aku harus cemburu/ marah saat melihatmu bermesraan dengan wanita lain” jujurnya. “huh” myungsoo menarik nafas lega. “ku kira tadi kau marah kenapa? Ternyata Cuma pura2 marah” ujar myungsoo geleng2 kepala. “bagaimana? Aku sudah jadi pacar yang baikkan? Menyiapkan sarapan untukmu setiap hari, menunggumu pulang,aku juga cemburu saat kau dekat gadis lain? Kau senangkan?” ujar soojung sumringah. Myungsoo kembali menarik nafas. “kau ini!”ujarnya mengacak2 rambut soojung. “yak mengapa kau mengacak rambutku? Kau tahu tidak aku rela duduk ber jam2 di salon untuk mendapat rambut lurus dan indah seperti ini” rungut soojung. Myungsoo menatap soojung lalu membantu soojung merapikan rambutnya. “kau suka rambut lurusku kan? Aku cantikkan?” ujar soojung usai merapikan rambutnya, myungsoo tersenyum lalu kembali berjalan meninggal soojung. “yak myung tunggu aku!”ujar soojung mensejajarkan langkah mereka.
*****
“camera?” heran myungsoo saat tiba2 soojung memberinya sebuah kamera padahal ini bukan hari ulang tahunnya. “kau suka kan? “tanya soojung trsenyum sumringah. “tentu saja aku senang! Tapi dalam rangka apa kau memberikanku kado?” tanya myungsoo. “inikan hari valentine?” ujar soojung tersenyum.” Iya aku tahu,lalu?” ujar myungsoo yang masih belum mengerti. “myung! Vict eonni bilang saat valentine adalah waktu yang tepat untuk menunjukkan cinta ke pasangan dengan berbagi kasih sayang dengan pacar kita dan caranya memberikan kado yang dia suka atau impikan” ujar soojung riang karena ia tahu benar pacar kecilnya itu memang memimpikan camera SLR itu. “hemm terima kasih” ujar myungsoo datar. “hemm… tapi kau juga harus membalasnya pada white day nanti yah!” pesan soojung. Myungsoo mengangguk. Lalu mereka pun jalan2 di tengah hiruk pikuk kota seoul yang ramai dengan pasangan kekasih yang sedang merayakan hari kasih sayang tsb. “soo ini sudah pukul 10,kita pulang yuk” ajak myungsoo sambil menguap ngantuk. “ehmm… ayo” ujar soojung masih dngan senyum sumringahnya.
“soo aku pulang dulu yah selamat malam!” pamit myungsoo ke soojung saat mereka sudah di depan rumah masing2,lalu ia pun membuka pagar rumahnya namun tangannya di tahan soojung. “ada apa ?”tanya myungsoo sambil mengucek2 matanya dengan tangan kanannya sedang tangan kirinya memegang pintu pagar rumahnya. “cium aku” ujar soojung memonyongkan bibirnya membuat kantuk myungsoo hilang seketika. “myung cium aku” rengek soojung. Myungsoo membulatkan matanya menyadari bahwa yang ia dengar benaran. “kau kenapa? “tanyanya heran. “heh kau ini! aku sudah memberimu kamera! Bahkan untuk menciumku saja kau tak mau”rungut soojung. “menciummu? Aku?”tanya myungsoo menunjuk dirinya sendiri. “iya, kau kan pacarku! Jiyeon bilang saat seseorang mencintaimu dia akan mengekspresikannya lewat ciuman” ujar soojung. “tapi aku tak tahu bagaimana berciuman?” ujar myungsoo garuk2 kepala. “huh kau ini! seperti ini!” ujar soojung menemplkan bibirnya ke bibir myungsoo. Dan dengan segera melepaskannya saat ia merasa jantungnya berdetak sangat cepat seolah ingin melompat belum lagi pikirannya yang terbang kemana2 dan hatinya yang seolah dipenuhi bunga2 yang berguguran . soojung terdiam menatap myungsoo yang juga terdiam karena sebenarnya myungsoo juga merasakan apa yang dirasakan soojung, perasaan senang,khawatir itu menjadi satu menjalar menggrogoti jiwanya. Lalu sorot mata keduanya bertemu,saling memalingkan muka malu lalu kembali saling menatap dan tersenyum aneh. Bahkan myungsoo menggigit bibir bawahnya merasakan bekas sapuan bibir soojung. Soojung memegangi bibirnya menatap myungsoo yang tersenyum manis ke arahnya hingga mata pria itu menghilang. “myung apa kau merasakan?”tanya soojung memegang jantungnya, myungsoo mengangguk mengerti akan pertanyaan pacarnya itu. “berarti kau dan aku?” tanya soojung dibalas anggukan lagi oleh myungsoo. “kita saling mencintai? Yeyey!”teriak soojung kegirangan. “aku akan memberitahu sica eonni,jiyeon dan jinri! Bye2 myung” ujar soojung riang lalu masuk ke mansion mewahnya meninggalkan myungsoo yang berdiri mematung sambil tersenyum aneh.
“eonni…eonni” teriak soojung memasuki kamar kakaknya. “yak bisa tidak kau tak berteriak ini sudah malam! Kau mengganggu tidurku saja!” marah sica yang badmood karena harus menghabiskan malam valentine di rumah sebab pacarnya sedang di luar kota. “eonni kau tahu tadi myungsoo menciumku” ujarnya bangga sambil memonyongkan bibirnya. “huh lalu kau mau pamer? Dasar anak kecil! Aku dan donghae oppa itu sudah bosan berciuman”ujarnya malas menanggapi adiknya itu. “yak eonni kau ini!”rungut soojung. Namun sica mengabaikannya lalu menarik selimutnya untuk kembali tidur namun di tarik soojung. “hemm ada apa lagi?”tanya sica malas. Soojung tersenyum. “eonni kau tahu? Aku dan myungsoo saling mencintai” ujarnya bangga. “lalu?” tanya sica malas. “yah bukankah ini bagus itu artinya kami benar2 berpacaran bukan hanya sperti yang kau bilang itu tuan putri dan pelayan?” ujar soojung senang. “baguslah”ujar sica menarik selimutnya dan tidur. Namun selimutnya kembali ditarik soojung. “ada apa lagi sih?”ujar sica kesal. “jantungku deg2an saat aku dan dia berciuman?” ujarnya senang. “heh kau ini benar2 kekanak2an yah tentu saja kau senang dicium olehnya diakan pacarmu! Sudah pergi sana! Aku ngantuk”usir sica dan akhirnya dengan wajah ditekuk sedih soojung pun keluar kamar sica dan masuk ke kamarnya dengan malas. “heh anak itu” ujar sica geleng2 kepala.
******
“eonni mengapa kau putus dengan donghae oppa?”tanya soojung yang heran dengan pernyataan kakaknya bahwa ia dan pria yang dipacarinya selama 4 tahun itu sudah berakhir. “aku lelah dia tak serius” ujar sica santai menyeruput kopinya sambil terus membaca novelnya. “donghae oppa tak serius maksudnya?” tanya soojung bingung. “yah itulah” jawab sica malas. “kok begitu sih? Bukankah kau dan dia saling mencintai?” tanya soojung bingung. “ehmm”sica mengangguk. “lalu apa lagi?” tanya soojung tetap bingung. “heh anak ini! soojung sayang saling mencintai itu tak cukup untuk membuatmu tetap bertahan bersama seorang pria kau juga harus melihat seberapa serius dia menjalani hubungan kalian”ujar sica menjelaskan. “bagaimana eonni tahu dia serius atau tidak?”tanya soojung masih bingung. “kami sudah dekat sejak SMA dan berpacaran selama 4 tahun tapi dia juga belum melamarku? Jadi untuk apa lagi ku jalani mending aku ikut acara perjodohan saja” ujar sica cuek. “maksud eonni kalau pacar kita itu serius dia akan mengajak kita menikah?”tanya soojung polos. “tentu saja! Karena pria yang mencintai pacarnya takkan mau berpisah dengannya” ujar sica fokus ke novelnya. “ehmmm”guman soojung.
*******
“bagaimana? Enak tidak?” tanya soojung saat myungsoo selesai menyuapkan kimbab buatan soojung. Myungsoo tersenyum lalu mengangguk. Yah sudah sebulan sejak mereka tahu bahwa mereka saling mencintai soojung masih saja mengikuti cara berpacaran orang lain. Dan myungsoo sangat menghargainya terlebih soojung sudah berusaha keras seperti belajar masak dengan ibu myungsoo setiap minggu hingga akhirnya soojung bisa membuatkan bekal untuk myungsoo seperti saat ini. “baguslah”ujar soojung mengambil salah satu kimbab lalu memasuk ke dalam mulutnya. Saat kimbab tersebut sempura masuk mulutnya matanya membulat dan menangis. “soojung kau kenapa?”tanya myungsoo khawatir. “huahhaha… aku tak menyangka bisa membuat makanan seenak ini”ujarnya menangis, myungsoo pun tersenyum menanggapi kelakuan pacarnya itu.
****
“myung kau mencintaikukan?”tanya soojung saat mereka sedang duduk berdua di ayunan depan rumah soojung. “ehmm” angguk myungsoo. “kalau begitu cium aku” ujar soojung, myungsoo pun mendekat wajahnya lalu mencium bibir soojung sekilas. Soojung tersenyum malu begitu juga myungsoo. “ehmm kau seriuskan sama ku?”tanya soojung lagi, kali ini myungsoo menatapnya intens lalu tersenyum dan mengangguk. “ehmm baguslah! nikahi aku!” ujar soojung sontak membuat mata myungsoo membulat sempurna sangking kagetnya. “kenapa? Kau tak mau menikahiku?”rungut soojung, myungsoo geleng2 kepala bingung. “yak berarti kau tak mencintaiku! Kau tak serius padaku”rengek soojung memukul dada myungsoo. Myungsoo menahan tangan soojung. “bukan begitu soo, aku mencintaimu! Aku juga serius tapi menikah kita masih terlalu muda!”ujar myungsoo menjelaskan. “apa yang muda aku sudah 17 tahun kau 18, kita sudah dewasa!”ujar soojung tetap ngambek. “tapi soo kita masih sma!” ujar myungsoo. “hiks….hiks…hiks… kau pembohong” rengek soojung. “soo percayalah aku tidak bohong” ujar myungsoo meyakinkan. “hiks…hiks momy…!!”tangis soojung masuk ke rumahnya, myungsoo pun mengikutinya.
“kau kenapa sayang?”tanya ibu soojung heran melihat anak bungsunya itu lari kepelukannya sambil menangis. “myungsoo mom…, myungsoo jahat dia tak serius mencintaiku” rengeknya. “hah apa maksudmu? Bukankah baru sebulan yang lalu kau berteriak2 senang karena tahu kau dan myungsoo saling mencintai?” tanya ibu soojung bingung. “iya, tapi ternyata myungsoo bohong! Dia tak mencintaiku! Dia tak serius!”rengeknya terus, ibunya soojung menatap myungsoo penuh tanya. “heh bukan begitu mom, aku…. aku…”ujar myungsoo bingung bagaimana menjelaskannya. “tuh kan mom, dia tak serius” rengek soojung lagi. “myung!!!” ujar ibu soojung sambil menatap myungsoo tajam. “hah…. begini mom! Aku mencintai soojung ,aku juga serius” ujar myungsoo yakin. “lalu? Kenapa dia menangis? Apa kau selingkuh?” ujar ibu soojung tajam. “ah bukan mom…, aku tak selingkuh” elak myungsoo. “terus apa? Kenapa soojung bilang kau tak serius?” ujar ibu soojung, myungsoo dilema mau menjawabnya. “heh soojung dia bilang tidak menyelingkuhimu lalu apa masalah kalian?” tanya nyonya jung bingung. “dia memang tak selingkuh tapi dia tak mau menikahiku” ujar soojung menekuk wajahnya. “apa menikahimu?” ujar ibu soojung kaget. Soojung mengangguk. “yak apa yang kalian lakukan? “tanya ibu soojung dengan mata berapi-api. “maksud momy?”tanya soojung takut. “yak perbuatan senonoh apa yang kalian lakukan dibelakangku?”marah ibu soojung memukul2 soojung dan myungsoo. “ampun momy…, maaf tadi aku mencium soojung tapi dia yang memintaku kok” ujar myungsoo jujur. “apa? Soojung memintamu menciumnya?” ujar ibu soojung menghentikan pukulannya dan menatap soojung tajam. “yak gadis nakal! Apa yang kau lakukan mengapa kau begitu murahan ? bagaimana kalau kau hamil” ujar ibu soojung terus memukuli soojung. “ampun momy…! tapi aku dan myung Cuma berciuman saja” ujar soojung. “sungguh hanya berciuman saja?”tanya ibu soojung menatap soojung dan myungsoo keduanya pun serentak mengangguk. “lalu untuk apa kau minta myungsoo menikahimu?”tanya ibu soojung menatap soojung bingung. “sica eonni bilang kalau pria itu benar2 mencintaimu dan serius padamu dia pasti mau menikahimu” ujar soojung polos. “ya ampun soojung!!” ujar nyonya jung kembali memukuli soojung. “ampun momy! Ampun!”pinta soojung akhirnya nyonya jung pun melepaskannya. “myung pulanglah! Besok kita bicara! Momy mau bicara dulu dengan gadis nakal ini” ujarnya memijit2 pelipisnya. Myungsoo mengangguk lalu pulang ke rumahnya.
“heh gadis nakal! Kau ini! hampir saja membuat jantungku copot” ujar ibu soojung kembali memukulnya. “yak momy kenapa memukulku terus sih?” rungut soojung manja. “bagaimana aku tak memukulmu! 1. Kau bilang myungsoo tak serius mencintaimu dan meminta dia menikahimu tentu saja momy khawatir dan berpikir kau sudah hamil” ujar ibu soojung. Soojung diam . “2! Myungsoo bilang kau yang memintanya untuk menciummu itu artinya kalau kau hamil momy tak bisa memaksa myungsoo bertanggung jawab menikahimu karena kau yang memintanya” ujar ibu soojung dan soojung terus merungut tak jelas. “3. Ternyata biang masalahnya adalah karena kau menanggapi ucapan sica kakakmu”ujar nyonya jung kembali memukul soojung. “yakk momy! Ampun!!! Sakit!”ujar soojung mengusap tangannya yang dipukuli ibunya. Akhirnya ibu soojung pun menghentiikan siksaannya ke soojung.
“myung kau kenapa?”tanya ibu myungsoo heran mendapati anaknya pulang dengan wajah murung. “pasti dia bertengkar dengan pacarnya yang resek itu” ujar monsoo ketus, myungsoo menatapnya tajam. “huh lihat saja sorot matanya seperti akan menelanku” ujar monsoo cuek memfokuskan matanya ke tv yang sedang menayangkan moto gp favoritnya. “myung kalau kau ada masalah bicaralah dengan eomma” ujar ibu myungsoo mengusap punggung myungsoo. Myungsoo mengangguk lalu naik ke kamarnya.”aku yakin dia pasti bertengkar dengan gadis resek itu!”cerocos monsoo yang membuatnya dihadiahi pukulan remote tv oleh ayahnya. “yak appa mengapa memukulku?”ujar monsoo kesal. “berhentilah menduga2 tak jelas seperti itu dan mengejek krystal” ujar ayahnya mengingatkan. “appa mengapa kau begitu tega padaku? krystal nuna selalu mengejekku anak kecil tapi kau tak marah padahal aku inikan anakmu?” rungut monsoo. “tentu saja diakan calon menantu ayah” ujar ayah myungsoo menggoda monsoo. “appa!!”rengek monsoo kesal. “arra!! Appa minta maaf! Tentu saja appa lebih menyayangi jagoan appa ini! hanya saja appa tidak suka kau berpikiran negatif dan meledek orang lain! Karena belum tentukan kau itu lebih baik dari dia” ujar ayah myungsoo menasehati. Monsoo tersenyum senang tak perduli nasehat ayahnya yang dia perdulikan ayahnya lebih menyayanginya dari soojung karena baginya soojung adalah ancaman kasih sayang buatnya mulai dari myungsoo yang lebih sering menghabiskan waktu bersama soojung dan ibunya yang begitu mengasihi soojung terlebih kematian kakak perempuan monsoo membuat ibu mereka lebih memperhatikan soojung dan membuat monsoo merasa cemburu.
*****
“sica!!!”teriak nyonya jung membangunkan anak sulungnya yang tertidur pulas. “ah momy ada apa mengapa membangunkanku sepagi ini? akukan tak ada kuliah pagi”rungut sica kesal melihat jam bekernya menunjukkan pukul 06.00 pagi. “ya memang tak ada tapi gara2 kau adikmu tak mau keluar kamar dan sekolah” marah nyonya jung. “hah gara2 aku? memangnya kenapa?” tanya sica garuk2 kepala bingung. “kau ini memang! Sudah berapa kali momy bilang jangan bicara asal dengan adikmu kau masih saja bicara sesukamu”marah nyonya jung menjambak rambut sica membawanya ke kamar soojung. “yakk mom !! i am sorry! Forgive me”mohon sica. “tidak ada maaf sampai kau bisa membujuk adikmu untuk pergi ke sekolah! Cepat!!”marah nyonya jung . dengan malas sica pun mengetuk2 pintu kamar soojung membujuk adik bungsunya itu agar mau ke sekolah walau ia belum tahu apa salahnya sehingga adiknya tiba2 merajuk seperti itu setelah hampir 5 tahun itu tak pernah terjadi lagi. “krys…, buka pintunya eonni mau bicara” ujar sica sambil menguap. “aku tidak mau! Aku tidak mau sekolah sebelum myungsoo menikahiku” ancamnya. “hah??” sica membulatkan matanya kaget lalu menatap ibunya dan mendapatkan tatapan balasan yang tajam. “kau sudah tau sekarang?” ujar ibunya menyindir, sica garuk2 kepala merasa bersalah karena ia ingat betul dengan ucapannya ke adik bungsunya itu . “sorry mom! Aku gak menyangka kalau krystal akan menganggapnya serius waktu itu aku Cuma ngejelasin alasan aku dan donghae oppa putus,bukankah momy yang bilang aku harus memutuskan donghae oppa kalau dia tak melamarku juga” ujar sica menjelaskan dan kali ini ibunya yang membulatkn matanya sadar bahwa yang diucapkan putri sulungnya benar. “krys, buka pintunya! Kau harus sekolah ini sudah pukul 6 bukankah kau harus membangunkan myungsoo!” pujuk sica namun tetap tak berhasil. “krys buka sayang! Ayo buka momy janji momy akan membelikan apa saja yang krystal minta” pujuk nyonya jung namun tak juga digubris. “arraso kalau kau membuka pintunya, momy akan bicara dengan myungsoo agar mau menikahimu” ujar nyonya jung lelah membujuk putrinya yang keras kepala itu. Dan tanpa menunggu lama pintu kamarnya pun terbuka menampakkan gadis remaja yang rapi dengan baju seragam sekolahnya yang siap untuk ke sekolah. “jadi kau sudah bersiap dari tadi?” ujar sica . “ehmm tentu saja hari ini aku ada ujian ! aku tak mungkin melewatkannya ,myungsoo bilang alasan dia tak mau menikahiku karena kami masih sma jadi aku takkan mungkin melewatkan ujian ini dan gagal lalu tak lulus” ujarnya sumringah membuat ibu dan kakaknya saling pandang. “ya sudah momy, eonni! Krystal pergi dulu yah! Bye2” pamitnya meninggalkan ibu dan kakaknya yang terbengong di depan kamarnya. “momy jangan lupa bicara dengan myungsoo yah! Kalau perlu dngan eomma myungsoo juga” teriaknya dari lantai bawah membuat kakak dan ibunya menggeleng berbarengan.
*****
“apa? Kau meminta myungsoo menikahimu?” tanya jinri yang terkejut mendengar curhatan sahabatnya itu mengenai alasannya mengacuhkan myungsoo. “ehmm..!! aku kesal ternyata dia tak serius padaku” ujarnya yakin. “apa kau gila? Kalian masih terlalu muda!” ujar jinri mengingatkan. “tidak jinri!! Sica eonni bilang kalau dia serius mencintaiku dia pasti melamarku dan bersedia menikahiku tapi lihat jangankan melamarku, ku ajak menikah saja dia menolak” sungut soojung. “heh terserah kau saja”ujar jinri geleng2 kepala menyerah menasehati temannya yang keras kepala.
******
“soo, maaf kan aku yah” pujuk myungsoo tapi gadis itu mengabaikannya malah berjalan cepat meninggalkan pria yang dari tadi mengikutinya untuk meminta maaf. “soo aku mohon!! Aku akan melalukan apa saja yang kau minta” mohon si pria. Soojung menatapnya intens lalu tersenyum. “tapi jangan menikah” ujar myungsoo menekuk wajahnya membuat gadis dihadapannya kembali kesal dan berjalan semakin cepat meninggalkannya. “soo tunggu” ujar si pria berlari menyusul langkah soojung. “baiklah aku akan menikahimu” ujar si pria menahan tangan si gadis agar berhenti berjalan. Si gadis tersenyum lalu mengacungkan jari kelingkingnya di hadapan si pria dan dengan terpaksa si pria pun menautkan kelingkingnya ke kelingking si gadis.
*****
“apa? Kau mau menikahi krystal?” ujar ayah myungsoo terkejut mendengar penuturan putranya yang tiba2 minta dinikahkan dengan pacarnya. Myungsoo mengangguk. “kenapa? Apa yang tlah kau lakukan hah? Sampai2 dia minta kau nikahi?” marah ayah myungsoo memukul myungsoo dengan koran. “ampun appa!! Aku tak melakukan apapun dengannya, aku bersumpah” jelas myungsoo. “lalu? Mengapa dia minta kau nikahi bahkan tadi ku dengar ibunya krystal sudah setuju” marah tuan kim tajam. “itu…itu..itu karena soojung ngambek dan marah padaku! dia jd tak mau makan dan bersekolah jadi momynya menyetujui aku dan soojung menikah” jelas myungsoo. “tuhkan benar? Krystal nunna itu memang resek! Coba lihat sekarang dia yang kekanak2an” ujar monsoo yang sontak membuatnya dapat pukulan dari ayahnya. “appa” rengeknya kesal. “sudah appa ingatkan jangan mengejek orang!” ujar tuan kim menatapnya tajam. “huhh kalau sudah begini!! Appa pusing!!” ujar tuan kim mengurut2 pelipisya. “eomma juga bingung!” ujar nyonya kim mengikuti yang dilakukan suaminya. “kenapa mesti bingung sih? Sudah nikahkan saja dan kalau perlu pindahkan mereka jauh dari sini! Aku muak dengan mereka” ujar monsoo ketus dan membuatnya kembali mendapatkan pukulan koran dikepalanya. “kalau pun mereka menikah mereka juga akan tinggal disini bersama kita” ujar tuan kim tegas. “hah kenapa begitu!! Bukankah kibum hyung menikah dan mereka pergi dari rumah junso ajhusi?” ujar monsoo. “memang !! tapi itu karena kibum sudah dewasa dan bisa mengurus diri sendiri terlebih orang tuanya sudah mampu membelikannya rumah” ujar tuan kim. “bukankah mereka juga sudah dewasa? Mereka bahkan meledekku anak kecil tiap hari!! Soal mampu membelikan rumah appa mungkin tidak punya uang untuk membelikan mereka rumah tapi ayahnya krystal nunna kan kaya raya” ujar monsoo. “huh anak ini kau masih saja belum mengerti! Asal kau tahu anak pria kalau menikah menjadi tanggung jawab orang tuanya, jadi tak ada campur tangan dari pihak keluarga wanita” ujar tuan kim menjelaskan namun monsoo tetap tak terima. “tapi bukannya appa juga dibantu harboeji untuk membuka resort kita, itukan ayahnya eomma?” ujar monsoo membuat tuan kim tak berkutik. “monsoo sudahlah jangan ikut campur kau itu masih kecil!! Sana masuk ke kamarmu dan belajar ! soal ini biar eomma dan appa yang atasi” ujar nyonya kim .
*****
setelah berunding dengan orang tuanya soojung orang tua myungsoo pun terpaksa harus setuju terlebih Tuan Jung ayah soojung menjamin semuanya akan baik2 saja. Walaupun sudah sama2 setuju mereka tetap berusaha untuk membatalkan pernikahan soojung dan myungsoo mulai dari nasehat dari nenek mereka, sampai ke psikolog sekalipun tapi soojung tetap kekeh menikah dengan myungsoo sedang myungsoo yang sudah lelah meyakinkan soojung untuk membatalkan pernikahan mereka akhirnya menyerah.
Mansion mewah rumah soojung di hiasi sedemikian rupa dengan dekorasi warna merah yang merupakan warna favorit soojung. Suasana rumah itu sudah tampak seperti negeri dongeng. Dimana bunga mawar merah tampak menghiasi setiap sudutnya .selain itu pernikahan ini juga dihiasi dengan kehadiran para keluarga dan teman2 mereka serta rekan bisnis tuan jung yang terdiri dari para pengusaha terkenal serta pejabat pemerintahan yang juga turut hadir memeriah pernikahan putri bungsu keluarga Jung itu. Altar pernikahannya tepat dibawah pohon mapple tempat favorit soojung dan myungsoo dan di sudut kirinya sudah berdiri pria tampan dengan tukedo merahnya. Ia sudah berdiri hampir 30 menit lamanya untuk menunggu kehadiran calon pengantinnya yang tak kunjung muncul juga mesti pengeras suara tlah memanggilnya 10x. Raut gelisah tampak di wajah tampannya begitu juga dengan keluarganya dan keluarga si calon istri para undangan juga sudah tampak heboh mulai berspekulasi sesuka mereka. Hingga gadis bergaun merah dengan rambut blondenya muncul dengan senyum manisnya. “mom she run!!” ujarnya girang. “what?? Are you kidding? How?” tanya ibu soojung panik sedang gadis itu yang ternyata sica mengangkat bahunya sambil tersenyum riang. “oh my god sica…!! what you doing!!” ujar nyonya jung menarik sica. Sontak hal tersebut pun membuat suasana semakin memanas ribuan undangan sudah tampak kecewa bahkan ada yang memutuskan pulang. Dengan wajah penuh malu tuan jung pun terpaksa mengumumkan pembatalan pernikahan putri bungsunya itu. “maaf tuan2 dan nyonya serta para undangan yang hadir dengan sangat menyesal saya harus memberitahukan yang sebenarnya terjadi disini. Maaf… sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya tlah membuang waktu2 anda semua terutama keluarga besar tuan kim saya benar2 menyesal ! pernikahan ini terpaksa kami batalkan berhubung putri bungsu saya menghilang” ujar tuan jung dengan wajah penuh sesal. Seketika sejak pemberitahuan itu para undangan berbondong2 pulang, atau menghampiri tuan jung sekedar memberikan kata2 penghibur yang membuat tuan jung semakin malu.
“yak sica apa yang kau katakan pada adikmu sampai dia kabur?” tanya nyonya jung yang sudah yakin bahwa itu ulah putri sulungnya. “aku tak mengatakan apa2!”ujarnya santai. “tidak mungkin!! Tadi pagi saat akan mengenakan gaun pengantinnya dia masih semangat untuk menikah hingga aku meninggalkan kalian berdua di kamar ini! dan akhirnya dia menghilang” marah nyonya jung. “momy ini kenapa sih? Bukankah seharusnya sekarang ini momy senang dia tak jadi menikah?” ujar sica kesal. “yak apa maksudmu?” marah tuan jung yang baru masuk ke dalam rumah. “aishh….!! aku kan Cuma melaksanakan yang momy suruh”dengus sica. “apa yang kau katakan padanya hah?”marah nyonya jung memukuli kepala sica. “momy ampun!! Ampun!1” rengek sica yang terus mendapatkan pukulan dari ibunya. “nyonya jung sudahlah!! Biarkan sica menjelaskan dulu!” ujar nyonya kim meredam amarah sica. “ah maaf nyonya kim!! Saya sungguh menyesal” ujar nyonya jung tersungkur lemas di lantai. “iya tak apa2!! Ini bukan sepenuhnya salah anda!! Sica benar bukankah kita memang menginginkan pernikahan ini batal” ujar nyony kim bijak. “iya tapi kami benar2 meyesal” ujar nyonya jung. “iya saya tahu” ujar nyonya kim memeluk nyonya jung. “sica!! Jelaskan!!” ujar tuan jung geram. “dad… i’m so sorry !! i just…. just”ujar sica ragu2. Tuan jung menatapnya tajam membuat sica menghembuskan nafasnya kasar mencoba untuk menenangkan dirinya yang ketakutan melihat sorot tajam mata ayahnya yang mengintimidasinya untuk pertama kali.
flashback
“eonni aku sudah cantik tidak?” tanya soojungmemutarkan tubuhnya di depan kaca. “ehmm…”angguk sica malas. “kenapa eonni tidak senang begitu? Eonni iri ya karena aku menikah duluan?”ledek soojung. “apa? Iri? Apa kau gila?” ujar sica ketus. “kalau tidak mengapa eonni tampak tidak suka begitu?” ujar soojung masih dengan nada meledek. “heh biar kau tahu saja aku tidak senang begini bukan iri, ini karena aku khawatir denganmu” ujar sica ktus. “khawatir? Maksud eonni?” tanya soojung bingung. “tentu saja aku khawatir kau ini adikku! Kau ini masih muda sudah mau menikah! Aku yang tua saja malas untuk menikah” ujar sica. “ahh eonni bohong! Bukankah eonni memutuskan donghae oppa karena tak melamarmu” ujar soojung tak yakin. “heh jadi kau percaya dengan alasan ku waktu itu! Kau ini lucu sekali!” ujar sica geleng2 kepala. “jadi eonni tak putus karena itu? ” tanya soojun ragu. “ ya iyalah, kau taukan donghae oppa itu sangat baik bahkan sangat bertanggung jawab kami putus bukan karena dia tak kunjung melamarku tapi karena dia terlalu sering melamarku aku jadi bosan lalu ku putuskan saja dia” jelas sica. “jadi eonni membohongiku? Trus menikah sebagai wujud keseriusan itu tidak benar?” tanya soojung marah. “ya iyalah! Itukan Cuma kata2 momy! Asal kau tahu saja menikah itu tidak enak! Saat kau menikah nanti kau akan mengurus suami mu trus punya anak apalagi kalau kau harus tinggal dengan mertua mu nanti kau akan disiksa seperti berita di tv kemarin kau juga akan berhadapan dengan monsoo setiap hari belum lagi kau akan sulit bertemu momy, dady dan aku! Kau juga tak bisa bermain sepuasmu!” ujar sica. “hah eonni tak bohongkan?” ujar soojung ngeri. “tentu saja aku tak bohong!!” ujar sica yakin. “lalu eonni bagaimana aku sekarang? Apa yang harus aku lakukan? Aku tak mau hidup menderita seperti itu” ujar soojung ketakutan. “ehmm…. maaf soo!! Sepertinya kau sudah terlambat” ujar sica. “eonni…. aku takut…!! aku tak mau!! Eonni bantu aku” mohon soojung. “ehmm baiklah karena aku sayang padamu aku akan membantumu!! “ujar sica menarik tangan soojung menuju gerbang belakang rumah mereka. “maksud eonni aku harus pergi?” tanya soojung saat melihat kakaknya membuka gerbang belakang dan menyetop taksi yang lewat. “iya kau harus pergi!! Kau harus lari agar pernikahan ini batal!!” ujar sica. “tapi eonni aku harus kemana? Bagaimana aku pulang?” tanya soojung ragu. “sudahlah masuk saja,pergilah ke tempat yang kau suka trus kembali saat malam nanti! Eonni yakin setelah itu semuanya akan baik2 saja” ujar sica meyakinkan soojung. “tapi eonni!! Bagaimana kalau momy dan dady marah? Myungsoo? Eomma ?appa?” tanya soojung ragu. “sudahlah tak usah pikirkan mereka, bukankah kemarin2 mereka juga melarang mu untuk menikah! Eonni yakin mereka malah senang” ujar sica terus meyakinkan soojung dan ia pun berhasil soojung naik ke taksi tersebut dan tak bertanya apa lagi.
****
“apa ?kau mengatakan hal seperti itu?” ujar nyonya jung langsung jatuh pingsan syukur saja nyonya kim masih memeluknya hingga ia tak jatuh ke lantai. “lalu dimana dia sekarang?” tanya tuan jung. “aku tak tahu dad!! Aku hanya menyuruhnya ke t4 yang dia suka” ujar sica penuh sesal. “apa kau gila? Kau benar2!! Apa kau tahu adikmu itu masih kecil dia itu tak tahu banyak tempat! Bagaimana kalau dia tersesat? Bagaimana kalau dia di culik orang kau benar2” marah tuan jung terduduk lemas di kursi. “ i’ m sorry dad” sesal sica penuh tangis. “disana! Dia pasti disana” ujar myungsoo angkat bicara membuat semua mata tertuju padanya. “maksudmu? Kau tahu krystal dimana?” ujar tuan jung senang. “aku tidak yakin! Tapi mungkin dia ada di sana” ujar myungsoo. “ya sudah!! Ayo ke sana” ajak tuan jung. “ kalian disini saja biar aku yang menjemputnya! Aku yakin kalau kalian ikut dia akan lari lagi!” ujar myungsoo. “heh apa maksudmu myung!! krystal itu anakku? Aku ingin bertemu dengannya”marah tuan jung. “maaf tuan jung! Saya rasa putra saya benar! Ini masalah mereka biar ia dan krystal yang menyelesaikannya” ujar tuan kim bijak. “tapi krystal itu putri saya! Saya harus tahu dia dimana dan bagaimana keadaannya” ujar tuan jung tak terima. “saya tahu tuan jung, kami disini jga khawatir krystal mungkin putri anda tapi bagi kami dia juga putri kami karna itulah saya masih berdiri disini setelah dipermalukan dengan larinya krystal” ujar tuan kim menahan amarahnya. Akhirnya dengan sangat terpaksa tuan jung membiarkan myungsoo yang mencari soojung.
****
“ehmm pasti pernikahannya sudah batal! Pasti momy dan dady marah? Pasti appa dan eomma kesal padaku! myungsoo pasti kecewa pada ku! Dia pasti tak mau bertemu dengan ku! Dia pasti mutusin aku! Myungsoo pasti ninggalin aku! Myungsoo pasti…” ujar soojung terpotong saat seseorang memegang bahunya. “myungsoo…” ujar soojung terkejut melihat myungsoo tepat dibelakangnya dengan tukedo lengkap. Myungsoo duduk disamping soojung lalu mengambil batu dari bawah kursi yang mereka duduki dan membuangnya ke sungai di depan mereka. soojung menekuk wajahnya menghilangkan mukanya dari myungsoo yang tampak kesal dan marah. Dan tanpa terasa bulir2 air mata menetes begitu saja dari pipi mulus soojung yang diiringin dengan isak tangis khasnya dan membuat myungsoo terhanyut dalam iramanya hingga ikut meneteskan air mata namun tanpa isakan. “myung… maafkan aku!! Aku benar2 minta maaf” isak soojung namun myungsoo tak bergeming juga. Dengan segala keberaniannya soojung mengangkat wajahnya dan menatap myungsoo dan betapa terkejutnya dia menyadari pria yang ia kenal dari kecil dan menjadi pacarnya sejak berumur 3 tahun itu menangis untuk yang pertama kalinya dihadapannya. Hal itu membuatnya semakin diliputi rasa bersalah, ia pun memutuskan untuk lari namun saat kakinya akan melangkah pergi tangannya ditahan myungsoo dan dengan sigap myungsoo menarik soojung ke dalam pelukannya. “apa kau mau meninggalkanku lagi?” tanya myungsoo dengan air mata yang membasahi rambut soojung. Soojung terdiam ia tak tahu harus mengatakan apalagi ia benar2 takut sekarang. “apa kau akan meninggalkanku?” tanya myungsoo lagi mengeratkan pelukannya membuat soojung merasa tercekik dengan pelukannya. “ti..dak” ujar soojung sesak. Myungsoo pun melepaskan pelukannya dan menghapus air mata soojung yang terus mengalir deras lalu menautkan bibirnya ke bibir soojung yang basah karena air mata. Dan melepasnya setelah soojung terdiam karena terkejut atas hal yang dilakukan myungsoo itu. “jangan pernah meninggalkan ku lagi! bukankah kau bilang kita saling mencintai! Bukankah kau bilang kita harus selalu bersama?” marah myungsoo dengan air mata yang terus saja mengalir. “maaf myung…” ujar soojung memeluk myungsoo,myungsoo membalasnya. “ aku akan memaafkanmu asal kau berjanji takkan meninggalkan ku lagi” ujar myungsoo. “aku janji” ujar soojung mantap. Lalu mereka saling tatap dan berciuman secara dalam untuk yang pertama kalinya menumpahkan emosi yang merasuki jiwa mereka.
*****
“myung itu lucu yah?” ujar soojung menunjuk baju couple di depan mereka saat mereka berjalan di myeondong. Myungsoo menatap soojung tajam. “ayolah myung! Ini hari valentine kita harus memakainya agar sama seperti orang lain! Lihatlah di sini banyak yang menggunakannya” pujuk soojung. Namun myungsoo tetap saja menatapnya tajam. “baiklah aku tahu!! Aku takkan mengikuti apa yang di lakukan orang lain lagi” ujar soojung menarik tangan myungsoo pergi. Myungsoo pun tersenyum. “kau tersenyum, cih kau memang senang membuatku kesal” sungut soojung. “aku bukan senang membuatmu kesal hanya saja aku tak mau kau tinggal lagi di altar hanya karena mengikuti orang lain “ ujar myungsoo berlari meninggalkan soojung karena ia tahu setelah ini soojung akan marah padanya. “yak myungsoo!! Mati kau” ujar soojung melempar sepatu boots merahnya dan mengenai kepala myungsoo hingga membuat pria itu pingsan.
“myung kau sudah sadar?” ujar soojung saat melihat myungsoo mengerjap2kan matanya. “ehmm aku dimana?” tanya myungsoo heran mlihat keadaan disekitanya putih semua. “rumah sakit” ujar soojung santai. “rumah sakit? ? kau melemparku lagikan?” marah myungsoo. “hehehe sorry!! Inikan juga salahmu! Kan sudah ku bilang jangan mengingatkanku dengan itu lagi” ujar soojung mnggaruk2 kepalanya. “baiklah!!” ujar myungsoo memeluk soojung kuat. “ah myung Lepas banyak orang!! “ ujar soojung malu. “kau malu?” tanya myungsoo menyadari semburat merah mewarnai pipi soojung. ‘cup’ myungsoo mencium pipi soojung membuat soojung memukul myungsoo. “haha kau ini lucu sekali!! Kau inikan istriku kenapa harus malu kalau dilihat orang bermesraan” ledek myungsoo terus memeluk soojung erat. “yak myungsoo!! Lepas!!” ujar soojung malu. “haha kau ini lucu sekali!! I love you” ujar myungsoo. “myung lepas!!” ujar soojung kesal. “aku takkan melepasnya sebelum kau bilang kau juga mencintaiku” ujar myungsoo makin mengeratkan pelukannya hingga membuat soojung sedikit sesak. “looovee u too…” ujar soojung terbata-bata. myungsoo pun melepaskan pelukannya. “yak kau mau membunuhku!!”marah soojung memukul lengan myungsoo. “mana mungkin aku membunuhmu? kalau iya, bagaimana dengan anak ini” ujar myungsoo mengelus perut soojung yang sedikit membuncit. “huh kau ini! berarti kalau tidak ada janin di rahimku kau akan membunuhku” marah soojung. “tentu saja! Aku sudah bosan dengan mu yang selalu mengikuti orang lain” ujar myungsoo. “yak myungsoo” marah soojung makin keras memukul lengan myungsoo. “hahaha baiklah sayang! Maafkan aku!! Aku takkan melakukannya lagi”ujar myungsoo . “janji” ujar soojung ragu. “aku janji!! Asal kau janji tak meninggalkan ku di altar untuk yang kedua kalinya” ujar myungsoo berlari meninggalkan soojung. “ myungsoo….!!!”teriak soojung membuatnya mendapat tatapan kesal dari pasien di rumah skit tsb.
end

Gotta Him (Who he choose sequel)

Gotta Him
(Who he choose sequel)

Author : sitikhadijah0895@gmail.com/ sparkyu0895
Cast: Bae Suzy,Jung Soojung(krystal),Park Jiyeon,Lee Jieun(IU),Song Na Eun,Kyuhyun,etc
Genre : friendship,schoollife

Author pov
Suzy tampak murung sendiri di sudut sofa berwarna peach yang ada di depan ruang tv tempat ia dan sahabat2nya biasa berkumpul. Ia sama sekali tak menyimak candaan garing ala Na Eun dan tawa dinonya jiyeon yang duduk dilantai yg di lapisi ambal pink bulu di depannya. Ia terus saja melamun tak jelas memikirkan ocehan asal ji eun di toilet saat jam istirahat di sekolah yang memintanya untuk segera punya pacar karena menurut gadis polos itu keberadaan suzy yang masih jomblo membuat soo jung tak enak hati bila harus berkencan dengan myungsoo yang notabenenya cowok yang pernah di taksir suzy. Dan dari pembicaraannya dengan ji eun yang super polos itu suzy juga tahu kalau soo jung selalu melarang myungsoo mengantar atau menjemput soojung maupun berkunjung ke rumah mereka,soo jung juga kerap kali menolak ajakan kencan myungsoo sehingga hubungan soojung dan myungsoo sekarang merenggang. Jujur suzy memang belum bisa melupakan myungsoo,dan ia juga selalu merasa dadanya sesak tiap kali melihat soo jung dan myungsoo berduaan terlebih melihat begitu perhatiannya myungsoo ke soo jung walau ia bersyukur karena soojung selalu menjaga perasaannya namun ia juga sadar bahwa tak seharussnya soo jung seperti itu apalagi sampai mengorbankan hubungan soojung dan myungsoo. Ia tahu bahwa soojung dan myungsoo saling mencintai dan ia merasa sangat bersalah pada myungsoo karenanya soojung selalu menolak kedekatan yang diinginkan myungsoo. Dan saat ini ia tengah berpikir bagaimana caranya ia bisa mendapat pacar sementara ia tak sedang naksir siapapun saat ini terlebih semua cowok2 keren di sekolah mereka sudah pada punya pacar kalau pun tidak semuanya sudah ada cap stempel gebetan dari teman2nya. Seperti Seungho sunbae sang ketua osis sudah di cap oleh jiyeon, Sehun oleh Ji Eun dan untuk taemin pria itulah yang tlah menstempel na eun sebagai gebetannya walaupun suzy tau persis bahwa cap2 itu bisa saja lepas namun ia sudah menanamkan dalam dirinya bahwa ia takkan mau bermasalah lagi dengan yang namanya cinta segitiga terlebih ia dan genk tlah sepakat tidak ada taruhan atau perebutan pria lagi diantara mereka kalaupun ada sebaiknya salah satu mengalah ataupun keduanya sama2 mundur.
“Bae,Bae,Suzy-suzy…yakk BAE SOO JI!!”geram na eun karena suzy tak juga menanggapi panggilan na eun. “suzy-ya!!”ujar soo jung menepuk pundak suzy dan menyadarkan suzy dari lamunannya. “hehhh ada apa?”tanya suzy bingung. “tidak ada,hanya saja kami mau tidur, kau tak tidur ini udah malam”ujar soojung menunjuk jam dinding berwarna pink di atas suzy. “ah sudah pukul 11 malam ternyata, ya sudah ayo tidur”ujar suzy tersenyum gamblang. “ayo”ujar soo jung menggandeng tangan suzy. Sedangkan ji yeon langsung masuk kamarnya,na eun dan ji eun juga masuk ke kamar mereka. “apa kau ada masalah?”tanya soojung sebelum masuk ke kamarnya. “tidak ada,aku hanya rindu ibuku”ujar suzy beralasan. “hemm yang sabar ya suzy,sebentar lagi liburan kau akan segera bertemu ibumu”ujar soojung menepuk bahu suzy lalu masuk ke kamarnya. “huft mengapa kau begitu baik soo,kau membuatku semakin merasa bersalah”batin suzy.
*****
“hah kapan sih cho songsaem bisa berhenti memberikan soal2 menyeramkan ini”gerutu na eun. “menyeramkan? Memangnya cho saem menyuruh kita meneliti hantu?”tanya ji eun polos. “aigoo ji eun kau itu benar2”ujar jiyeon geleng2 kepala. “memangnya bukan ya?”ujar ji eun garuk2 kepala. “ji eun bodoh cho saem itu guru matematika tidak mungkin dia menyuruh kita meneliti apa lagi meneliti hantu! Kau ini benar2”jelas na eun. “ahh matta!! Tapi mengapa kau bilang tadi soal2 menyeramkan?”tanya jieun belum mengerti. “huft… maksud na eun menyeramkan itu sulit jieun,kau ini lama2 semakin tulalit saja”dumel jiyeon. “yakk berhenti mengejekku!!”ambek jieun. “salah sendiri kau lola”dumel jiyeon. “yakk park jiyeonnn!!!”teriak jieun membuat seisi kelas menatap kearah mereka tak terkecuali seorang pria berkacamata dengan kemeja biru garis-garis. Pria itu menatap mereka dengan sorot matanya yang tajam. “Park Jiyeon,Lee Jieun,Song Naeun,Bae Soo Ji dan Jung Soojung maju ke depan”ujar sang guru killer memanggil mereka. “saem saya dan soojungkan tidak ribut”protes suzy. “jangan banyak alasan!! Maju ke depan!! Kamu pikir saja tidak tahu kalau kalian ini selalu saja jadi biang keributan!!”ujar cho saem membuat kelima gadis itu mau tak mau maju ke depan. “pergi ke gudang belakang dan bersihkan!!! 30menit lagi saya akan mengecek dan saya mau begitu saya sampai disana semuanya sudah bersih dan rapi!! Mengerti!!!”perintah cho saem membuat gadis2 itu mencibir kecuali soo jung. “apa dia gila? Gudang itukan bessar,kotor,berdebu juga sudah tak lama dibersihkan mana bisa dalam waktu 30 menit bersih”dumel na eun. “yakk itukan salah kalian kalau saja tadi kalian tidak berisik kita tak akan dihukum”dumel suzy. “isshh kau ini selalu saja menyalahkan kami,biasanya saat kau brbuat onar dan kami kena hukuman kami tak pernah menyalahkanmu”marah naeun. “hey sudahlah jangan bertengkar cepat kita bersihkan sebelum cho saem datang,kita juga belum menyelesaikan tugas kita,bisa2 kita mendapat hukuman tambahan lagi”ujar soo jung mengingatkan yang membuat keempat gadis itu berhenti berdumal dan mulai membersihkan gudang.
*****
aku sudah berusaha mencari-cari pria yang mungkin bisa ku jadikan gebetan namun tetap saja aku tak menemukannya semua pria2 keren itu tetap terasa jauh dan tak mungkin. Apa sebaiknya aku meminta bantuan keempat gadis itu?ah bisa2 soo jung tau dan ia akan merasa semakin tidak enak. Huft tapi semakin kesini aku semakin merasa bersalah bila harus menjadi penghalang soojung dan myungsoo oppa. Aku juga sadar ini sudah terlalu cukup buatku melihat seberapa loyalnya soojung dan seberapa cintanya myungsoo pada soojung terlebih kejadian istirahat tadi membuatku benar2 sadar bahwa aku tak seharusnya menjadi penghalang senyuman manis soojung dan tawa bahagia myungsoo.
Flashback
Kelima gadis cantik itu tengah duduk di sudut kiri kantin tempat favorit mereka untuk menyantap jajanan favorit mereka. saat sedang asyik makan terlihat myungsoo dan teman2nya melewati meja mereka namun pria itu tampak cuek seolah tak mengenal mereka padahal biasanya pria itu akan tersenyum dan menyapa mereka lalu duduk manis di samping soojung tapi kini pria itu hanya lewat dan duduk di meja lain bersama teman2nya bahkan pria itu juga menghiraukan sapaan jieun. “soo kau ada masalah dengan myungsoo oppa?”tanya suzy hati2 dan hanya dibalas gelengan dan senyuman tipis ala soojung. “soo sebaiknya kau hampiri myungsoo sunbae,tak ada salahnyakan kau yang sekali-kali menghampirinya”usul jiyeon namun dibalas sama seperti suzy tadi. “ayolah soo,ini bukan saatnya kau berlagak cuek dan tak perduli aku tahu kau terluka saat myungsoo bahkan tak menoleh padamu tadi”tambah naeun membuat suzy menatap intens soojung dan suzy dapat melihat guratan sedih dan kecewa terpantri di matanya. “hey gadis manis,kau ini benar2 jual mahal”ujar suzy geleng2 kepala. “hehh cepat hampiri dia dan selesaikan masalah kalian,atau tidak aku yang akan menghampirinya dan siap2lah untuk patah hati”ujar suzy dengan nada bercanda membuat soojung tersenyum tipis. “hey buruan,atau kau benar2 aku ingin melakukannya?”tanya suzy tapi soojung masih saja diam di tempat. “baiklah”ujar suzy pura2 berdiri dan siap2 melangkah sambil melirik soojung ,gadis itu tampak menggigit bibirnya. “sana”ujar suzy menariknya agar berdiri lalu mendorongnya sedikit ke depan. Soojung masih saja terdiam diposisinya sampai naeun kembali mendorongnya dengan sedikit kuat hingga soojung menumbruk hoya yang berdiri di depan myungsoo. “eh soojung”ujar hoya tampak terkejut. “ayo duduk disini”ujar woohyun berdiri dan menuntun soojung duduk disamping myungsoo. “kau mau pesan apa?”tanya sungjong.”ehmm aku..”ujar soojung tampak gugup. “biar aku yang pesankan”ujar myungsoo ingin beranjak namun ditahan sungkyu. “kau pesan ice lemon tea kan soo,biar aku yang pesankan”ujar sungkyu beranjak menuju kasir. Tampak kecanggungan disana dan satu persatu dari teman2 myungsoo beranjak pergi meninggal mereka berdua. Dan setelah tinggal mereka berdua, soojung tampak ingin beranjak namun tak jadi karena tangannya ditahan myungsoo. Suzy tak mendengar dengan jelas apa yang mereka bicarakan namun suzy bisa melihat wajah serius myungsoo yang menatap soojung penuh cinta juga tampang bersalah soojung. Myungsoo tampak meyakinkan soojung dengan menggenggam erat tangan soojung,mencium tangannya,dan membelai rambut soojung yang menutupi wajah cantik soojung yang tengah di tekuk. Setelahnya suzy bisa melihat senyum mengembang soojung yang diiringi tawa ceria khas myungsoo.
*****
suzy pov
“soojung mana?”tanyaku pada ketiga sahabatku yang bermalas-malasan di atas ambal pink. “ke sekolah tadi dia ditelpon cho saem,soojung akan mewakili sekolah untuk olimpiade mtk”jawab naeun dengan mata yang fokus ke tv dan mulut yang menguyah keripik udang. Aku hanya mengangguk dan kurasa ini waktu yang tepat meminta bantuan kepada ketiga gadis ini.
“ehmmm aku…,apa aku bisa minta bantuan kalian?”tanyaku ragu. “ehmm”guman mereka bersamaan. “kalian bisakan?”tanyaku lagi. “kau ingin minta bantuan apa?mengecat rambutmu?”ujar naeun dengan mulut penuh juga wajah penuh tanya dari jiyeon dan jieun. “bisakah kalian mencarikanku pacar?”ujarku menatap mereka yang kini terbengong. “ayolah tak usah pura2 terkejut begitu,aku tahu kalian berdua yang mengirim jieun untuk memintaku mencari pacar”ujarku menatap jiyeon dan naeun bergantian. “aku tidak memberitahunya,sumpah”ujar jieun tampak ketakutan. “siapa yang menuduhmu lagian suzy itu juga tahu kalau kau tak cukup pintar untuk menyadari situasi”ujar jiyeon dan aku tersenyum melihat ekspresi wajah kesal jieun. “kau ingin pria yang seperti apa?”ujar naeun penuh minat. “terserah kalian asalkan tidak malu2in lah”ujarku. “bagaimana dengan taecyeon sunbae?”ujar jieun membuat kami menatapnya. “taecyeon sunbae teman sefakultasnya wooyoung oppa, kau kenalkan?”ujar jieun yang ku balas anggukan. “kata wooyoung oppa taec sunbae sedang mencari pacar”ujar jieun. “ehmm kurasa dia tak buruk bae,dia juga populer”ujar jiyeon. “tak buruk apa mu? taec sunbae itu keren dan populer kau tak lihat setiap dia lewat dari kelas kita semua pada berteriak”ujar naeun. “hehehe”jiyeon nyegir gaje.
*****
Suzy pov
Aku benar2 frustasi semua pria yang dikenalkan oleh sahabatku benar2 tak ada yang srekk di hatiku. Di mulai dari taec sunbae,pria ini memang keren dan berwibawa tapi tahukah kalian bahwa pria ini benar2 menyeramkan bisa2nya dia di kencan pertama kami mengajakku ngegym,lalu dikencan selanjutnya nonton film triller bertema pembunuhan. Sungguh pria ini bukan tipeku!. Beralih ke pria manis yang bernama key yang dikenalkan oleh jiyeon. Anggota osis yang menjabat sebagai bendahara itu sungguh manis dan sopan tapi tahukah kalian bahwa aku benar2 illfeel padanya. Bisa2nya pria itu memaksaku memakai dress pink di kencan pertama kami dan yang lebih memalukannya lagi pria itu menggunakan atribut serba pink yang membuatnya tampak seperti barbie persi pria dan ingat ini barbie persi pria bukan si ken keren pacarnya barbie. Dan untuk yang dikenalkan naeun kai cukup mempesona,wajahnya tampan,keren dan populer tentunya tapi dan tapi kai benar2 keterlaluan bisa2nya dia membiarkanku menemaninya latihan dance selama 2 jam dan ia bilang itu sebagai kencan. Ini benar2 yang terburuk bisa2nya dia menganggap itu kencan sementara bagiku itu sangat menjijikkan. Menonton ia latihan dance dengan keringat yang membanjiri tubuhnya yang hitam legam membuat keringatnya yang terkena bias matahari tampak berkilauan dan itu benar2 merusak moodku. Dan mau tak mau aku akhirnya meminta bantuan juga pada soojung karena ku yakin gadis itu memiliki selera pria yang sama dengan ku dan pasti ia akan memberiku pria yang baik. Dan benar saja pria ini benar2 tipeku,dia tampan,pintar,keren bahkan ku rasa ia jauh lebih mempesona dari myungsoo oppa tapi dan tapi lagi pria bernama minho ini terlalu sempurna. Dimulai pertemuan pertama hingga kencan ke7 kami aku selalu merasa tak nyaman karena ulah para2 gadis yang terus saja memandanginya serta tak jarang mereka mencoba menggagalkan kencan kami dengan prilaku konyol mereka dan aku putusskan ke4 pria itu benar2 tak bisa menjadi kekasihku! Aku bahkan lebih baik pacaran dengan cho saem si guru killer itu.!!! itss tunggu cho saem?? Oh no dia juga bukan tipeku!! No no no!!!
*****
Hari senin yang kelabu,begitulah menurutku dimulai dari upacara bendera yang melelahkan ditambah matahari yang bersinar terik serta ceramah tak bermutu dari kepala sekolah Lee. Sungguh benar2 merusak moodku. Dan disambut dengan pelajaran yang mungkin menjadi musuh utama para siswa seantero dunia kecuali soojung dan beberapa murid jenius lainnya and that’s right is math. Tapi sungguh hari ini aku merasa sedikit berbeda aku merasa badanku panas dingin saat mataku menangkap dengan jelas pria yang tengah berceloteh di depan sana menjelaskan materi kalkulus yang sama sekali tak ku mengerti. Dan aku benar2 merasa terkena karma karena aku membandingkan pria2 populer yang dikenalkan sahabat2ku dengan pria ini. huft tak tahu mengapa bagiku hari ini cho saem benar2 mempesona. And oh my god kini dia berjalan kearahku membuatku merasa mau pingsan dan benar pria itu berhenti di depan mejaku,mungkin ia ingin menyatakan cinta padaku? hahahaha aku benar2 gila karena ternyata guru killer ah bukan guru tampan itu tengah berbicara dengan murid kesayangannya.”soo,ini adalah jenis materi2 yang biasanya diujikan saat olimpiade berikut trick2 cara penyelesaian nya”ujar lembut pada soojung. Ohh god soojung memang selalu beruntung. “ne saem,terima kasih”ujar soojung tersenyum manis dan dibalas senyum juga olehnya. “iya,pelajari pelan2 saja tak usah terlalu diporsir tapi juga jangan terlalu santai kau tahu kita tak punya banyak waktu” ujarnya. “dan kalian berempat jangan mengacau waktu belajar soojung!!”ujarmya menatap kami sahabat soojung satu persatu dan kami hanya bisa mengangguk. “oh iya soo,saem sudah bicara dengan myungsoo agar dia tak mengganggumu beberapa hari ini jadi jangan khawatir padanya karena saem juga memberikan dia tugass,kau tak perlu curiga dia punya wanita lain”ujarnya mengusap kepala soojung dan dibalas anggukan dan senyuman sumringah soojung. Oh god soojung benar2 menjadi musuh utamaku dalam hal cinta. Soo kau begitu beruntung dan jahat ah tidak bukan soojung yang jahat tapi takdirku lah yang jahat.
*****
And yayaya aku seperti merasa de javu memuja seseorang tapi seseorang itu memuja gadis lain yang sama dengan gadis sebelumnya. Bahkan ini lebih menyakitkan karena soojung tak pernah berusaha untuk menjaga perasaanku seperti sebelumnya karena ya gadis itu tak tahu aku menyukai guru tampan itu.
Setiap jam istirahat cho saem akan datang ke kelas kami dan mengajari soo metode2 dan trick2 menyelesaikan soal2 menyeramkan seperti kata naeun. tak jarang soojung pulang terlambat hingga menjelang malam hari karena sepulang sekolah mereka masih saja membahas soal2 itu. bahkan terkadang cho saem mampir ke rumah kami untuk menyelesaikan soal2 itu dan ini semakin membuatku tenggelam dalam lautan cemburu yang begitu menyakitkan.karena cho saem benar2 berbeda dia bukan myungsoo oppa yang ramah,atau sedikit malu2 untuk menunjukkan perhatiannya ke soojung. Cho saem adalah tipe pria yang begitu menyebalkan,ia tak pernah malu menunjukkan perhatiannya pada soojung di depan semua orang,ia bahkana menghibur soojung yang jenuh dengan lelucon konyolnya,ia juga memberikan vitamin khusus untuk soojung dan menjadi supir antar jeput soojung. Ahkhhhh ini benar2 menyebalkan!!!
******
Aku memperhatikan soojung yang tengah seriuss menyimak tes yang diberikan cho saem padanya tak jarang cho saem berteriak riang karena soojung bisa menjawab soal2 tsb dengan cepat dan tepat,seperti saat ini cho saem tengah membacakan soal cerita yang tipe penyelesaian aku tak tahu, aku Cuma mendengar garis lurus,minus,kordinat dan entah apalagi yang jelas kepalaku benar2 pusing sedang soojung nampak santai menjawabnya dan membuat ia mendapat belaian hangat dari cho saem membuat aliran darahku mendidih hingga tak ku sadari ketiga sahabatku lainnya tengah memperhatikanku. “Bae sedang apa kau?”tanya jiyeon mengagetkannku.”kau iri ya karena soo jago mengerjakan soalnya?”tanya jieun asal. “hahahaha jangan2 kau cemburu melihat kedekatan cho saem dan soojung”ledek jiyeon tepat membuatku semakin terdiam. “hahaha ada2 saja kau Jiji tak mungkin si bae ini naksir guru killer itu”ujar naeun geleng2 kepala. “iya sih hehehe,habis aku heran si bae ini begitu serius memperhatikan soo dan cho saem”ujar jiyeon menggaruk tengkuknya.” Lagian bae itukan bukan kau jiji yang naksir lee donghae saem”ujar naeun. “ihh mengapa sih kalian membahas itu lagi,lagian menurutku donghae saem itukan pantas disukai dia tampan,keren,manis tidak seperti psikopat itu”ujar jiyeon sebal. “hahahaha kau benar,donghae saem jauh lebih baik dari perjaka tua itu”ujar naeun. “yakk bisa tidk kalian berhenti menjelek-jelek cho saem! Dia itu bukan guru killer,dia begitukan karena kita malas dan bodoh,dia juga bukan perjaka tua usianya baru 25 tahun masih ada guru park yang berusia 31 tahun selain itu dia bukan psikopat”ujar suzy kesal membuat ketiga sahabatnya bengong. “bae kau tak demam atau mabukkan?”tanya jiyeon sambil meletakkan punggung tangannya di kening suzy. “jangan bilang kau benar2 naksir guru killer itu?”ujar naeun heran sedang suzy hanya menunduk tak tahu harus menjawab apa. “OMG bae,apa kau gila naksir guru psikopat itu?”ujar jiyeon memastikan. “hahh apa dunia akan benar2 kiamat”ujar naeun meninggalkan mereka dan duduk di sofa favorit mereka disusul oleh kami bertiga.
“bae kau benar2 sadarkan naksir cho saem?”tanya jiyeon belum yakin sementara suzy hanya terdiam menggigit bibirnya. “bae ini cho kyuhyun! Guru matematika yang super galak dan nyebelin?”ujar jiyeon masih tak yakin. “sudahlah jiji,kau tak usah repot2 terus bertanya jelas2 anak ini membela cho saem dari tadi”simpul naeun. “kau tidak kesambetkan bae? Dia guru killer yang menghukummu membersihkan seluruh toilet karena kau terlambat 2 menit”ujar jiyeon belum juga yakin. “bae cho songsaemnim itu guru psikopat jahil yang menempelkan nilai ulanganmu yang nol besar itu di mading”tambah jiyeon namun suzy tetap saja diam. “ya ampun bae,kau menolak key yang manis dan imut demi cho saem”ujar jiyeon masih saja tak percaya. “bahkan kau menolak taecyeon sunbae,kai dan minho yang jauh dari guru sengak itu” tambah naeun. “yakk bisa tidak kalian berhenti menyudutkanku!! Aku juga tidak tahu mengapa aku bisa menyukainya. Aku bahkan sangat membencinya namun tak tahu mengapa hari itu aku merasa dia begitu tampan dan mempesona”ujar suzy menitik air mata. “sudah bae,maafkan kami,kami akan berhenti”ujar jiyeon memeluk suzy. “hari itu? kapan?”ujar naeun penasaran. “hari itu….
Flashback
Aku dan minho sedang jalan2 di mall,makan,membeli ice cream juga bermain game di time zone dan saat aku akan mengisi kartu karna limitnya habis aku melihat seseorang yang begitu familiar sedang asyik bermain game menembak. Ia tampak begitu cool dengan kaus biru yang dipadu padankan dengan celana jeans belel berwarna hitam. Matanya tampak begitu fokus menatap layar. Ia bahkan tak malu berteriak riang takkala tembakannya mengenai sasaran dan aku terus terpaku berdiri memandangi punggungnya sampai ia memenangkan game tersebut dan menerima sebuah hadiah boneka mickey mouse dan setelahnya ia berbalik ke arahku persis saat itu aku sangat terkejut mengetahui bahwa pria yang begitu familiar dan mempesona itu cho saem.ia juga tampak terkejut mendapati aku di depannya namun tak lama kemudian dia tersenyum dan berjalan kearahku. “kau bermain game juga”sapanya membuatku mengangguk. “aihh kau ini benar2 tidak sopan, seharusnya kau yang menyapaku, aku inikan gurumu”ujarnya berdecak. “ya sudah sampai bertemu besok”ujarnya beranjak pergi namun kemudian dia berbalik lagi. “ingat kerjakan tugas yang ku berikan atau aku akan menambah hukumanmu”ujarnya menatapku intens. “iyyy..ya saem”jawabku gugup sedang ia hanya tertawa jahil lalu mengusap rambutku. “dasar gadis nakal! Ini”ujarnya menyodorkan boneka mickey mouse padaku. “ini untukku saem?”tanyaku. “iya ambillah, sudah banyak boneka dirumahku,ini untukmu saja lagiankan aku pria”ujarnya tersenyum manis lalu pergi meninggalkanku yang masih terpesona dengannya.
*****
“jadi boneka mickey mouse yang kau bawa pulang waktu itu dari cho saem?bukan dari minho?”tanya jiyeon dijawab anggukan suzy. “huft….,, aku tidak mengerti dimana letak pesona seseorang yang bermain game,kerenan juga kai yang ngedance”ujar naeun bingung. “yakk itukan menurutmu,menurut suzy beda”ujar jiyeon. “iya2,tapi coba bayangkan anak ini terpesona karna punggung cho saem,ada2 saja”ujar naeun masih tak habis pikir.”huft aku juga tak habis pikir mengapa aku mau berteman denganmu yang menyebalkan”ujar jieun membuat suzy dan jiyeon tertawa.”yakk jieun bisa2nya kau meledekku yang selalu setia padamu”ujar naeun kesal. “mianhe,aku Cuma bercanda”ujar jieun memeluk na eun.”awas kau”ujar naeun menghindari pelukan jieun namun ia ditahan suzy dan jiyeon sehingga kini mereka berpelukan berempat. “kau tenang saja bae ,kali ini kami akan membantumu dekat dengan cho saem”ujar naeun menumpukan tanganya ditangan suzy. “ya kami akan mengerahkan seluruh tenaga dan pikiran kami”ujar jiyeon ikut menumpukan tangannya. “ya seluruh tenaga”ujar jieun membuat mereka tertawa bersama. “hey ada apa ini?”tanya soojung yang kini berdiri dibelakang meraka sedang mereka hanya tersenyum jahil menatap soojung lalu berlari kearahmya dan memeluk soojung erat2. “hey ada apa dengan kalian,hey lepaskan,hey aku tak bia bernafas” teriak soojung membuat cho saem yang ada diruang tamu menghampiri mereka. “yakk apa kalian mau membunuh soojung?”ujar cho saem membuat suzy,jiyeon,naeun dan jieun terdiam dan melepaskan pelukan mereka. “kalian ini bukankah sudah saya peringatkan jangan mengganggu soojung”ujar cho saem menatap mereka tajam. “hehehe saem,mereka hanya memberikan aku dukungan kok, tak usah dibesar-besarkan. Cho saem kembali saja ke depan”ujar soojung membuat kening cho saem mengeryit ,namun kemudian mengangguk dan pergi meninggalkan mereka. “huft…, he still killer teacher”ujar naeun lemas lalu masuk kamarnya disusul jieun.” Psikopat teacher”ujar jiyeon masuk kekamarnya. “huft… i’m so confused”ujar suzy masuk ke kamarnya meninggalkan soojung yang bingung dengan gelagat ke4 sahabatnya.
****
“soo fighting,soo fighting!! SEOUL HIGH SCHOLL Jjang!!!”teriak teman2 sekolah soojung semangat tanpa terkecuali ke4 sahabatnya yang tampak semangat mengangkat tinggi2 banner yang berisikan semangat untuk soojung,begitu juga dengan myungsoo yang tampak memegang banner bertuliskan “Keep spirit My SooJungie!! I love You!!” dan selama 45menit situasi tegang semakin terasa apalagi ini merupakan babak final dimana soojung akan bertanding melawan SMA PARANG yang terkenal dengan prestasinya bahkan kabarnya cho saem yang ganteng nan killer itu juga alumni dari sana. Hingga soal terakhir wajah soojung tampak santai dan dingin meski kini skornya dengan sang lawan seri. Dan detik- detik menegangkan itu semakin mencekam saat siswa sma parang yang terlebih dahulu menekan tombol untuk menjawab. Namun sepertinya keberuntungan benar2 berpihak pada soojung,siswa tersebut terlalu terburu-buru hingga jawabannya salah,dan soojung otomatis menang namun juri tampak tak yakin soojung bisa menjawab soal tersebut. Namun keraguan juri tersebut pupus saat soojung dengan lantang menjawab jawabannya yang seharusnya bahkan ia menjelaskan dengan rinci jawaban tersebut membuat para juri dan orang2 yang hadir disana terpukau dan bersorak riuh mengelu-elukan soojung. “yeyyy soojung jjang,soojung jang!!! Seoul high school jjang!!”teriak mereka. soojung pun dengan bangga mengangkat terophynya.
*****
Seminggu sejak kemenangan soojung ,cho saem jarang sekali terlihat ,ia hanya hadir saat jam-jam pelajarannya saja dan suzy merasa sangat kehilangan. Meskipun biasanya ia cemburu melihat kedekatan cho saem dan soojung namun ia lebihsedih bila tak bisa melihat cho saem sesering dulu.
“hey bae mengapa kau murung?”tegur soojung,suzy hanya menggeleng.”tenang saja bae,kami sedang berusaha menyusun taktik untukmu”ujar naeun.”taktik?taktik apa?”tanya soojung heran. “taktik… ah itu taktik mendapatkan cho saem”ujar jieun membuat suzy,neun,jiyeon melototkan matanya ke jieun. “aku salah lagi ya?”ujar jieun garuk2 kepala. “tunggu dulu mendapatkan cho saem?maksud kalian suzy menyukai cho kyuhyun songsaem?”tanya soojung memastikan.”memang ada guru lain yang marganya cho disini?”tanya jieun membuat jiyeon,suzy,naeun semakin geram. “huft kalian ini kenapa sih ? mengapa aku selalu menjadi yang terakhir tahu?”ambek soojung. “maaf soo bukan kami tak mau memberitahu tapi saat itu kau sedang sibuk dengan persiapan olimpiade mu jadi kami tak mau menggangu terlebih cho saem juga mengancam kami”jelas jiyeon yang dianggukin oleh naeun,jieun dan suzy. “oke aku maafkan tapi untuk kali ini,tapi lain kali aku takkan bertoleransi lagi”ujar soojung menatap tajam temannya satu persatu membuat mereka bergidik ngeri. “lalu sudah sejauh apa rencana kalian?”tanya soojung kemudian yang dijawab gelengan ke4 sahabatnya. “hah? Kok bisa?”tanyanya bingung. “ehmm ini sangat sulit soo,cho saem begitu tertutup,dia juga cukup jahil jadi kami haru berhati2 dan masih terus menyusun taktik yang pas”ujar naeun. “dan sudah berapa lama kalian menyusun taktiknya?”tanya lagi. “sudah sebulan namun kami rasa ini begitu sulit secara kau tahu kapasitas suzy”ujar naeun tersenyum manis kearah suzy. “yakk apa maksudmu dengan kapasitasku? Kau mau bilang kalau aku tak berpotensi menjadi pacar cho saem gitu”marah suzy. “bukan begitu bae,tapi ini begitu sulit, kaukan tahu cho saem begitu jenius ,dia juga guru mtk pelajaran paling terkutuk itu dan kau adalah siswa yang paling bermasalah dengan pelajaran itu”ujar jiyeon meluruskan. “aku tahu kalau aku adalah siswa terburuk dalam pelajaran cho saem,lalu apa hubungannya dengan menjadi pacarnya”ujar suzy sedih. “begini bae,biasanya guru itu sangat menyukai siswa berprestasi dan kau juga tahukan kalau cho saem sangat menyukai soojung karena soojung berprestassi dalam pelajarannya,kau tahukan bagaimana cho saem menperlakukan soojung jadi kami pikir kalau kau mau mendekati cho saem yah paling tidak nilai mtkmu dibawah soojung atau sebanding denganku lah”jelas jiyeon lagi. “di bawah soojung dan sebanding denganmu? Maksudmu aku harus mendapatkan nilai minimal 80 gitu?hey Kau tahu itu sulit untukku bahkan aku selalu dibawah jieun yang mendapat nilai 60”ujar suzy semakin tak bersemangat. “itu makanya kami masih terus berpikir”ujar naeun. “huft… kalian ini memang!”ujar soojung geleng2. “apa maksudmu soo?”tanya jiyeon. “jiji kau ini!! aku saja mengerti bahwa ssoojung itu punya cara lain”ujar jieun mengejek jiyeon. “yakk apa maksudmu”ujar jiyeon marah melempar bantal ke jieun dan dibalas jieun. “sudah diam!!”lerai naeun membuat keduanya berhenti. “jadi apa rencanamu soo?”tanya naeun serius. “rencananya sih simpel dan suzy juga tak perlu harus menjadi pintar ,dia cukup menjadi dirinya sendiri”ujar soojung sambil tersenyum licik membuat ke4 sahabatnya saling tatap lalu ikut tersenyum licik.
******
“untuk ulangan kali ini saya cukup merasa puas karena banyak peningkatan di nilai kalian dan untuk nilai sempurna masih milik jung soojung”ujar cho saem membuat semua siswa 2-2 bertepuk tangan kearah soojung dan dibalas senyum dari soojung. “namun sseperti yang kalian tahu bahwa nilai sempurna selalu bersanding dengan nilai kegagalan besar dan kali ini lebih buruk dan saya rasa kalian juga tahu ini nilai siapa?”ujar cho saem sini menunjukkan kertas ulangan yang tampak kacau dengan nilai nol besar dan sekuruh kelas ikut memandang sinis kearah seorang siswa yang terus menunduk . “bagi yang merasa ini kertasnya temui saya di ruang guru”ujar cho saem meninggalkan kelas. Sesaat cho saem meninggalkan kelas sang siswa malah tersenyum penuh kemenangan dan berlari keluar kelas menuju ruang guru membuat teman2 sekelas menggeleng bingung kecuali 4 gadis sahabat dekat si siswa yang malah ber hi- five membuat teman2 sekelas mereka semakin bingung.
******
“Bae Soo Ji”ujar cho saem membaca nama yang tertera di kertas ulangan lecek tersebut lalu memadang sinis siswa yang di hadapannya. “apa2 kau ini? apa kau mau kertas ulanganmu yang nol besar ini saya pertunjukkan lagi dimading?”marahnya ke siswa tersebut sedang si siswa hanya menunduk. “heyy jawab!! Apa kau tuli?”marahnya lagi. “maaf saem,tapi saya benar2 tak mengerti dengan pelajarannya”ujar sang siswa dengan wajah memelas. “tidak mengerti kau bilang? ini adalah rekapitulasi dari pelajaran kelas satu dan dua dan kau tak bisa menjawabnya satu no pun dengan benar? Apa kau gila?”kesal cho saem. “maaf saem”ujarnya. “aku tahu kau itu bodoh tapi aku tak menyangka kau sebodoh ini? lagian sejak saya mempertunjukkan nilaimu kemarin di mading bukankah kau menunjukkan kemajuan dengan nilai-nilai yang lebih baik meski masih di bawah kkm, lalu kenapa sekarang kau tak bisa menjawab satupun?”tanya cho saem kecewa ,suzy hanya menunduk sambil menggigit bibirnya. “apa selama ini kau mencontek?”tanya cho saem lagi memandang suzy membuat suzy deg2an setengah mati.”bu….bukk..an”jawab suzy gugup. “huft lalu mengapa sekarang kau tak bisa menjawabnya? Bahkan soal no 7 adalah soal diulangan yang lalu dan kau bisa menjawabnya namun kali ini mengapa tak bisa?”tanya cho saem dengan nada tinggi membuat suzy memejamkan matanya takut. “huft…. aku benar2 gagal”ujar cho saem frustasi. “maaf saem,tapi saya benar2 lupa,kemarin saya bisa menjawabnya karena pelajaran itu baru saja saem jelaskan makanya saya ingat menyelesaikannya tapi sekarang saya benar2 lupa” ujar suzy. “lalu kamu mau saya bagaimana? Kamu mau saya membuat soal yang baru saya ajarkan saja? Cihh bakan trigonometri yang baru saja jelaskan 2 hari yang lalu kamu tak bisa menjawabnya”cibir cho saem. “maaf saem,tapi saya juga sudah berusaha”ujar suzy sesenggukan. “arra. Saem juga minta maaf karena memarahimu sekejam ini”ujar cho saem menghapus air mata suzy yang membasahi pipinya. “ssaem, apa saem mau menjadi guru privat saya?”ujar suzy membuat cho saem membulatkan matanya. “kamu serius ingin belajarkan?”ujarnya tak yakin. “jelas saja karena saya ingin belajar,saya kan tak mau dimarahi cho saem terus,saya juga malu kalau setiap ulangan cho saem an teman2 sekelas selalu memandang rendah saya karena saya selalu mendapat nilai terendah”ujarnya masih sesenggukan. “mengapa kamu tak minta ajari soojung saja? Bukankah kamu tinggal serumah dengannya? Dia juga sangat jenius”tanya cho saem lagi. “memang soojung jenius dan kami juga tinggal serumah dengannya namun saya tidak bisa serius belajar kalau dengan soojung,saem kan tahu dia sahabat saja yang ada saya malah mengajak dia bermain”ujar suzy menggaruk tengkuknya membuat cho ssaem tertawa melihat tingkahnya. “kau ini”ujar cho saem mengusap rambut suzy membuat pipi suzy memerah. “saem akan menjadi guru privatmu,tapi kau harus sedia kocek yang mahal dan kau juga harus serius belajar!!”canda cho saem mengacak rambut suzy membuat pipi suzy semakin memerah. “kau ini,sudah kembali ke kelasmu,besok akan saya kabari kapan jadwal belajarmu karena saya masih harus menyesuaikan jadwal saya”ujar cho saem. “siap saem!!”ujar suzy mengangkat tangannya ke kening persis dengan posisi menghormat bendera membuat cho saem tertawa dibuatnya.
******
“wahhh senangnya yang berduan terus dengan pria idaman”ledek naeun. “berduan apa maksudmu?aku dan cho saem kan belajar”ujar suzy senyum gak jelas. “cihh belajar apanya! Yang ada kau hanya memandangi wajah cho saem yang menjelaskan! Dasar genit”ujar naeun memukul kepala suzy dengan bantal membuat mereka tertawa bersama. “hahaha… kalian mengintip kami ya?”ujar suzy kemaluan. “hushh keterlaluan”cibir naeun. “maaf, habis kalian iseng sih menggoda aku terus,padahal kalian kan tahu cho saem seperti apa”ujarnya cemberut. “jadi belum ada kemajuan apa2 diantara kau dan cho saem?”ujar jiyeon memastikan. “entahlah aku juga tak tahu,namun aku merasa cho saem hanya menganggapku siswa bodoh yang perlu bimbingan lebih bukan seorang gadis”ujar lemas. “sudahlah bae,tak usah bersedih begitu setidaknya selama 2 bulan ini kau sudah dekat dengannya dan nilai2 mu juga meningkat bahkan kemarin kau memperoleh nilai 85 untuk pertama kalinya”ujar soojung menepuk pundak suzy. “iya aku tahu,tapi semakin lama aku meraa kalau aku semakin menyukai cho saem dan aku semakin tak bisa mengendalikan perasaanku di dekatnya”ujar suzy. “mengapa kau tak coba nyatakan perasaanmu saja,siapa tahu cho saem juga menyukaimu?”ujar jieun sambil mengunyah keripik kentangnya membuat teman2nya memandang jieun. “kenapa memandangku seperti itu? apa aku salah lagi,baiklah aku minta maaf”ujar gadis itu kembali asyik dengan keripiknya. “daebak,aku rasa jieun benar mengapa tak kau nyatakan saja?” ujar jiyeon membuat mereka mengeryitkan keningnya bingung. “maksudku begini,selama inikan suzy tak pernah menunjukkan kalau dia tertarik dengan cho saem,maka menurutku inilah waktunya suzy bertindak untuk soal diterima atau tidak itu urusan nanti setidaknya kita sudah berusaha ,kalau Cuma diam dan menduga-duga seperti ini sampai hari kelulusan tahun depanpun kita tak tahu”ujar jiyeon membuat ke4 sahabatnya mengangguk. “ayo suzy,aku yakin kau pasti bisa”ujar naeun memberi semangat. “iya,kami yakin kau pasti mendapatkan cho ssaem”ujar jieun memeluk suzy membuat yang lainnya pun ikut memeluk suzy.
*****
“mengapa kau terlambat? Kau tak tahu saem sudah menunggumu lama?”sindir cho saem begitu suzy sampai. “maaf saem,tapi inikan baru pertama kali aku terlambat,biasanya saem terlambat aku juga tak marah”sungut suzy membuat cho saem tertawa mengacak-acak rambut suzy geram. “yakk saem, bisa tidak tak merusak tatanan rambutku,aku kan jadi kelihatan jelek,bagaimna kalau nanti ada namja yang melihatku bisa2 mereka ill feel”sungut suzy membuat cho saem semakin keras tertawa. “ya ampun kau ini,nilai mu saja masih belum stabil sudah berpikiran tentang namja,kau benar2 kekanakan”ujar cho saem mencubit pipi suzy membuat suzy tambah kesal. “saem memang ada yang salah kebodohan dan kekanakanku hingga aku tak boleh memikirkan seorang namja?”ujar suzy sedih membuat kyuhyun bingung. “ehmm bukannya salah sih,Cuma saem pikir sebaiknya kau belajar dulu yang giat dan perbaiki nilai-nilaimu baru pikirkan soal namja,dan kau perlu tahu saat kau mendapatkan nilai yang lebih baik maka akan lebih banyak lagi namja yang akan menyukaimu”ujar kyuhyun tersenyum sedang suzy semakin sedih. “apa karna aku bodoh aku tak boleh jatuh cinta? Apa hanya soojung yang pintar saja yang boleh pacaran? Apa hanya soojung saja yang disukai para namja? Memangnya apa salahnya dengan kebodohanku? Bisa tidak lihat aku dari sisi lain jangan dari otakku saja”ujar suzy menangis membuat kyuhyun merasa bersalah. “maafkan saem,bila saem melukai perasaanmu tapi bukan maksud saem begitu,saem hanya mau kau fokus belajar agar nilai-nilai mu tetap stabil seperti sekarang jangan sampai karena kau pacaran nanti nilai-nilai kembali menurun”ujar kyuhyun menghapus air mata suzy. “saem salah, aku tak seperti itu”ujar suzy masih saja menangis. “baiklah saem salah,sudah jangan menangis lagi. kau boleh pacaran tapi jangan sampai nilai mu semakin menurun kalau sampai menurun saem akan memintamu putus! Mengerti!”ujar kyuhyun dengan nada bercanda diakhirnya. “saem tak perlu menunggu selama itu karena saem perlu tahu aku mau belajar dengan saem karena sebenarnya aku sedang jatuh cinta dan untuknya lah aku belajar giat agar aku bisa dekat dengannya dan ia mau memandangku sekali saja.”ujar suzy masih dengan air mata yang semakin deras menetes. “benarkah? Wah hebat sekali namja itu,saem saja tak bisa membuatmu menjadi giat seperti sekarang walau saem sudah menghukum dan mempermalukanmu berkali-kali”canda kyuhyun bukannya membuat suzy terhibur malah membuat tangisnya semakin kencang.”hey kau ini kenapa sih? Apa ada yang salah dengan ucapan saem? Atau jangan2 pria itu menolakmu? Huh bodoh sekali pria itu menolak gadis secantik dan selucu kau!”ujar kyuhyun pura2 marah. “berhentilah saem,saem takkan bisa menghiburku”ujar suzy. “ayolah suzy,ini bukan gayamu,selama ini kau begitu cerewet dan bawel bahkan kau selalu saja melawan padaku bahkan saat kau salah sekalipun”ujar kyuhyun semakin heran. “okeh saem minta maaf, saem memang tak mengerti apa yang kau rasakan. Cuma satu nasehat saem, kau jangan sampai patah semangat hanya karena ditolak namja,saem yakin masih banyak namja yang lebih baik darinya yang menyukaimu”hibur kyuhyun lagi. “aku tahu saem…..”tangis suzy. “tapi…tapi.. bagiku saem adalah yang terbaik”ujarnya semakin mengeraskan tangisnya membuat kyuhyun bingung. “maaf saem,aku tak bisa les lagi dengan saem,permisi”ujar suzy berlari keluar apartemen kyuhyun,sedangkan kyuhyun masih saja terdiam mencoba mencerna omongan terakhir suzy. Hampir 15 menit dia terus mencoba menterjemahkan artinya namun selalu kembali pada makna yang sama seperti pertama kali ia mendengarnya. “jadi pria yang disukai suzy itu aku? Jadi yang membuat suzy patah hati itu aku?” batin kyuhyun.
*****
“huft kasihan suzy dia jadi tak bersemangat begitu”ujar jiyeon. “iya sejak semingu yang lalu dia tak berselera makan dan kerjaannya hanya melamun saja”tambah soojung. “huft aku jadi teringat saat aku patah hati karena tahu kim bum sunbae sudah memiliki pacar”ujar naeun. “iya tapi suzy jauh lebih kacau darimu”ujar jieun menatap pilu suzy yang mengaduk-aduk asal makanannya di meja makan. “huft…. sampai sekarang aku tak habis pikir bisa2nya dia jatuh cinta pada cho saem si guru killer dan psikopat itu”ujar naeun kesal. “yakk cinta itu mana bisa memilih,lagian cinta itukan memang tak memandang logika”ujar jieun membuat ketiga sahabatnya menatap jieun tajam. “kenapa sih kalian menatapku begitu? Apa aku salah lagi?”ujarnya menggaruk kepalanya. “waouuu… waouu.. so daebak!!! “ujar jiyeon memandang kagum jieun. “hey ada apa denganmu?”heran jieun. “kau belajar dari mana kata2 mengagumkanmu itu jieun?”tanya soojung. “maksudmu kali ini aku benar?”tanyanya yang dijawab anggukan ketiga sahabatnya. “hehehehehe itu aku kutip dari novel-novel mu soojung “ujar jieun tertawa gaje lagi membuat mereka kembali tertawa menghiraukan bunyi bel yang berbunyi. “ting-tong-ting-tong” . “eitsss tunggu dulu aku seperti mendengar bunyi bel”ujar naeun. “huft malam ini? tidak mungkin ini bukan harinya myungsoo ngapel kau kan soo”tanya jiyeon dan dianggukin soojung. “tingtongtingtong”. “ehmm tapi sepertinya memang ada tamu”ujar jiyeon lagi. “iya,lagiankan bukan Cuma myungsoo aja tamu disini,biasa aja orangtua kita”ujar naeun bergegas ke depan untuk membuka pintu.
15 menit kemudian naeun datang.
“kenapa kau lama sekali,memang siapa yang datang sih?”tanya jieun heran. “suzy mana?”tanya naeun sambil mengatur nafasnya. “hey kau ini kenapa sih? Apa kau kesambet setan di pintu?”tanya jiyeon heran. “suzy mana?”tanya naeun mengedarkan pandangannya kepenjuru rumah mengabaikan pertanyaan teman-temannya. “dia dikamarnya”jawab soojung lalu naeun pun bergegas ke kamar suzy namun ditahan ketiga sahabatnya. “ada apa sih aku harus cepat memberitahu ke suzy”ujar naeun mencoba lepas dari cengkraman teman2nya.”hey beritahu kami dulu baru kau boleh masuk kamarnya!”tegas jiyeon membuat naeun menghela nafas kesal. “arra-arra…!! cho saem ada di ruang tamu dan dia ingin bertemu dengan suzy.”ujarnya. “apa? cho saem?”teriak ketiga temannya berbarengan. “ahh lepaskan tangan kalian,aku harus memberi tahu suzy”ujar naeun meninggalkan teman2nya yang masih terkejut. Tak lama kemudian mereka tersadar dan bergegas ke ruang tamu untuk memastikan yang dikatakan naeun dan benar saja tampak seorang pria dengan sweater hijau bergambar mickey mouse sedang duduk tenang memegang boneka minimouse. “itu beneran cho saem?”tanya jiyeon. “memang kalau bukan cho saem? Siapa lagi?”tanya jieun balik pilon. “aku baru tahu kalau cho saem sekeren ini”ujar jiyeon mengabaikan kepilonan jieun. “humm pantas saja suzy jatuh cinta pada cho saem”ujar soojung. Dan selang beberapa detik suzy lewat lalu menghampiri kyuhyun masih dengan tampilannya yang acak-acakan dan tak bersemangat. “yakk mengapa kau tak menyuruh suzy berdandan dulu,kau tak liat dia begitu kacau dan coba lihat cho saem begitu keren”protes jiyeon. “huft kalian ini bisanya hanya protes membujuk dia keluar saja aku mau mampus apalagi menyuruhnya berdandan,lagian kalian bukannya membantuku membujuknya malah ngintipin cho saem”rungut naeun. “maaf kami tak percaya cho saem beneran datang”ujar jiyeon nyegir gaje diikuti soojung dan jieun. “cihh kalian ini”sungut naeun lalu merekapun memfokuskan pandangan mereka ke suzy dan kyuhyun yang tampak serius bicara berdua.
“ada apa saem datang kesini?”tanya suzy ketus. “memang saem tak boleh datang kesini?”tanya kyuhyun jahil. “boleh,tapi tidak untuk menemuiku”jawabnya makin ketus. “mengapa tak boleh?kau kan siswaku lagian aku inikan guru privatmu?”goda kyuhyun lagi. “saem ini bodoh atau apa sih? Saem tahukan aku suka sama saem dan aku tak mau bertemu saem lagi. “marah suzy. “mengapa saem yang bodoh? Yang bodoh itu kan kamu,ulangan kemarin dapat nilai 50, terus setahu saem kalau orang menyukai seseorang itu dia malah ingin bertemu terus bukan menghindarinya” ujar kyuhyun. “itu kalau mereka saling menyukai kalau tidak itu malah menyakitkan” ujar suzy pelan. “memang pria yang kamu sukai tak menyukaimu?”goda kyuhyun lagi. “saem ini kenapa sih senang sekali menggodaku,apa saem belum jelas juga kalau aku ini patah hati karena saem “ujarnya menangis. Kyuhyun yang melihatnya tersenyum geli lalu memeluk suzy membuat ke4 gadis yang mengintip mereka saling berpandangan bingung. “kenapa kamu patah hati karena saem? Memang siapa yang bilang saem tidak menyukaimu?”ujar kyuhyun membelai rambut suzy yang masih menangis dipelukannya. Suzy terkejut mendengar pertanyaan kyuhyun membuatnya menghentikan tangisnya lalu memandang kyuhyun serius. “maksud saem menyukaiku?”tanya suzy dijawab tawa jahil kyuhyun. “maksud saem,saem mencintaiku juga?”tanya suzy memastikan dijawab anggukan kyuhyun membuat suzy terperangah sebentar lalu kembali memeluk kyuhyun dengan erat. “makasi karena saem menyukaiku,aku sangat senang saem menyukaiku ani maksudku saem mencintaiku. Aku sangat menyukai songsaem”ujarnya membuat kyuhyun tertawa sedangkan ke4 gadis itu semakin bingung saja karena mereka tak mendengar dengan jelas yang mereka lihat hanya adegan peluk2an saja. Suzy melepaskan pelukannya lalu menghapus air matanya dan menatap kyuhyun intens. “aku tahu aku tampan”goda kyuhyun yang dijawab anggukan suzy membuat kyuhyun tertawa geli. “kau ini”ujarnya mengacak-acak rambut suzy. “saem jadi sekarang,saem pacarku kan?”tanyanya serius dan dijawab gelengan kepala oleh kyuhyun membuat suzy bingung. “bukannya saem bilang saem juga menyukaiku,mencintaiku tapi kenapa kita tak berpacaran”ujarnya kembali sedih membuat kyuhyun menatap suzy. “suzy dengarkan saem baik ya? Dan pasang otakmu!”candanya lagi. “yakk saem!!”protes suzy dan kyuhyun kembali tertawa. “arra-arra. Dengarkan! Saem dan kau memang saling suka dan mencintai tapi kamu harus ingat siapa kamu dan saem. Kamu adalah siswa saem dan saem adalah gurumu. Kamu tahukan kalau guru dan siswanya dilarang berpacaran?”tanya kyuhyun lembut. “jadi maksud saem,saem menolakku”ujar suzy kembali menangis. “hey jangan menangis dulu,huft kau ini sudah saem bilang dengarkan saem. “kesal kyuhyun dijawab anggukan suzy. “maksud saem kita memang tak berpacaran sekarang,tapi nanti! Kita akan berpacaran saat kamu tidak menjadi siswa saem dan saem bukan gurumu lagi”ujar kyuhyun. “itukan masih setahun lagi saem ,itu lama”rengek suzy. “hahahah kau ini tak sabaran sekali,sudah saem bilang berulang kali dengarkan saem baik2 dan pasang otakmu”ujar kyuhyun menoyor kepala suzy. “lalu maksud saem?”tanya suzy tak sabaran. “kau ini memang,huft”ujar kyuhyun menarik nafasnya. “kau dan saem akan berpacaran setelah saem resmi pindah ke Kirin”ujar kyuhyun. “maksud saem,saem akan mengundurkan diri dari SHS?”tanya suzy dijawab anggukan kyuhyun. “kenapa saem harus pindah”ujar suzy sedih. “memang kau tak mau jadi pacar saem??”goda kyuhyun. “aku memang mau jadi pacar saem tapi aku juga tak mau saem pindah”rungutnya. “kau ini egois sekali,mana bisa begitu kau harus memilih salah satu suzy!”ujar kyuhyun membelai rambut suzy. “tapi aku tak mau kalau sampai saem pindah,memang kita tak bisa backstreet saja?”ujar suzy dengan mata berkaca-kaca. “backstreet? Kau ini memang? Apa kau malu jadi pacar saem?”goda kyuhyun. “bukan begitu saem, aku sangat mencintai saem tak mungkin aku malu. Aku hanya mau saem tetap mengajar kalau sampai soojung tahu saem memutuskan pindah sekolah demi jadian denganku dia pasti membunuhku”ujar suzy. “jadi itu karena kau takut soojung membunuhmu?”goda kyuhyun. “bukan saem, aku juga sangat menyukai saem mengajariku”ujar suzy menggaruk tengkuknya yang tak gatal. “masa sih? Bukannya aku itu guru killer dan psikopat?”goda kyuhyun. “ihhhh ssaem…, itukan karena saem selalu menghukum kami dan selalu tersenyum evil gitu setelah selesai menghukum siswa saem”rungut suzy. “baiklah saem takkan pindah,asal pacar saem ini tidak memaksa untuk bermesraan denganku disekolah apalagi sampai minta cium”ujar kyuhyun terus menggoda suzy membuat pipi suzy sukses memerah seperti udang rebus. “yakk saem membaca diaryku!!!!”teriakknya memukuli kyuhyun membuat kyuhyun tertawa ssemakin keras. “saem keterlaluan!!!!”marah suzy terus memukuli kyuhyun. “maaf aku tak sengaja membacanya”ujar kyuhyun membuat suzy tersenyum lalu kembali memeluk kyuhyun. Kyuhyun balas memeluknya. “aku janji gak bakal minta bermesraan dengan saem di sekolah maupun ditempat umum asal saem tetap mengajar di SHS dan tetap menjadi pacarku”ujarnya mengeratkan pelukannya namun tiba2 kyuhyun melepaskan pelukannya. “kenapa saem?”bingung suzy. “ehmm itu….”ujar kyuhyun garuk2 kepala sambil tersenyum gaje menunjuk kearah 4 orang gadis yang tengah mengintip mereka. “ahhh itu!! guys!!! Cho saem menerimaku!! Cho saem mencintaiku”teriak suzy membuat kyuhyun melototkan matanya. “jinja?”teriak ke4 sahabatnya lalu berlari berhamburan kearah mereka dan memeluk suzy. “selamat bae,akhirnya”ujar jiyeon. “chukkae bae”ujar soojung ,naeun dan jieun berbarengan. “waahh cho saem!!! Gomawo cho saem!!”teriak ke4 gadis itu bersamaan lalu memeluk kyuhyun membuat kyuhyun semakin melototkan matanya. “ke4 gadis yang menyadari hal tersebut tersenyum dan tertawa jahil. “hahahahaha…..cho saem tenang saja! Kami takkan memberitahu siapapun kalau saem dan suzy berpacaran”ujar naeun. “ah jeongmall? Syukurlah”ujar kyuhyun lega. “ne,takkan asal saem tak menghukum kami lagi”ujar jiyeon membuat mereka kembali tertawa. “yakk mana bisa begitu!! Kalau kalian bandel memang harus dihukum”ujar kyuhyun. “hahahahaha tak ku sangka cho saem yang jahil ini takut pada ancaman kita,hahahahaha”tawa naeun. “yakkk kalian mempermainkanku?” marah kyuhyun. “ahhh anni saem,anniya! Maaf saem maksud kami bukan begitu”ujar soojung ketakutan melihat kemarahan kyuhyun. “kami hanya bercanda kok”ujar soojung. “bagus kalau kalian bercanda kalau tidak kalian akan tahu akibatnya karena saem adalah wali kelas kalian di kelas 3”ujar kyuhyun membuat k5 gadis itu terbengong. “jadi kalian harus berhati-hati pada saem! Atau siap2lah tak lulus”ujarnya menyeringai evil. Kelima gadis itu saling tatap lalu satu persatupun masuk ke dalam meninggalkan kyuhyun namun suzy yang paling terakhir masuk ditahan kyuhyun. “hey!! Kau juga mau meninggalkan ku?”tanya kyuhyun tajam. “ehh… aku-aku bingung”ujar suzy polos membuat kyuhyun tertawa. “kau ini memang,kau ini harus menemaniku! Kaukan pacarku”ujar kyuhyun dan membuat suzy tersenyum. “ini”ujar kyuhyun menyerahkan boneka minimouse ke suzy. “minimouse? Untuk apa?”tanya suzy heran. “kenapa? Kau tak suka?”tanya kyuhyun. “bukan ,tapi kenapa harus minimouse bukannya seharusnya pria itu memberi bunga pada pacarnya”tanya suzy. “hahahaha kau ini, dengarnya bae suzy yang bodoh.! Aku memberimu minimouse karena sebelumnya aku tlah memberimu mickey mousse jadi aku sengaja bermain seharian ini di time zone biar bisa menemukan pasangan untuk boneka yang keberikan sebelumnya”ujar kyuhyun membuat suzy sukses menitikkan air matanya. “hey kenapa menagis gitu?”ujar kyuhyun mengusap air matanya. “saem, saranghae”ujar suzy memeluk kyuhyun. “hahaha kau ini!!”ujar kyuhyun balas memeluk suzy. “saem,mengapa kau tak membalas?”rungut suzy melepaskan pelukannya. “nado saranghae,kau mau dengar itu?”tanya kyuhyun tertawa geli. Suzy menatap kyuhyun tajam lalu ia menarik tengkuk kyuhyun dan mencium bibir kyuhyun membuat kyuhyun terdiam.
end

Let’s Married

Let’s Married

Cast : Kim Myung Soo( L)
Jung Soo Jung (Krystal)
Choi Minho
Jessie ( Jessica jung) namanya author ubah karena disini dia jadi adiknya krystal.

Author Pov
Senja yang sepi,seolah menggambarkan suasana hati seorang gadis cantik. Gadis itu Jung Soo Jung, semenjak kecil ia mengidap penyakit jantung. Dan hari-harinya pun ia habiskan di rumah sakit. Meskipun ayah,ibu dan adik perempuannya selalu menemani dan menghiburnya namun ia selalu saja merasakan sepi terlebih lagi sahabatnya Kim Myung Soo sedang dalam keadaan kritis. Kim myung soo dan soo jung bersahabat karena mereka sama2 dirawat di rumah sakit yang sama dan myung soo juga sakit lebih tepatnya leukimia. Dari kecil,ia dan myung soo tlah bersahabat terlebih lagi kondisi mereka yang mengharuskan mereka menghabiskan waktu di rumah sakit. Bermain bersama,makan bersama dan belajar bersama. Soo jung sangat menyanyangi myungsoo.

Soo jung pov
Aku kini sedang memndang keluar jendela menyaksikan burung gereja yang berterbangan dari dahan pohon yang satu ke dahan pohon yang lain. Aku mencoba menghibur hatiku yang gelisah menanti kabar myungsoo yang sedang berada di UGD. Sudah 3 hari ini dia tak sadarkan diri setelah pingsan sehabis bermain denganku di taman rumah sakit. Aku sangat sedih dan takut,bagaimana bila ia tak bangun lagi, karena kami tlah berjanji bahwa akulah yang akan mati terlebih dahulu dari dia. Memang perjanjian yg konyol namun janji itu ku buat karena ia selalu takut mati terlebih dahulu katanya ia takut ibunya akan menangis. Ia sangat menyayangi ibunya dan ia tak ingin aku menangisinya karena baginya tangisku itu adalah tangis yang mengejek kematiannya.. Lucu memang,tapi memang itulah, katanya ia juga tak ingin melihat ibuku bersedih karena baginya ibuku juga adalah ibunya. Katanya bila dia yang mati terlebih dahulu maka takkan ada yang mengibur ibuku dan ibunya. Ya ibunya,ibuku,ayahku,ayahnya dan adikku sudah seperti keluarga. Itu tak lain karena aku dan myungsoo yang sama2 di rawat di rumah sakit yang sama semenjak kami berumur 7 tahun. Sekarang usiaku dan usianya telah mengijak 16 tahun. Dan selama itu tak sekali pun aku merasa sesedih ini karena biasanya akulah yang tiba2 pingsan dan tak sadarkan diri berhari2 dan dia akan selalu setia menungguku. Mencatatkan pelajaranku yang tertinggal,mengiburku,dan menceritakan apa saja yang terjadi seolah ia ingin memberitahuku bahwa selama aku sakit tak ada yang tertinggal olehku. Air mataku menetes ntah untuk yang keberapa kalinya walau sudah ku coba untuk menahannya namun terasa sulit karena aku sangat takut kehilangannya.
“onni, myungsoo oppa sudah sadar!!!”teriak jessie adikku membuyarkan lamunanku. Aku segera berlari menuju kamar rawat myungsoo. Dia terlihat sangat lemah namun seperti biasa senyumnya tak pernah lepas dari wajahnya.
“ibu berhentilah menangis,aku sudah sadar sekarang? Inikan bukan yang pertama kalinya aku pingsan?”ujarnya sambil tertawa. Kulihat ibunya sesegukan menangis. Aku yang tanpa sadarpun ikut menangis.
“heh soo jung!! Kau meledekku ya!”ujarnya menatapku sinis.
“iya,kenapa?”ujarku kesal.
“huh,, kau ini! kau itu lebih sering di posisiku tau! Bahkan kau pernah tak sadarkan diri selama 3 hari”ujarnya mengejekku.
“lalu apa bedanya denganmu?”balasku.
“apa? Yah tentu saja berbeda! Ini 3 hari pertamaku,sedangkan kau sudah berapa kali”ujarnya tak mau mengalah, huh aku sungguh menyesal telah menangisinya.
“myungsoo,berhentilah!,keadaanmu sedang tidak baik”ujar ayah myungsoo.
“kau selamat karena ayahku disini”ujarnya lagi.
“myungsoo,diam!”ujar ayahnya lagi dengan menatapnya tajam.
“baiklah,kenapa kau masih diam disana?kau tak ingin memelukku dan menghiburku?tanyanya sinis. Aku langsung menghampirinya dan memeluknya dan menceritakan semua yang ku alami seperti yang biasa yang ia lakukan. Aku baru kembali ke kamarku setelah ia tidur.

“bagaimana keadaannya?”tanya ibuku. “dia sudah baikkan tapi dari tadi dia terus saja mengejekku”ujarku kesal. “karena kau terlalu banyak berbohong makanya ia mengejekmu”ujar jessie. “maksudmu?”ujarku menatap jessie tajam. “tadi aku sudah memberitahunya kalau kau tak mau belajar selama ia sakit”ujar jessie. “kenapa kau memberitahunya! Pantas saja dari tadi dia terus saja menyela ucapanku,kau menyebalkan!”marahku. “kaukan tak bilang padaku kalau kau akan berbohong padanya,lagian ia bertanya terlebih dahulu padaku”ujar jessie santai. Aku yang kesal langsung naik ke ranjangku. “sudah sana pulang kau! Aku tak ingin melihat pengacau sepertimu!”ujarku kesal. “aku juga akan pulang,besok aku ada ulangan mtk!”ujarnya santai lalu tersenyum. Dasar adik yang aneh dimarahi malah tersenyum. “aku pulang”ujarnya lalu mencium pipiku. “hati-hati”ujar ibu yang akan menjagaku malam ini. “ibu pulang saja,ia besok ada ulangan kasihan kalau tak ada yang menyiapkan sarapan untuknya”ujarku . “ayahmu juga tak akan membiarkan dia kelaparan”ujar ibuku. “tapi aku lagi ingin bersama ayah malam ini,aku bosan di jaga ibu”ujarku ketus sebenarnya aku hanya khawatir karena slama myungsoo tak sadarkan diri ibulah yang menemaniku,ia khawatir aku akan histeris. “baiklah ibu pulang,kau memang anak yang durhaka”ujar ibu mencium pipiku dan mengacak2 rambutku. “ibu,aku mencintaimu”ujarku saat ia membuka pintu ruang inapku. “ibu juga mencintaimu,jangan takut,ayah mu akan segera datang”ujar ibu berlalu.

Myung soo pov

Tiga hari setelah aku sadarkan diri,semuanya kembali seperti semula. Bangun pagi mandi,makan bubur,minum obat pergi ke ruang soo jung belajar bersamanaya,setelah itu bermain di taman,sorenya latihan bernyanyi di kamarku lalu tidur. Huh hari2 yang membosankan.
“myungsoo,kenapa kau melamun?”ujar soo jung membuyarkan lamunanku.
“bukan urusanmu!”ujarku kesal. “myungsoo,suster suzymu”ujarnya menunjuk ke arah suster suzy. Suster suzy adalah suster yang aku sukai. Ia suster baru di rumah sakit ini. Ia cantik,ramah,baik dan sopan. Aku langsung berlari ke arah suster suzy. Soo jung menyusul di belakangku.
“sore suster” sapaku ke suster suzy yang sedang mendorong kursi roda seorang nenek tua. “sore tampan?” balas suster suzy,aku yang mendengarnya pun langsung sumringah. “suster suzy,mau gak nanti malam makan bareng kita?”tanya soo jung membuatku bingung. “makan malam,di restoran depan! Mau ya suster,please”rengek soo jung karena melihat suster suzy yang masih ragu. “baiklah” ujar suster suzy. “terima kasih suster,jm 7 ya”ujar soo jung. “iya,suster permisi dulu,nenek baek harus istirahat” ujarnya. “bye2 suster cantik”ujar soo jung melambaikan tangannya. “ myungsoo,ayo bersiap!”ujarnya bersemangat. “kaukan tidak boleh keluar malam,kita batalkan saja ya”ujarku khawatir. “tapi kau tidakkan?”ujar soo jung sambil menggerlingkan matanya. “hah? Maksudmu?”tanyaku kebingungan. “dasar bodoh!! Ini kesempatanmu untuk dinner bareng suster cantik itu”ujarnya sumringah. “aku?apa dia tidak marah kalau kau tak ikut?”tanyaku lagi. “tak akan,asal kau memberikan alasan yang logis!.oh iya cepatlah berdandan,jangan memakai baju pasien ini”ledeknya. “lalu?”tanyaku. “pakai baju yang yang ku hadiahkan kemarin,itukan keren?”ujarnya. “ehmm…,baiklah”jawabku.

Author pov
Myungsoo sangat senang saat suster suzy datang ke restoran tempat mereka janjian. Walaupun suster suzy banyak bertanya soal ketidak hadiran soo jung,namun akhirnya myungsoo tetap bisa makan malam berdua dengan suster suzy. Setelah selesai makan suster suzy mengantarkan myungsoo ke halaman rumah sakit,lalu pulang ke rumahnya. Myungsoo terus memperhatikan ke pergian suster suzy,hingga mobilnya tak terlihat lagi.
Myungsoo pov
Setelah suster suzy pergi,aku kembali ke kamarku dengan perasaan gembira,karena ini adalah kali pertama aku dinner dengan gadis lain selain soo jung.
“hemm…,,senangnya yang jalan dengan gadis pujaan?”ujar soo jung mengangetkan. “soo jung,mengapa kau ada di kamarku?”tanyaku bingung. “tentu saja menunggumu!”ujarnya ketus. “kau cemburu ya?”tanyaku iseng. “cmburu apanya,oh iya malam ini ayah dan ibuku tak datang menjagaku,bisa tidak kau yang menjagaku?”pintanya. “huh,kau ini! Kau kan sudah besar mengapa aku harus menjagamu,lagiankan aku juga sakit sepertimu”ujarku ketus. “kaukan tau,aku takut kalau aku bangun tak ada orang di sebelahku” ujarnya memelas. “mengapa kau tak menelpon pangeranmu?,si minho2 itu”ujarku menggodanya. “yak!! Kau kan tau,dia tak tahu soal keadaanku?” marahnya. “lalu apa urusanku,memang aku siapa mu?”godaku lagi. “myungsoo!”ujarnya dengan menatapku tajam. “iya,tuan putri yang bawel!”ujarku,ia pun tersenyum sumringah.

Author pov
“myungsoo,aku sudah cantik belum”tanya soo jung yang mencoba baju barunya. “cantik,mengapa kau begitu bersemangat? Apa kau akan kencan lagi dengan si minho itu?”tanya myungsoo. “ iya” ujar soo jung sumringah. “bukankah kau baru bertemu dia minggu lalu?”tanya myungsoo bingung karena biasanya soo jung bertemu minho sebulan sekali. “ iya,ini persiapan pertemuan selanjutnya”ujar soo jung dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya. “senangnya yang jatuh cinta”ledek myungsoo lagi. “kapan lagi kau akan kencan dengan suster suzy?”tanya soo jung. “kencan?entahlah?”ujar myungsoo santai. “apa kau tak mengajaknya bertemu lagi?,apa harus ku bantu lagi?,dasar myungsoo!”ujar soojung kesal sendiri. “sudah diamlah! Kenapa kau yang sewot?”ujar myungsoo kesal,dia hanya bersungut2. “dasar!” ujar myungsoo mengacak2 rambut soo jung.

myungsoo pov
“myungsoo,kapan ya aku bisa seperti itu?”tanya soo jung sedih saat melihat tanyangan tv yang menampilkan berita pernikahan mewah putra menteri korea. “mengapa kau bertanya padaku?,seharusnya kau bertanya ke minho? Bukankah kau baru bertemu dia kemarin?”jawab ku ketus. “apa aku bisa menikah?”ujarnya sambil menekuk wajahnya. “mengapa tidak?”tanyaku. “kaukan tau,jantungku semakin lemah,belakangan ini aku juga sering pingsan”ujarnya menangis. “ya sudah,besok kita menikah”ujarku spontan. Ia terkejut,namun kemudian ia kembali menangis. “soo jung,menikahlah denganku?”ujarku sambil menatap matanya. “mengapa aku harus menikahimu?apa kau kasihan padaku?”isaknya. “tidak,hanya saja ku pikir lebih baik kita menikah,bukankah aku dan kau sebentar lagi akan mati”ujarku santai. “iya,tapi kan kau tak mencintaiku?aku juga tak mencintaimu?”tanyanya sambil mengusap air matanya. “memang? Lalu kau ingin menikah dengan minho?”tanyaku lagi. “minho?? Mana bisa aku menikah dengannya,mana ada yang mau menikah dengan wanita yang akan mati?”ujarnya murung. “huh ya sudah,menikahlah dengan mayat?”ujarku meledeknya. “myungsoo aku serius!!”bentaknya. aku yang mendengarnya bergidik ngeri karena tak biasanya ia seperti ini. “maaf”ujarku. “huh….,,aku benci hidupku!”teriak soo jung. “soo jung,pelankan suaramu,kalau suster tau kita ada di atas gedung ini,nanti kita akan di marahi”ujarku mengingatkannya. “maaf…”ujarnya terisak.

Author pov
Sebulan sejak di atas gedung tersebut,keadaan myungsoo semakin memburuk. Soo jung demikian. Soojung menjadi lebih sering pingsan,begitu juga dengan myungsoo yang bolak-balik keluar UGD.Hingga seminggu berikutnya keadaan mereka membaik.

Soo jung pov
“huft kenapa sih mesti ada ujian segala?apa dia tidak tahu aku baru saja kluar dari UGD?”umpat myungsoo,karena saat ini kami sedang ujian,aku juga belum siap sepenuhnya kondisi fisikku juga masih lemah,namun bila kami tak ujian mungkin kami tak bisa ke tingkat selanjutnya karena banyak pelajaran dan tugas-tugas kami yang keteteran,namun karena kurikulum kami yang sama seperti sekolah pada umumnya memaksa kami untuk melaksanakan ujian ini. “percuma donk,orang tua kita bayar mahal2,kalau tidak ada keistiweaannya”dumel myungsoo lagi. Aku Cuma bisa tersenyum menanggapi dumelannya. “home schooling apanya?lebih baik aku di sekolah biasa saja”dumelnya lagi. “diamlah myungsoo,aku tak bisa fokus karena suaramu”ujarku. “huh,bahkan berdumel pun dilarang”dumelnya lagi. “kim myungsoo apa kau sudah siap dengan dumelanmu?cepat selesaikan atau aku takkan menaikkanmu!”ancam guru choi. Akhirnya pun myungsoo diam.

Myungsoo pov
Semenjak acara televisi yang waktu itu,soo jung semakin sering melamun”apa dia begitu ingin menikah?”pikirku,aku memang pernah berpikir untuk menikah dan memberikan ibuku cucu agar nanti ia tak kesepian saat aku meninggal. Ibuku orang yang sangat sensitif,jangankan aku yang sakit,soo jung saja ia akan berteriak histeris. Apalagi bila aku meninggal aku yakin ia takkan mau melakukan apapun seperti saat ayahku kandungku meninggal. Ia selalu mengurung dirinya di kamar hingga beberapa bulan. Syukur saja ada dr. Lee ,ayah tiriku sehingga ia bisa melupakannya. Bahkan saat mengetahui aku mengidap sakit yang sama dengan ayah kandung ku,ia berteriak histeris mengutuk dirinya. Akhirnya aku memutuskan untuk menikahi soo jung walaupun aku tak mencintainya.

“soo jung” sapaku. “ya”jawabnya lemas. “menikahlah denganku?”pintaku,ia membulatkan matanya menatapku tajam. “memang kita tak saling mencintai,tapi bukankah kita sebentar lagi akan mati?ayo wujudkan impianmu?”ujarku tersenyum. “jangan melakukan hal bodoh aku tak ingin kau kasihani”ujarnya ketus lalu membuang wajahnya. “apa kau masih berharap menikah dengan pacar dunia maya mu si minho itu?”selidikku karena ku tahu ia sangat mencintai pria itu. “kau sudah tau jawabannya” ujarnya ketus sambil memandang lurus burung gereja yang saling berkejaran di atas ranting pohon pilus di seberang taman rumah sakit ini. “mengapa kau tak mengatakan secara langsung,kalau dia mencintaimu pasti dia mau menikahimu”ujarku mencoba menyemangatinya. “dia masih sekolah myungsoo,aku dan kau juga!”ujarnya kesal. “hummm….,,kitakan berbeda?”ujarku,dia menatapku seolah bertanya apa maksud ucapanku. “kita tak butuh ijazah untuk ke neraka soo jung?”ujarku sambil mengacak2 rambutnya. Ia masih diam dan terus menatapku seolah minta penjelasan lebih lanjut. Aku menarik nafas panjang mencoba mencari kata2 yang tepat. “bukankah kita tahu bahwa usia kita takkan lama lagi,bukankah kau di vonis 3 tahun lagi dan aku 2 tahun lagi”ujarku menahan air mataku yang kesal dngan penyakit yang ku derita. Dia masih diam tak bergeming dengan air mata yang terus mengalir dari kedua matanya. “menikahlah denganku,mari kita bangun keluarga bahagia kita,aku,kau dan anak kita kelak”ujarku yang akhirnya menumpahkan air mata. “tapi kita tak saling mencintai?kita juga masih muda,anak? Bagaimana kita bisa punya anak bila umur kita hanya 2-3 tahunini”ujarnya terisak. Aku hanya diam. “aku sangat lemah myungsoo,bagaimana mungkin aku bisa?”ujarnya lagi. “ku mohon soo jung menikahlah denganku mari kita bentuk keluarga kita,ku mohon berusaha tuk memberikan ibuku cucu kau tau ia akan sangat terpukul bila aku mati”ujarku tak kuasa menahan air mata. “tapi,,kau tahu kondisiku lemah,bahkan transplantasi jantung lagipun juga takkan mnyelamatkan ku. “ujarnya masih terisak. “lalu dengan siapa lagi aku akan menikah soo jung?”tanyaku. “bukankah kau yang mengatakan takkan ada orang yang mau menyia2kan hidupnya dengan menikahi orang yang akan mati”bentakku. Ia tercengang ,air mata semakin membanjiri matanya. “ku mohon soo jung,berikanlah ibuku cucu,bukankah kau menganggapnya ibumu?kau tahu ia tak punya siapa2 lagi bila aku mati,ayahku sudah tua soo jung,bila aku mati dia takkan punya teman lagi”pintaku namun kini dengan nada lembut namun ia masih diam. “kau mungkin tak perlu mengkhawatirkan ibumu,kau masih punya ayah dan adik yang sehat yang akan menemaninya di masa tuanya sedangkan ibuku,ia akan seorang diri”ujarku dengan air mata yang terus bercucuran karena tak sanggup membayangkan bagaimana ibuku nanti setelah aku mati. “tapi,apa orang tua kita akan setuju?”tanyanya sambil mengusap air matanya. “katakanlah ini permintaan terakhir kita,mereka pasti mengijinkan”ujarku sambil menghapus air matanya. Ia pun mengangguk dengan wajah yang merah karena sehabis menangis. Aku tahu kenapa ia merasa berat karena ia masih memiliki minho kekasihnya,dan ia sangat mencintainya. Aku juga berat,karena aku juga mencintai suster suzy,namun seperti yang kami ketahui,bahwa kami takkan bisa mwujudkan mimpi kami.

Author pov
Myungsoo membaca majalah musik,sedangkan ibunya sedari tadi hanya menangis sambil mengupas buah apel,dan sesekali menarik nafas seolah mencoba untuk tegar. Myungsoo sebenarnya tak tahan melihat ibunya begini,ia sangat membenci dr park yang memvonis usianya hanya tinggl 2 tahun lagi,bukan karena ia tak terima,namun ia mengutuknya karena semenjak vonis itu ibunya selalu saja memandanginya dengan tatapan sendu,sekalipun ia selalu mencoba untuk tersenyum. “ibu,berhentilah menangis! Aku bosan mendengarnya”bentak myungsoo. Ibu myungsoo pun seegera menghapus air matanya dan tersenyum kepada putra nya. “apakah ibu tahu,aku takkan mati secepat itu! Apa dr park itu tuhan sehingga dia seenaknya saja memvonisku,sudahlah ibu”ujar myungsoo mencoba menenangkannya. “iya,ibu tahu sayang,hanya saja ibu takut”ujar ibu yang kembali mencurahkan air matanya dan sukses mmbuat hati dan mata myungsoo memanas untuk ikut menangis,namun ia tahan karena ia tak ingin ibunya semakin bersedih. “ibu,aku ingin menikah dengan soo jung!” ujar myungsoo membuat nyonya kim seperti di sambar petir di siang bolong. Namun kemudian nyonya kim tersenyum seolah merasa bahwa itu hanya bualan putranya saja untuk menghentikan tangisannya. “ibu aku serius”ujar myungsoo menatap ibunya dengan sungguh2 membuat raut wajah ibunya kembali menjadi sedih dan sedikit bingung. “myungsoo,kau dan soo jung itu”ujar ibunya sedikit ragu tuk menyambungkan ucapannya dan airmatanya pun jatuh kmbali. “kami apa?kami akan mati?kami masih muda?”ujar myungsoo kesal. “bukan begitu myungsoo,hanya saja saat ini kondisi kalian belum membaik,tunggulah kau sehat sdikit”ujar ibunya menarik seulas senyum secara terpaksa. “kapan? Saat aku mati?”bentak myungsoo. Ibu myungsoo pun kembali menjatuhkan air matanya. “Ibu,anggaplah ini permintaan terakhirku,bukankah ibu juga sangat menyayanginya?”ujarku dan ibu kembali menangis dan kali ini sedikit kencang. “ibu!! berhenti!!” bentakku lagi. Ia pun menghapus air matanya lalu mndekat ke arah myungsoo dan memeluk myungsoo. “ibu sangat menyayanginya myungsoo,tapi apa soo jung mau? Bukankah dia mmpunyai pacar?””ujar ibu lalu duduk disamping myungsoo. “dia mau” ucap myungsoo ketus menahan air mata nya yang hampir meledak. “lalu bagaimana dengan orangtuanya sayang mereka pasti tak mengijinkannya kalian masih di bawah umur” ujar ibu myungsoo. “itulah tugas ibu sebagai ibuku”ujar myungsoo tersenyum sumringah ke ibunya karena merasa ibunya sudah menyetujuinya. “ibu akan bicara dengan ayahmu dan orang tuanya”ujar ibu myungsoo lagi. “ibu harus berhasil,kalau tidak apa gunanya ibu sebagai ibuku kalau melamarkan gadis untuk putranya saja tidak bisa”ujar myungsoo ketus lalu tersenyum,ibunya pun ikut tersenyum.

Soo jung pov
Sore ini ayah,ibu,dan jessie datang menjegukku karena memang ini hari sabtu ,jadi mereka pasti menginap tuk menemaniku hingga besok sore. Aku memandang ibuku yang serius membaca buku tentang pengobatan alternatif,lalu berpindah ke ayahku yang sibuk mengupas buah apel,dan terakhir ku pandang adik kesayanganku jessie yang sedang merapikan baju-bajuku di lemari. Aku sangat bingung harus memulai dari mana,tapi myungsoo sudah mengatakannya tadi siang ke ibunya,jadi aku harus mengatakannya sekarang. “ibu”panggilku ragu2. “ehmm…”guman ibuku. “ayah”panggilku “ iya sayang”ujar ayah tersenyum. “ibu”panggilku lagi. “iya soo jung”jawab ibuku yang kini menatapku lalu meletakkan buku yang dibacanya. Jessie juga ikut menghentikan aktivitasnya,kini mereka bertiga beranjak medekat ke ranjangku. “soo jung,ingin mengatakan sesuatu?” tanya ayah lembut. Aku terdiam karena ragu. “apa minho meminta bertemu denganmu lagi?”tanya ibu menggodaku. Aku mnggeleng. “lalu putri kesayangan ayah ini mau apa?”tanya ayah lembut sambil mengcak2 rambutku. “pasti dia ingin ke mall dan membeli baju untuk pertemuannya dengan minho” ledek jessie. Namun aku hanya bisa menggeleng. “ayo,pasti iyakan,tak usah berbohong”ledek jessie lagi. “ayaolah kak,kau pasti malukan?”goda jessie. “aku ingin menikah”ujarku spontan dan langsung menutup mataku karena aku tak ingin melihat wajah mereka yang terkejut. Dan benar untuk sementara keadaan menjadi sunyi,namun tak berapa lama kemudian ayah tertawa. “bukankah setiap orang juga ingin menikah?”ujar ayah lalu mencium pucuk kepalaku. “tapi aku ingin sekarang”ujarku dengan mata yang masih tertutup dan keadaan kembali senyap. “tapi,sayang kau dan minho masih terlalu muda,lagian minhokan….”ujar ibuku tertahan. “aku tahu,karena itu aku mau menikah dengan myungsoo”ujarku dan suasana kembali senyap tuk yang k3 kalinya. “tapi sayang…..”ujar ibu lagi. “ibu ini keinginan terakhirku”ujarku perlahan-lahan membuka mataku dan kulihat ibuku sudah berderai air mata. “iya,kau akan menikah dengan myungsoo”ujar ayah mengusap punggung ibu. Jessie yg tadi meledekku kini diam. Dan tak lama kemudian dr lee dan ibunya myungsoo datang ke kamarku lalu tak berapa lama kemudian mereka beranjak pergi. “eonni,eonni serius akan menikah dengan myungsoo oppa?”tanya jessie. “ehmm”jawabku malas. “lalu minho oppa?bukankah eonni mencintainya,dan myungsoo oppa kan juga menyukai suster suzy?”tanyanya lagi. “diamlah,!!”ujarku ,ia terdiam lalu beranjak keluar ruang inapku.

Myungsoo pov
“myungsoo oppa”sapa jessie yang datang ke ruang inapku. “hemm”jawabku lalu tersenyum ke arahnya. “oppa,”ujarnya tertahan lalu melirikku aku tahu pasti dia ingin bertanya soal pernikahan itu,namun aku pura2 tak mengrti. “iya,mengapa kau disini,sana sebaikknya kau temani eonni mu yg cengeng itu!”usirku. “aku tidak mau,disana sumpek”ujar namun masih memandangiku . “hummm apa nona jessie jung ,menyukaiku?”godaku lalu ia tampak kesal,ia mirip sekali dengan soo jung kalau sedang kesal. “percaya diri sekali kau,kau itu jelek”ujarnya lalu beranjak ingin meninggalkan ruang inapku. “kau tak ingin mendengar lagu ciptaanku yang baru?”ujarku mencoba menghentikannya dan dia langsung berlari menuju ranjangku karna Jessie memang sangat menyukai musik. Aku pun memetik gitar kesayanganku dan mulai menyanyikannya. Sepanjang aku menyanyi jessie terus menangis. “huh adik ipar yang payah” ujarku meledeknya. “bukan aku yang payah,tapi kau! Mengapa kau membuat lagu menyedihkan seperti itu!”ujarnya protes,aku tersenyum puas melihat expresinya itu. “mengapa kau tersenyum,kau tahu kau yang payah!! Kalau kau memang ingin menikahi eonni ku mengapa kau sepesimis ini!”ujarnya memukul kpalaku. “ini isi hati eonni mu,makanya aku ingin menikahinya”ujarku lempeng. “heh diam kau myungsoo!! Kau yang memintaku menikahimu!”ujar soo jung yang tiba2 muncul dan langsung memukulku. “maaf sayang” ujarku menggodanya,soo jung lalu membulatkan matanya sedangkan jessie hanya cekikikan melihat tingkah soo jung dan aku.

Soo jung pov
Hari ini begitu melelahkan seharian aku dan myungsoo berkeliling untuk menemukan gaun pengantin yang sesuai keinginanku. Karena kami tak sempat memesan berhubung pernikahan ini terlalu terburu-buru. Namun inilah keinginan kami. Sebenarnya ibuku,dan ibunya myungsoo menyarankan agar kami beristirahat namun kami bersikukuh untuk mencarinya sendiri.
Syukurlah akhirnya gaun pengantin impianku itu ditemukan.
“malam istriku,jangan lupa mimpikan aku ya”ujar myungsoo mengagetkanku. “heh istriku?”tanyaku bingung. Ia tersenyum hingga matanya tertutup rapat. “ini latihan”ujarnya mengecup pipiku,lalu keluar kamarku. Sebenarnya aku ingin marah,namun semuanya hilang membayangkan indahnya pernikahan ku nanti dengannya.
***
Pagi ini aku menerima email dari minho,seperti biasa ia selalu menanyakan kegiatanku, Ia juga sedikit mengeluh dengan sikapku yang belakangan ini jarang membalas email maupun telponnya. Hal ini benar2 membuatku dilema di satu sisi aku mencintainya,namun disisi lain aku tak bisa melepaskan mimpiku melangkah di altar. Tak terasa air mataku terus mengalir sambil memandangi foto2 selca ku dengannya. Yah walaupun kami hanya bertemu satu bulan sekali namun aku tak pernah menyia2kannya. Saat aku akan mencium foto minho tiba2 seseorang mengambilnya dari tanganku. “berani sekali kau mencium foto pria lain padahal lusa kau akan menikah denganku!”ujar myungsoo ketus. Aku ingin marah namunku tahan karena aku tahu ia hanya bercanda.”sebaiknya kau temui dia dan selesaikan masalahmu,katakan yang sebenarnya tentang dirimu,bila ia mau menerimamu maka aku akan membatalkannya”ujarnya menghapus air mataku. “huh tapi ku pikir,ini tak adil!”ocehnya seketika. Aku mengarahkan pandangan mataku ke dia. “kau ku beri waktu tuk memilih,tapi aku”ujarnya cemberut. Aku yang melihatnya tersenyum karena ia tampak begitu lucu dengan bibirnya mengerucut itu. “mengapa kau tersenyum? Apa aku begitu tampan?”godanya. aku menghampirinya lalu kucium pipinya. Ia sangat terkejut dengan perlakuanku itu,begitu juga aku. Namun seketika ia tersenyum lagi dan mencium pipiku. “jadi..,kau memilihku?”ujarnya sumringah aku menganggukkan kepalaku. “kalau begitu ini semua harus di musnahkan”ujarnya mengumpulkan foto2 ku dan minho. Aku ingin mencegahnya karena aku tak rela harus kehilangan ini semua namun terlanjur myungsoo tlah memasukkannya ke dalam ember rendaman kakiku. Lalu ia membuka album2 fotoku,seperti mencari sesuatu lalu tersenyum kemudian ia mengambil bingkai foto minho yang ia buang tadi dan memasang fotonya disana. “beginikan lebih baik,huh bahkan aku jauh lebih tampan darinya”ujarnya menggerlingkan mata ke arahku. Aku Cuma diam terpaku melihat tingkahnya. Lalu ia kembali membolak-balik album2 itu,lalu memasang satu foto lagi yaitu fotoku dan dia saat kami di UGD,untuk menggantikan fotoku dan minho. “kita memang pasangan yang serasi”ujarnya lagi.aku tersenyum dilema. “telpon dia!”ujarnya lalu berbaring di ranjangku. “heh?”ujarku bingung. “ajak dia bertemu,dan beritahu bahwa kau akan menikah denganku.aku tak mau menikahi pacar orang ” ujarnya cuek. Aku menekuk wajahku ,aku ragu,rasanya aku tak sanggup mengutarakan hal ini ke minho. “kau ragu? Ehm batalkan saja pernikahannya” ujarnya beranjak dari ranjang dan kembali ke kamarnya.

Myungsoo pov
Aku tahu aku begitu egois memaksakan kehendakku ke soo jung,namun ini kulakukan agar ia bisa melupakan pria itu. Sebenarnya tak masalah bagiku ia mencintaiku atau tidak karena aku juga tak mencintainya,hanya saja aku tak ingin ia menyesali keputusannya. Karena bagiku kebahagiannya sangatlah penting. Ia adik kecilku yang bawel,yang selalu menuntutku untuk memperhatikannya,yang selalu marah saat aku lebih mmperhatikan jessie,yang selalu kesal saat aku dekat2 ibunya,yang selalu cemberut saat aku memperoleh nilai yang lebih tinggi darinya,yang selalu minta ku nyanyikan,yang selalu tersenyum saat bercerita tentang minho. Dan si kecil yang akan menangis bila aku masuk UGD.
“Beep…..Beep….Beep”suara ponselku. Aku segera meraihnya. Ada satu pesan dari soo jung. “suamiku,jemput aku 20 menit lagi di cafe health,aku sedang bersama minho sekarang” isi pesannya. Aku tersenyum,karena berarti ia mengikuti perintahku. Aku bingung mengapa gadis ice ini bisa menjadi penurut sakarang. “baik istriku,jangan berbuat macam2 dengannya , tersenyum juga tak boleh!”balasku lalu mengambil mantel di lemari setelah itu aku berjalan menuju cafe health yang ada di taman rumkit.

Soo jung pov
Aku memutuskan untuk mengajak minho bertemu,ia sedikit bingung namun setelah kuberi tahu bahwa ada sesuatu yang penting akhirnya ia setuju. Ia juga bingung saat aku memintanya menemuiku di cafe health di rumah sakit tempatku di rawat. Karena biasanya kami selalu bertemu di mall ataupun taman hiburan. Saat ia tiba,ia juga tampak terkejut melihat keadaanku dengan pakaian pasien rumah sakit. Karena sebelumya ia tak pernah tau bahwa aku mengidap penyakit jantung kronis yang telah di operasi 3 kali dan hasilnya tetap nihil. “duduklah” ujarku karena dari tadi ia hanya berdiri dengan wajah terkejutnya yang bodoh walaupun tak sebodoh myungsoo. “kau sedang sakit?”ujarnya akhirnya setelah 10 menit diam. “iya “ujarku tersenyum kecut. “apa karena ini kau tak membalas surel dan smsku beberapa hari ini?”tanya khawatir. Aku sedih melihat ia sekhawatir ini. “tidak”ujarku sambil menahan air mataku yang akan tumpah. “lalu?”ujarnya bingung. “aku akan menikah lusa”ujarku spontan. “apa?,ini tak lucu?”ujarnya tertawa. “aku serius!”ujarku. “tapi kau kan sedang sakit,kau juga masih sekolah,ayolah sayang jangan bercanda lagi”ujarnya tertawa renyah. “soal sakit itu sudah biasa,sekolah ?aku juga tak membutuhkannya ”jawabku ketus. “sakit biasa?,tak butuh sekolah?”tanyanya bingung. “ya, aku sudah sakit jantung sejak usia 5 tahun dan sekolah ,aku itu home schooling lagian aku juga akan mati”ujarku ketus menahan butiran air mata yang siap turun. “maksudmu? Bukankah selama ini kau baik2 saja? Kau juga bersekolah di Kyunghee kan ? ”tanyanya tak percaya. “aku berbohong ” ujarku lebih ketus. “kau membohongiku?” ujarnya kesal. “ ya aku membohongimu,akh tidak aku membodohimu”ujarku lagi. ia tampak kesal dan kecewa. Namun tiba2 ia tersenyum. “kau tak usah becanda lagi,aku takkan tertipu”ujarnya. “aku serius Choi Minho!!”ujarku kesal. “sudahlah tak perlu seperti itu,ulang tahunku masih seminggu lagi”ujarnya tertawa renyah. Karena tak tahu harus berkata apalagi aku mengsms myungsoo dan menyuruhnya datang. Aku terus berusaha meyakinkan minho bahwa aku serius dengan pernyataanku,namun ia sama sekali tak percaya. Hingga akhirnya myungsoo datang.
“hai minho,hai soo jung”sapanya lalu duduk di sampingku. “hai myungsoo!,kau sakit?ehmm… aku tahu sekarang,yang sakit itu myungsoo dan kau sedang menjeguknya kan sayang”ujar minho tersenyum. Myungsoo terdiam menatapku. “bukan…,aku dan dia memang sama2 sakit”jawabku. Ia tertawa. “sayang,kau boleh setia kawan namun jgn seperti ini,aku takut kata2 yang kau ucapkan tadi benar2 terjadi,apa kau tak pernah mendengar bahwa perkataan itu adalah doa.”ujarnya masih tak percaya. Aku benar2 tak tahu apalagi yang harus ku ucapkan untuk membuatnya percaya. “dia jujur,aku dan dia benar2 sakit,dia sakit jantung koroner dan aku leukimia”ujar myungsoo ketus. “hahaha…,apa2an kalian jangan terlalu berlebihan,kalian pasti hanya sakit demam biasa. Ehm pasti gara2 kemarin kalian kehujanan kan?”tanya minho tetap tak percaya. “ya sudah,tapi kau harus tau kalau aku dan soo jung akan menikah besok,jangan lupa datang ya”ujar myungsoo ketus sambil memberikan myungsoo undangan pernikahan kami dan menarik tanganku keluar cafe. Aku melihat Minho masih terdiam tak percaya menatap undangan tersebut nanar. Aku tak sanggup menahan air mataku. Myungsoo terus saja menarikku sampai ke ruang inapku. “berhenti menangis,atau impianmu musnah! Kalau dia mencintaimu pasti tadi dia mngejarmu dan meminta penjelasan lebih lanjut,dan meminta mu membatalkan pernikahan kita”ujar myungsoo geram. Aku terus saja menangis. “baiklah,kau ingin membatalkannya”ujarnya lalu beranjak keluar dari ruang inap ku,aku mngejarnya. “myungsoo…”panggil seseorang membuat aku dan myungsoo berbalik ke belakang dan kudapati minho menangis sambil meremas2 undangan pernikahan kami. Ia lalu berjalan kearah kami dan begitu sampai ia langsung memukul myungso,hingga myungsoo tersungkur jatuh dan pingsan. Aku menjerit histeris lalu beberapa suster berlari kearah kami dan membawa myungsoo ke ICU. Minho tampak terkejut dan merasa bersalah sedangkan aku terus saja menangis. “soo jung,mengapa myungsoo bisa pingsan?bukankah tadi dia baik2 saja”ujar ibu yang tiba2 datang. Aku menatap minho karena tak bisa menjawab pertanyaan ibuku belum lagi ibu myungsoo yang kini histeris di depan pintu icu. Ibu yang mnyadari pandanganku menarik aku dan minho ke taman rumah sakit. “apa yang kau lakukan pada myungsoo”ujar ibuku k minho,minho hanya terdiam. “apa yang kau lakukan padanya? Soo jung apa yang sudah ia lakukan pada myungsoo?”tanya ibu emosi. “mian ajhuma,tadi saya terlalu emosi”ujar minho menekuk wajahnya. “emosi kau bilang? Apa kau tahu kesalahan sekecil apapun bisa membunuhnya! Dan kalau itu terjadi tak hanya ia yang mati,tapi kami semua akan mati”ujar ibuku menangis. Minho menatapku bingung seolah bertanya apa maksud omongan ibuku. “kau tahu,ia menikahi soo jung bukan karena dia ingin ,itu karena ia ingin mewujudkan mimpi soo jung! Dan kau lihat sekarang tindakanmu itu akan membuatnya hancur. Ia mati maka ibunya mati,mimpi soo jung berakhir dan aku sebagai ibunya juga ikut mati”ujar ibu menatap minho tajam. Minho kembali menekuk wajahnya. “kalau kau mencintai putriku seharusnya dari dulu kau tahu ia sakit,apa kau tak prnah menyadari bahwa wajah putriku selalu pucat seperti mayat hidup?”tanya ibu lagi. minho masih diam. Aku tak bisa berbuat apa2 lagi di satu sisi aku kasihan melihat ia dimarahi ibuku karena itu adalah kesalahanku yang membohonginya,namun disisi lain aku juga membenci sikap minho yang menyebabkan myungsoo masuk ICU. “sebaiknya kau pulang,sebelum ayah myungsoo tau kau penyebab putranya masuk ICU”ujar ibuku. “ajhuma,saya benar2 tak tahu,saya benar2 minta maaf”ujar minho tulus. “aku akan memaafkan bila lusa myungsoo bisa berdiri di altar dan menikahi putriku”ujar ibu pergi meninggalkan kami. Aku dan minho masih terdiam,karena tak tahu harus berbuat apalagi aku berniat kembali ke rumah sakit. Namun minho menahan tanganku. “soo jung mengapa kau tak pernah cerita padaku? Apa kau takut aku akan meninggalkanmu karna kau sakit?”ujarnya menangis dan membuatku kembali meneteskan air mataku. “aku juga bisa mewujudkan impianmu,aku akan menikahi soo jung”ujarnya menatapku sendu. Aku terus saja menangis. “mengapa kau tak menjawabku?apa menurutmu aku sejahat itu? aku mencintaimu,andai kau ceritakan mimpimu ini pasti aku menikahimu”ujarnya memelukku. Aku terus terisak. “maaf minho,tapi ini tak sederhana yang kau kira”ujarku dengan sekuat tenaga mngeluarkan energiku tuk mengucapkannya. “aku bisa soo jung,ini pasti lebih mudah kau dan aku saling mencintai,iyakan?”ujarnya lagi meyakinkan. “kau mungkin bisa menikahiku,lalu apa keluargamu mau menerimaku? Bahkan ibumu tak menyukaiku ketika aku berkunjung ke rumah mu,sepertinya ia tahu aku ini hanya menyia2kan waktu putra kebanggannya”ujarku sinis. “iya soo jung,tapi itukan dulu bukankah sekarang ibuku menerimamu?”ujarnya lagi. “menerimaku? Lucu sekali,ia menerimaku karena aku selalu menitipkan kado untuknya di setiap kita bertemu”ujarku lebih sinis dari tadi. Minho mengangkat tangannya seperti ingin menamparku namun ia tarik kembali. “kau ingin menamparku?kau juga ingin aku masuk icu seperti myungsoo?ayo lakukan?” marahku. Ia terdiam. “baguslah aku tak bercerita padamu,sehingga aku tak perlu menikahi pria tempramen sepertimu,oh iya satu lagi aku juga takkan jatuh miskin karena terlalu sering menghadiahi ibumu kado mahal” ujarku berlari meninggalkan nya dengan air mataku yang terus saja mengalir. Ku berbalik sebentar kebelakang dan ku lihat ia jatuh tertunduk di rumput sambil mengepalkan tangannya membentur rumput. Aku melanjutkan langkahku menuju ruang icu,ku lihat orang tua myungsoo masih menangis. Ibuku dan ayahku juga tampak begitu khawatir. Lalu tak berapa lama Dr Park keluar,ia memberitahu kepada kami bahwa myungsoo hanya shock,sekarang ia sudah sadar. Ibunya myungsoo langsung berlari masuk,dr Lee,ayah tirinya myungsoo memeluk dr park sambil mengucapakan terima kasih. Lalu beralih memeluk ayahku dan memeluknya. Setelah itu kami semua masuk ke kamar myungsoo. Ia tampak lemah,bekas biru tampak di sudut bibirnya. Namun ia masih berusaha tersenyum seperti biasanya karena ku tahu ia tak mau membuat ibunya khawatir. “ibu,aku baik2 saja”ujarnya sambil mencoba duduk namun di tahan dr lee dan dia kembali berbaring. “kenapa wajahmu myungsoo?siapa yang melakukannya padamu?”ujar ibu myungsoo menatap myungsoo khawatir dan kembali meneteskan air matanya. “ah ini,ibukan tahu tadi aku terjatuh di lobi,sepertinya aku mengenai sesuatu”ujarnya mencoba menenangkan ibunya. Aku dan ibu saling tatap. “ibu tau ini gara2 si soo jung jelek ini,kalau saja dia langsung menangkapku pasti aku tak kan terluka!”ujarnya cemberut. “myungsoo,jangan melimpahkannya ke soo jung”ujar ayah myungsoo menjitak kepalanya pelan. “appa!mengapa appa selalu membelanya,belum saja dia resmi menjadi menantu appa,appa sudah melupakanku,bagaimana bila itu terjadi”ujarnya cenberut. Kami semua tertawa melihat tingkah myungsoo. Myungsoo memang selalu bisa membuat suasana menyedihkan menjadi menyenangkan seperti ini.

Author pov
Matahari bersinar terang,memberikan kehangatan bagi siapa saja . tak terkecuali Soo jung yang sedang mencoba gaun pengantinnya. Ia berputar membolak-balikkan badannya di depan kaca. “berhentilah,aku pusing melihatmu,seperti anak kecil saja”ledek myungsoo. Membuat ibunya,jessie dan ibu soo jung tertawa,sedangkan soo jung cemberut. “huh lihat bibirnya,jelek sekali! Kasihan sekali bibirku ini harus mencium bibirnya besok”ujar myungsoo meraba bibirnya dan diiringi gelak tawa semuanya. “yak! Kau pikir bibir mu bagus? Seksi? Aku tak mau kau cium besok?”ujar soo jung kesal meraba bibirnya di depan kaca sambil memperhatikan sejelek apa bibirnya. “memang bisa?? Kau tahu itukan simbol resminya pernikahan?”ujarnya ketus. “tapi aku tetap tak mau!!”elak soo jung kesal. “huhftt…..,,munafik sekali bukankah kau menikah karena ingin dicium di altar?”ledeknya lagi dan sukses membuat pipi soo jung memerah,soo jung pun berjalan ke arah myungsoo dan memukul kepala myungsoo pelan. “dasar gadis munafik,, mengapa harus memukulku kalau malu”ujar myungsoo balik memukul kepala soo jung. Ibu myungsoo dan soo jung hanya geleng kepala menyaksikan anak mreka. Sedangkan jessie tertawa ngakak. “eonni,oppa sepertinya kalian harus latihan! Bukankah ini yang pertama untuk kalian?”ledek jessie. “yg pertama? Bukankah soo jung pernah di cium minho?”tanya myungsoo bingung. “seperti biasa,dia berbohong!”ujar jessie lalu berlari seolah tahu kalau soo jung akan membunuhnya bila ia tetap di di sana. Myungsoo tertawa mengejek sedangkan ibu mereka hanya tersenyum melihat tingkah anak mereka. “soo jung berhentilah,cepat tukar bajumu,kita masih harus mendekor kamar kalian?”ujar ibu soo jung menghentikan langkah soo jung yang siap untuk menghajar myungsoo. Soo jung pun kembali ke kamar pas. Setelah itu mereka membeli pernak-pernik lucu,makan siang bersama setelah itu kembali ke rumah sakit.
***

Soo jung pov
“eomma,apa setelah mnikah kami akan tetap tinggal di rumah sakit?”rengekku menghentikan ibuku yang sedang mendekor kamar inapku. Ibutersenyum seakan menjawab iya. “eomma,aku bosan di kamar ini terus! Aku bosan di rumah sakit terus? Apa 10 tahun masih kurang?eomma aku ingin membangun keluarga seperti yang seharusnya”rengekku lagi. ibu terdiam sejenak lalu menghampiriku yang duduk diranjang. “sayang, eomma juga ingin tapi kau kan tahu kondisi kalian tak memungkinkan”ujar ibu mengusap rambutku lembut. “tapi eomma..”,,, “soo jung,kalian akan pindah ke rumah kalian”ujar dr lee memotong ucapanku. “maksud dokter?”tanya ibu bingung. “nyonya jung,soo jung benar,bila mereka tetap di rumah sakit bagaimana bisa membentuk keluarga yang sesungguhnya?bukankah sekarang mreka harus mandiri?” ujar dr lee lagi. “saya tahu dok,tapi mereka kan masih sakit?”ujar ibu cemas. “saya tahu nyonya,saya ini dokternya soo jung,myungsoo itu anak saya,mereka akan tinggal di dekat rumah saya,semuanya pasti baik2 saja. Saya yang bertanggung jawab”tambahnya lagi meyakinkan ibuku. Ibu terdiam karena ia tak bisa lagi membantah dr lee. “soo jung,siapkan barang2mu,besok kau akan pindah”ujar doktr lee menggerlingkan matanya padaku.

Author pov
Hari yang diimpikan soo jung akhirnya datang juga. Taman rumah sakit kini di sulap menjadi tempat pernikahan yang indah sesuai dengan tema yang mereka pilih yaitu gardening party. Tamu yang datangpun tak terlalu banyak kebanyakan adalah para relasi orangtua mereka dan pasien2 rumah sakit ini dan tentunya dokter dan suster karena merekalah teman dan sahabat soo jung dan myungsoo. Terlihat suzy datang dengan seragam susternya namun wajahnya dipoles make up sedikit, Dr park dokternya myungsoo juga datang beserta keluarganya,dan masih banyak yang lainnya.
Tak berapa lama kemudian pun acara dimulai. Terlihat soo jung dengan gaun putihnya yang indah berjalan menuju altar digandeng ayahnya,dan myungsoo dengan tukedo putihnya berdiri disisi altar menanti kedatangan soo jung. Dan akhirnya pernikahan tersebut pun terlaksana dengan hikmat walaupun disaat akan berciuman terjadi sedikit kekacauan karena soo jung menolak myungsoo mencium bibirnya,namun setelah mndapat tatapan mematikan dari ibunya,soo jung mau dicium myungsoo.
“ku kira kau menyukaiku,ternyata aku hanya ke geeran saja”goda suster suzy ke myungsoo. Myungsoo yang digodapun pipinya tampak merah merona. “dia memang menyukai suster” ujar soo jung kesal melihat tingkah myungsoo. Suster suzy tertawa seolah mengerti bahwa soo jung cemburu. “selamat ya soo jung,jaga myungsoo baik2 ya,jangan sampai ia kembali menyukai suzy” ujar dr hwang meledek soo jung. Soo jung yang menyadari sikapnya tersenyum malu. “huh berhentilah bersikap kekanak2an,sekarang kau sudah menikah”ujar dokter shin mengusap kepala soo jung lembut membuat myungsoo yang gantian kesal dibuat dokter muda nan tampan itu. “myungsoo,jangan menatapku seperti itu,aku takkan mengambilnya darimu,namun sepertinya suster suzymu boleh juga”ledek dr shin membuat suster suzy yang gantian geer. Dan dibalik pohon pilus tampak minho mengepal tangannya kesal dengan air mata di pipinya. Ia menyesali dirinya yang begitu bodoh tak mengetahui bahwa selama ini soo jung sakit keras,dan tak tahu mimpi gadis yang dicintaiinya itu membuat ia mengutuk dirinya. Lalu ia menghapus air matanya dan berjalan kearah soo jung dan myungsoo. “selamat ya soo jung,semoga kalian bahagia”ujar minho mengagetkan soo jung dan myungsoo. Soo jung tampak menahan air mataya,sedangkan myungsoo menatap soo jung khawatir. “maaf myungsoo,kemarin aku benar2 emosi.”ujar minho menyesal. “aku mengerti,,maafkan aku dan soo jung,dia tak berniat mengkhianatimu,tapi akulah yang memintanya.maaf kan aku”ujar myungsoo dengan wajah yang penuh sesal membuat soo jung semakin ingin meneteskan bulir air matanya. “aku tahu,, jaga dia baik2,akhh aku salah bukankah selama ini kau sudah menjaganya dengan baik. Ehmm bahagiakan dia,wujudkan impiannya”ujar minho memeluk myungsoo dan bulir bening jatuh membasahi jas myungsoo. “pasti”ujar myungsoo menepuk2 pundak minho seolah memberikan semangat. Minho melepaskan pelukan myungsoo dan berjalan pergi dari taman rumah sakit.
***

Myungsoo pov
“wahh rumahmu besar sekali!”seru soo jung begitu sampai di kediaman orang tuaku. “ini rumah ayahku,rumah kita yang itu” ujarku menunjuk rumah di samping rumahku, itu adalah rumahku dulu sebelum ibu menikah dengan dr lee. “jadi kita tinggal terpisah dengan orangtua mu?”tanyanya sumringah. “iya,,apa kau menyesal”godaku. Ia tersenyum lalu memelukku. “ehemmm,,apa kalian ingin pamer kemesraan?”ujar ayah meledek kami,soo jung pun melepaskan pelukannya. Ibu tampak tersenyum bahagia walaupun ku tahu dibalik senyum itu tersimpan kekhawatiran yang dalam.
Soo jung pov
Aku bahagia sekali begitu tahu kalau akan tinggal terpisah dari orangtua nya myungsoo walaupun rumah kami bersebelahan. Aku bahagia bukan berarti aku tak menyukai orangtua myungsoo ,bagiku mereka sudah sama seperti orangtuaku. Aku juga sangat senang begitu tahu rumah ini memiliki desain klasik dan menurutku rumah ini cukup besar dibanding kamar rumah sakit kami walaupun menginap di kamar vvip. “myungsoo kamarku dimana?”tanyaku bingung. Dia tersenyum nakal padaku.aku tambah bingung dibuatnya. “istriku,kitakan sudah menikah tentu saja kita satu kamar” godanya membuatku gugup walaupun aku masih berusia 16 tahun dan tak punya banyak teman namun aku cukup tahu hal seperti itu dari beberapa novel yang ku baca dan dari beberapa blog pribadi di internet. “ehmm….,,aku mandi dulu ya sayang”godanya lagi membuatku tambah gugup karena perlakuan myungsoo,dia memang sering menggodaku tapi biasanya aku hanya kesal namun kali ini aku benar2 gugup.

Myungsoo pov
Huh…aku benar2 mati kikuk di depan soo jung malam ini,biasanya aku juga sering tidur seranjang dengannya di rumah sakit,saat kelurganya tak ada yang bisa menemaninya,namun kali ini aku benar2 gugup tadi sore ketika sampai dirumah aku yang menggodanya namun sekarang sepertinya dia yang menggodaku. Rambutnya yang basah,gaun tidurnya…errr seksi sekali. Walaupun ia hanya memakai gaun tidur biasa bukan lingerie.tapi sukses membuatku berpikiran kotor. Ya tuhan apa yang aku lakukan dia itu sahabatku,ku rasa aku gila. Aku beranjak keluar kamar,mencoba menjernihkan pikiran kotorku namun yang terjadi soo jung malah mengekor dibelakangku. Belum lagi saat aku berbalik dia tersenyum. Ya tuhan kurasa aku benar2 gila sekarang,ini bukan yang pertama kalinya ia tersenyum seperti itu padaku namun kali ini rasanya sangat manis aku meraba bibirku teringat ciuman kami tadi pagi di altar. Aku sudah tak sanggup lagi aku mendekatinya,sekarang ia yang tampak gugup aku terus mendekatinya ia berjalan mundur hingga membentur tembok,lalu aku menciumnya dan…….(skip)

Soo jung pov
Aku merasa sinar matahari menusuk mataku,belum lagi selakangku terasa perih. Aku mencoba bangkit namun aku merasa sesuatu menahan tanganku. Aku mengalihkan pandanganku dan ku lihat myungsoo yang memelukku dengan keadaan naked,ya tuhan aku baru ingat apa yang kami lakukan semalam. Aku jadi malu mengingatnya,karena aku merasa ini begitu cepat. Ia tampak bergerak dan mengerjap2kan matanya. Ia juga tampak terkejut dengan kondisi kami. Aku bergegas ke kamar mandi karena tak mau myungsoo melihat tampang bodohku. Ku dengar dari kamar mandi ia berteriak. Apa dia menyesal?atau dia bahagia? Aku bingung lalu aku segera mandi. Disaat aku keluar kamar mandi ,kamar dalam keadaan sepi ku lihat kasur sudah rapi bahkan seprainya pun sudah diganti. Aku pun turun ke bawah ku lihat myungsoo sedang menyiapkan sarapan di dapur. Aku menghampirinya. “kau sedang masak apa”tanyaku. “nasi goreng”ujarnya tersenyum manis. Ya tuhan Apa aku sudah gila? mengapa senyumnya pagi ini begitu manis bahkan 10 kali lebih manis dari biasanya?. “ayo sarapan,sebentar lagi kita akan ke rumah sakit”ujarnya masih dengan senyum yang mengembang. “rumah sakit?”tanyaku bingung. “iya,apa kau tak ingin mengecek keadaanmu? Apa kau tak ingat kata appa bahwa kita boleh mninggalkan rumah sakit asal kita tetap check up seminggu sekali”ujarnya mengingatkan. “aku ingat! Tapi ini kan baru hari pertama?”tanyaku lagi. “memang, hanya saja aku merasa badanku lemah”ujarnya cemberut. “baiklah,aku juga merasa lemah,dan capek”ujarku lalu duduk di depannya sambil melahap nasi goreng buatannya yang rasanya enak sekali. “ehmm….bagaimana? apa rasanya enak?”tanyanya khawatir. “uh….,itu…itu”ujarku terputus2 bermaksud untuk menggodanya wajahnya seketika tampak murung. “rasanya enak”ujarku mengacungkan jempolku padanya,wajahnya seketika berubah senang. Setelah sarapan kami pun check up k rumah sakit diantar supir keluarga myungsoo.

Myungsoo pov
Sebulan setelah kami menikah sepertinya aku baru menyadari bahwa aku selama ini begitu menyayanginya,membutuhkannya dan satu lagi aku mencintainya. Aku bahagia melihat senyumnya setiap hari,mendengarnya mengomel manja,memeluk tubuhnya yang kurus dan bercanda ria bersamanya. Ia tak banyak berubah dari saat sebelum menikah ia tetap soo jung yang bawel,yang minta diperhatikan lebih,yang manja dan usil. Namun aku takut kebahagian kami ini akan hancur saat salah satu diantara kami akan mengalami kematian. Keadaannya memang membaik pasca operasi pencangkokan jantung 3 bulan yang lalu,namun aku kondisiku semakin lemah. Aku hanya berpura2 bahwa aku kuat karna tak mau ibu dan ia khawatir terlebih soo jung kini mengandung 2 minggu. Ia semakin overprotektif padaku,bahkan saat check up di rumah sakit ia tak memperbolehkanku menemui suster suzy,alasannya banyak sekali,mulai dari parfum suster suzy yang bau,make up suster suzy yang menor dan ada saja alasannya. Yang pastinya ia tak pernah mengakui bahwa ia cemburu. Bahkan ke jessie adiknya ia juga cemburu,saat jessie memintaku untuk menciptakan sebuah lagu untuk perlombaan drama jessie ia marah2 tak jelas,alasannya itu curang lah,gak sesuai kode etik penciptaanlah,huh banyak sekali dalihnya persis pejabat korupsi yang di introgasi kpk.

Soo jung pov
Aku tak tahu mengapa semenjak hamil,aku sangat sensitif bahkan terkesan berlebihan. Aku tak suka melihat myungsoo dekat2 dengan wanita lain selain aku. Bahkan ibunya pun aku cemburui namun karena tak mungkin mengutarakannya akhirnya aku memedamnya saja. Aku sangat cemburu saat check ke rumah sakit myungsoo terlihat akrab mengobrol dengan suster suzy. Selain itu dia juga mau membuatkan sebuah lagu untuk pementasan drama jessie,padahal saat ada tugas kesenian dulu,ia tak mau menciptakan aku sebuah lagu sampai2 aku di hukum menulis not balok sebanyak 30 lembar. Aku sangat membencinya namun anehnya ia tak pernah protes dengan itu semua yang ada dia malah menggodaku cemburu padanya,untung saja aku punya seribu akal sehingga aku selalu bisa mengelaknya.

Author pov
Makin lama kondisi myungsoo semakin lemah,sedangkan soo jung semakin membaik bahkan di usia kandungannya yang menginjak 8 bulan belum pernah sekalipun ia pingsan padahal bila normalnya sebulan sekali ia pasti pingsan. Namun seperti keajaiban kondisi kesehatannya berkembang pesat.
“anak appa…,cepat lahir ya nak jangan sampai appa tak bisa melihatmu”guman myungsoo mengelus perut buncit soo jung. Soo jung yang tak mendengarnya tersenyum,ia mengira myungsoo mungkin sedang menenangkan buah hatinya yang sedari tadi terus menendang2 perut soo jung seolah mengerti kegelisahan ayahnya. “myungsoo,kau sebaiknya tidur. Aku akan menemanimu” ujar soo jung membantu myungsoo berbaring. “soo jung,jaga anak kita baik2 ya”ujar myungsoo pelan namun bisa di dengar soo jung. “aku pasti menjaganya,kau juga harus sembuh agar bisa membantuku menjaganya”ujar soo jung mnyemangati myungsoo. Myungsoo tampak berusaha tersenyum. Ibu myungsoo yang mengintip dari balik pintu ruang inap myungsoo menangis pilu,melihat keadaan putra dan menantunya yang menyedihkan.
****

Author pov
Usia kandungan soo jung sudah menginjak 9 bulan,dan tinggal menunggu 3 hari lagi ia akan masuk ruang bersalin namun karena histeris melihat myungsoo yang sudah tak sadarkan diri selama seminggu hari ini ia terpaksa menjalani operasi cesar. Setelah 4 jam di ruang bersalin soo jung berhasil melahirkan seorang putra yang tampan. Namun kondisi soo jung berubah memprihatinkan ,tepat dua jam setelah melahirkan ia pingsan. Orangtua soo jung dan myungsoo tampak semakin histeris,namun semuanya beranjak hilang setelah soo jung sadar keesokan harinya,akan tetapi myungsoo tampak masih betah dengan tidur panjangnya. Setelah merasa cukup pulih soo jung sambil menggendong bayinya dengan menaiki kursi roda yang ddi dorong jessie melihat keadaan myungsoo.
“myungsoo,ayo bangun anak kita sudah lahir”ujarnya merengek. Ayah,ibu nya dan orangtua myungsoo menangis tertahan melihat keadaan soo jung yang seperti ini. Hingga seminggu kelahiran putra mereka ia tetap tak mau memberinya nama karena ia ingin myungsoo lah yang memberi nama putra mereka. Dan seperti sebelum2nya setiap hari ia akan merengek2 meminta myungsoo bangun dan terkadang disertai ancaman. “myungsoo bila kau tak bangun juga hari ini,aku akan membencimu!”ujarnya 2 hari yang lalu. “myungsoo kalau kau tak bangun sekarang aku takkan pernah memaafkanmu”ujarnya kemarin. “myungsoo kalau kau tak bangun juga detik ini,aku akan bercerai dngan mu dan mencari pria lain”ujarnya hari ini dan sukses membuat myungsoo sadar dari komanya selama 20 hari. Keadaan berubah kembali bahagia,myungsoo juga sudah pulang ke rumah, namun lebih tepatnya k rumah orangtuanya bukan rumah mereka. Putra kecil mereka pun mereka beri nama Kim jung Soo.
Tapi sepertinya takdir memang tak pernah berpihak kepada mereka secara tiba2 kondisi soo jung drop,hingga jantungnya sempat berhenti sesaat,namun kembali berdetak setelah seharian di ruang icu. Saat kondisi soo jung memburuk,myungsoo pun ikut ambruk,ia lalu tak sadar diri. Dan setelah seminggu sama2 di rawat d rumah sakit akhirnya keduanya sadar dengan selisih 15 menit seolah merupakan kehendak tuhan. Myungsoo meminta orangtuanya untuk membawa ia dan putra mereka ke ruang inap soo jung. Setelahnya mereka bertiga meminta waktu untuk bersama. Orangtua mereka sebenarnya tak mengijinkn anak mereka ditinggal begitu saja,mengingat kondisi mereka yang masih belum stabil. Sehingga mereka memutuskan untuk menunggu di pintu ruang inap soo jung. “soo jung aku lelah! maafkan aku karena sepertinya aku tak bisa menemanimu menjaga jungsoo”ujar myungsoo mengusap kepala jungsoo yang tertidur pulas di tengah2 mereka yang berbaring di ranjang soo jung. “myungsoo,mengapa kau berkata demikian,bukankah kita berjanji dulu bahwa aku yang akan terlebih dahulu mati,agar kau bisa menghibur orang2 yang kehilanganku”ujar soo jung menangis menatap myungsoo sendu. “maafkan aku soo jung,tapi apa kau ingat bahwa aku juga pernah mengatakan bahwa aku akan mati setelah aku mempunyai anak untuk menggantikan aku disisi eommaku”ujarnya dengan air mata yang mengalir deras. “kau curang,mengapa kau berkata demikian,aku juga lelah. Tapi aku berusaha agar aku bisa sehat untuk membesarkan putra kita,namun mengapa kau putus asa?”isak soo jung dan jung soo mulai bergerak2 gelisah. “maafkan aku soo jung,aku benar2 tak kuat lagi”ujar myungsoo terbatuk2. Orangtua mreka yang mendengarnya masuk ke kamar dan mendapati wajah myungsoo sudah penuh dengan darah dari batuknya,dan soo jung yang lemah serta jungsoo yang kecipratan darah dari mulut myungsoo. ibu myungsoo langsung mengambil jungsoo yang menangis keras. Ayah myungsoo memeriksa soo jung yang semakin lemah. Dokter Park memeriksa keadaan myungsoo dan bergeleng lemah lalu menarik nafasnya.setelah itu bergegas membawa myungsoo ke ICU. Begitu pula soo jung. Keduanya kini sudah berada di ruang icu yang berbeda dengan dokter yang berbeda. Namun mesin pendeteksi jantung mereka menunjukkan kondisi yang sama. 2 Jam pasca keadaan kritis mereka kembali sadar,dan kali ini soo jung yang meminta untuk di bawa keruangan myungsoo. Saat ini mereka dibaringkan di kasur yang sama. Mereka saling berpegangan tangan,saling pandang lalu tersenyum,setelah itu tersenyum memandangi semua yang ada di ruangan tersebut,mulai dari ayah,ibu,adik ,dokter ,suster,dan terakhir jungsoo. Setelah itu mata keduanya terutup dan yang terdengar hanya isak tangis dan jeritan histeris dari keluarga mereka.
The end

Epilog

Author pov
Seorang anak laki2 kecil tampak berlarian di areal makam didampingi kedua nenek,kakek dan tantenya untuk berjiarah ke makam orang tuanya.
“appa,eomma apa kabar sekarang jungsoo sudah berumur 7 tahun,jungsoo sehat,dan tidak nakal,eomma dan appa tak usah khawatir”ujarnya mengusap nisan kedua orangtuanya. Yah jungsoo memang terlahir sehat,ia tidak mengidap salah satupun dari penyakit yang di derita orangtuanya.
“ayah,ibu,jungsoo pulang dulu yah! besok ini jungsoo ada konser di jepang,jadi jungsoo harus segera kesana,dah ayah ,dah ibu”ujarnya melambai2kan tangan ke arah nisan ayah dan ibunya. Sedangkan kakek2 ,nenek2 dan tantenya tersenyum melihat soo jung yang bijak dan bawel seperti soo jung,tentuny terselip rasa bangga karena bocah kecil itu telah menjadi penyanyi cilik yang terkenal mewujudkan mimpi ayahnya.